Bukan Niatku Merebut Suamimu

Bukan Niatku Merebut Suamimu
Masih Belum Bisa Melupakan


__ADS_3

Tidak terasa 9 bulan sudah berlalu sejak hubungan Dion bersama Bunga putus. Dan kini Bunga benar-benar menjauhi Dion karena dia sudah berjanji kepada Ibu Laras untuk tidak lagi mengejar pria beristri itu.


Sedangkan Dion. Hari hari pria itu semakin terasa suram, dirinya bagaikan tidak mempunyai semangat di dalam hatinya. Namun Dion tetap menjalankan kehidupannya dan juga tanggung jawabnya sebagai pengabdi negara, banyak kasus yang sudah berhasil Dion menangkan, dan Dion kini sudah menjabat sebagai wakil kapolres di kotanya. Dion yang sedang fokus bekerja tiba tiba saja dikejutkan dengan suara ketukan pintu yang berasal dari luar ruangannya.


Ketika pintu dibuka,Dion pun langsung menoleh melihat siapa orang yang berani masuk tanpa izinnya. Dan benar saja kalau itu adalah sahabatnya Rio, salah satu pria yang sangat kepo dengan kehidupan Dion.


"Selamat siang Pak Wakapolres." ucap Rio tersenyum, sedangkan Dion yang melihat kedatangan Rio pun langsung berdecih kesal.


Sebenarnya di dalam hatinya tidak pernah sedikitpun merasakan ketenangan dan juga kebahagiaan, apalagi ketika dia sudah tiba di rumah rasa amarah kembali menyerang dirinya. Sungguh cintanya untuk sang istri telah hilang dan tidak dapat ditemukan lagi.


"Kenapa kau suka sekali mengganggu kesibukanku?" tanya Dion tanpa menatap pria itu. karena dia masih fokus dengan berkas berkas yang ada di tangannya saat ini.


Rio tersenyum tipis. Dia langsung duduk di depan meja kerja sambil menaikkan sebelah kakinya di atas kaki sebelahnya.

__ADS_1


"Ingat Dion! Bsok kau harus membawa istrimu ke acara pernikahan salah satu bawah kita. Kau tidak boleh bersikap buruk dan dapat mengundang kecurigaan dari orang lain sudah cukup berita perselingkuhanmu tersebar sembilan bulan yang lalu, untung saja kau bisa mengatasinya." ucap Rio memberi peringatan.


"Aku tahu apa yang harus aku lakukan Rio. Dan aku tidak mungkin mempermalukan diriku sendiri."


"Bagus kalau begitu,, lagian istrimu saat ini sudah hamil besar, jadi dia tidak boleh stress. kalau kau belum biss menerima dirinya, biarkan itu menjadi cerita setelah dia melahirkan,"


"Ya kau benar. Persalinan calon putriku harus berjalan lancar. Aku tidak ingin sampai terjadi sesuatu kepada dirinya."


"Kau tidak perlu tahu tentang hal itu Rio. saat ini aku memang membiarkan dia bebas dari tanganku, tapi bukan berarti aku telah merelakan dia begitu saja. Karena bagiku apa yang pernah aku miliki tidak akan aku lepaskan begitu saja. Kau pasti tahu itu Rio!" ucap Dion menatap tajam.


Mendengar pernyataan yang keluar dari mulut Dion, Rio pun merasa terkejut. Ternyata pria itu belum bisa juga move on dari bayang bayang sosok Bunga.


"Dion! Sudah saatnya untukmu mengikhlaskan Bunga. Aku yakin saat ini dia pasti sudah memiliki penggantimu, dia itu cantik jadi tidak mungkin kalau dia tidak laku diluar sana, ya walaupun dia sudah tidak suci lagi, karena kau sudah mengobrak abrik miliknya," sindir Rio menatap Dion.

__ADS_1


Dion tersenyum menyeringai, walaupun dia mendapatkan Bunga tidak menjadi yang pertama kalinya, tapi tetap saja ada rasa bangga terhadap dirinya sendiri karena bisa menguasai tubuh Bunga menjadi miliknya.


Bahkan rasa nikmat itu belum bisa hilang diingatan Dion, tentu saja Dion mulai merasa rindu dan segera ingin melakukannya kembali bersama wanita cantik tersebut. Tapi Dion menahan dirinya sampai Riana melahirkan. Setelah itu maka Dion akan menggugat cerai Riana baru melamar Bunga menjadi istri untuknya.


"Kau sangat mengenal siapa aku Rio! Benar benar amazing, sekarang kau segera keluar dari ruangan ku. Karena aku masih banyak pekerjaan." usir Dion kepada Rio.


"Baiklah, aku akan segera keluar, ingat kau jangan sampai mengkhayal wanita itu," Rio tersenyum menggoda Dion sambil melangkah keluar dari ruangan milik Dion.


Dan setelah memastikan Rio pergi, Dion langsung memegang handphone miliknya guna membuka banyak Foto Bunga yang masih tersimpan dengan baik.


Dion mengecup foto itu dengan lama, meluapkan rasa rindu dan cintanya kepada wanita tersebut.


"Tunggu aku Bunga! Kau akan kembali ke dalam dekapanku," gumamnya tersenyum miring.

__ADS_1


__ADS_2