Bukan Niatku Merebut Suamimu

Bukan Niatku Merebut Suamimu
Permintaan Riana


__ADS_3

Bunga benar-benar merasa terkejut ketika melihat siapa wanita yang masuk ke dalam toilet tersebut, dan secepat kilat Bunga mengambil handphone miliknya yang terjatuh tepat di bawah kaki Riana.


Wanita itu sempat kepo ingin melihat siapa pria yang sedang ber video call dengan gadis tersebut, tapi belum sempat melihatnya Bunga sudah mengambil handphonenya dan mematikan panggilan Video call itu.


"Hei, kenapa dimatikan? aku tahu kalau kau sedang ber video call dengan kekasihmu ya? " goda Riana tersenyum kearah Bunga.


"Eh, enggak kok mbak,oya mbak mau ngapain? kalau gitu aku keluar sekarang, "jawab Bunga mencoba menghindar.


" Kenapa harus keluar, kau kan belum selesai melakukan kegiatanmu, aku tahu kalau kau pasti sedang ber video call di toilet dengan cara yang berbeda, kau jangan sungkan kepada ku Bunga, dan apa yang kau lakukan ini sudah sangat biasa sebelum seorang pasangan kekasih," kata Riana yang berbicara sedikit ngelantur.


Bunga hanya diam sambil mengeryitkan keningnya heran, bisa bisanya wanita ini mencurigainya seperti itu.


"Kenapa mbak Riana memiliki pemikiran kotor sepeda itu? memangnya siapa juga yang melakukan VC ***, dasar wanita aneh, dia kira aku tidak mengetahui apa maksud yang ingin dia tuduhkan kepada ku, " gumam Bunga merasa kesal.

__ADS_1


Setelah itu Bunga pun berpamitan untuk keluar dari dalam toilet dengan alasan ingin melakukan makan siang.


"Kalau begitu aku permisi ya mbak, selamat siang, "


"Iya, ya sudah kau keluarlah Bunga, aku juga tidak bisa kalau harus satu toilet dengan orang lain. " jawab Riana dengan nada yang sombong.


Dengan cepat Bunga membuka pintu kamar mandi dan langsung menutupnya sedikit kasar.


Brakkk.....


Beberapa menit kemudian Riana telah selesai dengan kegiatannya di dalam kamar mandi, setelah itu Riana berinisiatif untum menelfon suaminya Dion.


"Kenapa gak kepikiran sedari tadi, seharusnya aku memintanya untuk menjemputku di salon ini, agar mereka semua merasa iri ketika melihat kemesraan dan keserasianku kepada mas Dion, " gumam Riana tersenyum semangat.

__ADS_1


Dan setelahnya dia pun melakukan apa yang sudah dia rencanakan.


"Hallo mas, " sapa Riana tersenyum ramah sambil bercermin menatap wajah cantiknya yang semakin cantik setelah dirawat barusan.


"Iya, ada apa Riana, aku sedang sibuk saat ini," Jawab Dion di sebrang sana.


"Mas, kenapa kalau aku hubungi jawabannya selalu sibuk seperti itu, kau sungguh membuatku menjadi kesal mas,"teriak Riana di dalam telfon.


" Lantas apa sebenarnya yan kau inginkan, kau itu ada ada saja kemauannya Riana, kita ini bukan anak SMA lagi, yang harus bergaya seperti itu, "


"Tapi aku menginginkan seperti itu mas, aku gak mau tahu pokoknya kamu harus jemput aku di salonnya Sofi sebentar lagi, aku ingin para teman temanku melihat kalau kita adalah pasangan suami istri yang sangat bahagia.".


" Cukup Riana, aku sungguh sudah bosan dengan permintaanmu yang aneh, kau selalu saja bersandiwara di depan orang lain seakan akan memperlihatkan kalau hubungan kita baik baik saja, itu sama saja sebagai kebohongan besar Riana, aku sudah malas mengikuti permintaan mu itu Riana. " ucap Dion menolak keinginan Riana..

__ADS_1


Riana yang mendengar perkataan Dion pun menjadi sangat marah, dengan terpaksa dia mengancam Dion, agar mau menuruti kemauannya.


__ADS_2