
Setelah melewati perdebatan melalui telfon bersama Rinana, akhirnya kini Dion sudah tiba di perkarangan salon milik mbak Sofi..
Setelah itu Dion tampak keluar dari dalam mobil miliknya dan dia langsung melangkahkan kakinya menuju ke depan salon milik Sofi.
Jujur saja Dion sebenarnya merasa kesal terhadap Riana tapi ,Dion dia juga merasa lelah jika harus berdebat terus-menerus dengan Riana,hingga akhirnya dia pun terpaksa mengikuti kemauan dari istrinya tersebut.
Dan ketika Dion hendak akan membuka handle pintu kaca di salon itu, tiba-tiba saja dia dikejutkan oleh seorang wanita yang sudah berdiri di dekat pintu kaca.
Degghh…
Jantung Dion berdetak dengan hebat saat melihat Siapa wanita yang ada di depannya saat ini.
"Bunga…bagaimana mungkin dia ada di sini." gumam Dion di dalam hatinya.
Bunga yang hendak ingin membuang sampah ke depan pun langsung menghentikan langkah kakinya dan juga memasang wajah tak kalah terkejut.
"Mas Dion..! kenapa Mas Dion ada di sini? apakah benar kalau mbak Riana itu adalah istrinya Mas Dion, "gumam bunga di dalam hatinya sambil menatap kedua mata Dion.
Sedangkan Riana yang melihat suaminya sudah berdiri di depan pintu kaca itu pun langsung berlari untuk memanggil Dion, dia menyenggol lengan tangan bunga hingga bunga hampir saja terjatuh.
"Minggirlah kau menghalangi jalanku, "teriak Riana merasa kesal terhadap bunga.
Dion yang melihat sikap Riana itupun merasa geram dengan apa yang dilakukan oleh Riana, tapi dia tidak bisa memanggil bunga ataupun membela dirinya.
"Mbak, mohon jangan kasar seperti ini, kan bisa bilang baik-baik." kata Bunga merasa kesal.
"Ya sudah kalau gitu kamu minggir dong,ini suami aku mau masuk. "ucap Riana dengan tampang yang tidak ramah.
Dengan terpaksa bunga menggeser langkahnya dan membiarkan masuk Dion ke dalam salon tersebut, hingga tak lama semua mata tertuju kepada Dion, mereka merasa terpesona melihat ketampanan dari suami teman mereka itu.
"Wah ternyata suaminya Riana tampan banget ya,pantas saja Riana cinta banget sama suaminya, "goda mereka mulai berbincang.
Riana yang mendengar pujian itu pun merasa sangat tersanjung dan dengan sombong dia berjalan sambil merangkul lengan tangan Dion.
"Mas akhirnya kamu jemput aku juga, ayo mas aku kenalkan sama temen-temen aku,"ucap Riana kepada Dion.
Dion memasang wajah tidak suka dan dia membulatkan matanya menatap tajam Riana ,namun Riana tidak memperdulikan hal itu dengan cepat dia menarik tangan Dion dan melangkah mendekati teman-temannya yang duduk di kursi sofa tunggu.
Sedangkan bunga dia langsung masuk ke dalam ruangan belakang karena merasa malas melihat pemandangan tersebut.
__ADS_1
"Hai kenalin ini suami aku namanya Mas Dion," ucap Riana sambil bergelayut manja di bahu Dion.
"Hai mas..! senang berkenalan dengan Mas Dion ,ternyata Mas Dion benar-benar suami idaman ya. " puji mereka tersenyum.
Dion yang mendapatkan pujian itu pun hanya tersenyum tipis ,sedangkan kedua matanya mulai menelisi mencari keberadaan Bunga.
"Sial….! sepertinya bunga marah kepadaku, buktinya dia sudah tidak tampak lagi berdiri di sini ,aku harus bertemu dengannya. "gumam Dion di dalam hati.
Setelah itu Dion berpura-pura bertanya kepada pemilik salon.
"Apakah di sini ada toilet? saya ingin ke belakang sebentar, "ucap Dion.
"Oh tentu saja ada kalau begitu Mas Dion langsung aja jalan ke belakang, di sana sudah ada karyawati saya yang bernama Bunga ,nanti dia akan mengantarkan Mas Dion ke toilet ,"kata Mbak Sofi dengan ramah.
Riana yang melihat kepergian suaminya pun dengan terpaksa melepaskan pegangan tangannya di lengan tangan Dion, dia benar-benar kesal karena karena Dion memasang wajah tidak bersahabat kepada dirinya, dan setelah kepergian Dion mereka teman-teman Riana mulai bertanya kepada wanita itu.
"Riana kok aku perhatikan raut wajah suamimu tampak tidak bersahabat ketika menatap mu? apakah kau dengannya sedang bertengkar? " tanya salah satu teman Riana.
"Apa maksudmu bertanya seperti itu? tentu saja kami berdua baik-baik saja, kau jangan suka mengada ngada, "jawab Riana dengan nada yang sedikit marah.
"Hei jangan marah seperti itu akukan hanya bertanya saja, "kata temannya lagi.
"Sudah sudah jangan diributkan lagi, lagian kita tidak berhak menghakimi rumah tangganya Riana dan suaminya, "ucap Mbak Sofi.
*****
Di sisi lain saat ini Dion sudah berjalan di ruangan belakang yang ada di salon itu dan dia sedang mencari wanita yang tak lain adalah bunga.
Ternyata di belakang ruangan itu terdapat banyak beberapa ruangan yang lainnya,dan Dion membuka satu persatu pintu ruangan namun tidak menemukan keberadaan bunga ,dia benar-benar merasa kesal , Dion bahkan sampai mengguyur rambutnya menggunakan tangan.
"Sial…! kemana kekasihku Bunga, ku yakin dia pasti marah kepadaku ,"ucap Dion dengan nada kesal sambil terus mencari keberadaan bunga.
Hingga Tak lama kemudian langkah kaki Dion tertuju kepada sebuah pintu yang sedikit terbuka dan dia pun mulai meneliti masuk ke dalam ruangan tersebut.
"Bunga….!" siapa Dion yang melihat Bunga sedang mengganti pakaiannya.
Melihat kedatangan Dion bunga pun merasa sangat terkejut , dia yang sedang
membuka bajunya langsung menutupi tubuhnya menggunakan baju yang ada di tangannya itu.
__ADS_1
"Mas Dion, kok kamu ada di sini, "tanya Bunga memasang wajah pias.
Tanpa menjawab pertanyaan Bunga, Dion pun langsung melangkah dan memeluk tubuh Bunga serta mencium bibir Bunga dengan sangat bergairah.
Bunga berusaha menyudahi ciuman itu dia memukul dada Dion menggunakan tangannya sambil berkata" sudah mas, hentikan nanti ada yang lihat,"ujar Bunga memperingati Dion.
"Biarkan saja, aku tidak takut kalau ada yang melihat kita,"jawab Dion melanjutkan kegiatannya.
Bunga berusaha menghentikan serangan Dion, tapi lagi-lagi dia selalu kalah oleh pria itu, dan dengan terpaksa Bungapun menikmati ciuman yang diberikan oleh Dion.
Hingga akhirnya ciuman itu pun berhenti,nafas mereka saling menerpa antara satu sama lain dengan nada yang tampak naik turun, Dion tersenyum menatap wajah Bunga.
"Mas cepatlah keluar sekarang juga,kalau tidak nanti Mbak Riana akan mengetahui keberadaanmu di sini ,"kata bunga merasa panik.
"Biarkan saja dia tahu Lagian aku sudah siap Kalau dianya mau berpisah denganku, "jawab Dion asal.
"Jangan seperti ini caranya Mas, nanti namaku yang akan jelek di mata orang,aku mohon sekarang juga keluarlah nanti malam kita akan bertemu lagi, "ucap Bunga mencoba merayu Dion.
Dengan terpaksa Dion pun mengikuti perintah bunga dan sebelum keluar dari ruangan itu dia menyempatkan diri untuk ******* kembali bibir Bunga yang terasa teramat manis untuknya.
"Tunggu aku nanti malam di apartemen,aku mohon kita harus bertemu di sana,"kata Dion sambil melangkah pergi.
Bunga tidak menjawab perkataan Dion karena di dalam hatinya dia merasa bimbang.
"Ya Tuhan…! apakah memang ini sudah menjadi jalanku, kalau aku harus menjadi orang ketiga,"gumam Bunga sedih.
Sedangkan Dion yang sudah keluar dari ruangan Itu tampak terkejut ketika melihat Riana berjalan ke arah dirinya.
"Riana kenapa kau ada di sini? "tanya Dion yang berusaha bersikap biasa-biasa saja.
"Seharusnya aku yang bertanya Mas,kenapa kamu ada di ruangan itu? kan kamu bilang mau ke toilet?" tanya Riana menelisik wajah Dion.
"Iya aku kesasar tadi,sepertinya di sini tidak ada orang,kalau begitu ayo sekarang antar aku ke toilet, "ajak Dion memegang tangan Riana.
Riana mencoba memperhatikan keadaan di daerah ruangan itu, tapi dengan cepat Dion menarik tangannya dan mengajaknya pergi menuju ke arah toilet.
Di dalam hati Dion dia pun bergumam
" Untung aku segera keluar kalau tidak pasti akan ribet urusannya,"ucap Dion.
__ADS_1