Bukan Niatku Merebut Suamimu

Bukan Niatku Merebut Suamimu
Bertemu Bunga kembali


__ADS_3

"Bunga!" seru Dion menatap sepasang kekasih yang baru saja masuk kedalam acara pesta tersebut,


Kedua mata Dion membulat sempurna ketika melihat siapa wanita yang sedang digandeng oleh pria tampan yang berprofesi sebagai pengacara itu. Dion mengenal pengacara yang bernama Erwin, putra dari keluarga Sanjaya.


Sedangkan wanita yang ada di gandengan tangannya Erwin. Dion juga mengenalnya, bahkan sangat mengenalnya. Dan wanita itu tak lain adalah seorang wanita yang sangat dia cintai. Yang pernah mengisi hari hari Dion yang tampak suram.


Tatapan Dion masih terlihat berapi api, dia bahkan sudah mengepalkan kedua tangannya dengan erat, Riana yang menyadari hal itu pun langsung tersenyum menyeringai.


Akhirnya wanita pelakor yang pernah mengganggu suaminya sudah mendapatkan korban yang baru untuk dia peloroti.


"Ada apa Jeng?" tanya para ibu ibu Bhayangkari yang lain.


"Lihatlah wanita itu, dia adalah pelakor yang sudah mengganggu rumah tangga ku." Jawab Riana sambil menunjuk kearah Bunga berdiri.


Melihat kearah wanita yang di duga adalah seorang pelakor. Tentu saja para ibu ibu itu merasa panas. Mereka juga ikut emosi saat mengetahui bahwa seorang pelakor ada di depan mata mereka saat ini.


"Oh! Jadi wanita itu yang telah menggoda suami kamu! Sangat tidak cocok dengan penampilannya yang sok terlihat lugu., entah mengapa ketika melihat dia, aku jadi ingin sekali menampar wajahnya." sarkas para ibu ibu yang tersulut emosi.


"Jangan Jeng! Ini adalah acara pesta, dan suami kita menjadi tamu kehormatan di acara ini. Kalau kita melabrak wanita itu, sudah pasti nama baik kita akan jelek, biarkan saja wanita itu menikmati acara pesta ini." ujar Riana kepada para ibu ibu Bhayangkari yang terlihat kesal itu.


Setelah itu mereka pun memilih untuk menikmati hidangan yang ada, dan membiarkan Bunga bersama pria yang menjadi pasangannya duduk dengan tenang.

__ADS_1


Riana kembali tersenyum, dan tatapan matanya terus memperhatikan kearah suaminya sendiri.


Dion masih tampak geram, Riana yakin kalau pria itu sudah tidak tahan ketika melihat Bunga begitu mesra dengan pria yang ada di sampingnya.


"Sekarang nikmati kesakitanmu Mas Dion. Inilah yang di namakan sebagai Karma. Kau merasa sakit ketika melihat seseorang yang kau cintai bersama orang lain. Dan itu juga yang aku rasakan selama ini. Kau pantas mendapatkannya Mas Dion." gumam Riana merasa geram.


Sedangkan Dion masih terus menatap kearah Bunga, hingga tak lama kemudian Bunga tampak berdiri dari duduknya dan melangkah menuju ke arah toilet.


"Bunga! Ini kesempatan aku untuk menemuimu. Kau harus menjelaskan semuanya kepadaku." gumam Dion ikut berlari mengejar Bunga.


Bunga terus berjalan menyusuri toilet yang berada sangat jauh dari ruangan acara pesta, Hingga ketika hampir sampai di ruangan toilet tiba-tiba saja Bunga membelokkan langkah kakinya menuju masuk kedalam ruangan yang tampak kosong.


Dion sedikit terkejut melihat apa yang dilakukan oleh Bunga, kenapa juga Bunga mengurungkan niatnya masuk kedalam toilet dan malah berbelok arah ke sebuah ruangan yang diketahui Dion itu adalah ruangan gudang yang ada di gedung tersebut.


Dan setibanya di dalam ruangan sepi itu. Dion kembali dibuat terkejut ketika melihat Bunga yang sudah berdiri membelakangi dirinya. Dion melangkahkan kakinya secara perlahan agar tidak di ketahui oleh Bunga. Namun tiba tiba saja.


"Apakah kau sengaja mengikutiku sampai ketempat ini Mas Dion?" tanya Bunga membuat Dion menghentikan langkahnya.


Jantung Dion langsung berdetak hebat ketika mendengar pertanyaan dari wanita yang masih sangat dia cintai. Apakah Bunga masih mengingat dirinya? Atau Bunga juga sama seperti dirinya yang tidak bisa melupakan kisah cinta mereka begitu saja.


Tanpa sadar tangan Dion bergerak hendak menyentuh punggung wanita itu, Tapi belum juga jarinya sampai di punggung Bunga, Dion kembali di kejutkan dengan suara isakan yang sangat menyedihkan dari wanita itu.

__ADS_1


"Hiks... hiks..! Aku mohon! Jangan pernah ganggu aku lagi, Karena aku sudah sangat menyesal pernah mengenal serta menjalin hubungan denganmu. Kita berdua mempunyai takdir masing masing dan kita tidak bisa mengubah itu."


Deghhh...


Bunga membalikkan tubuhnya menatap kearah Dion, membuat Dion hampir saja mengalami jantungan karena terkejut ketika Bunga terlihat meneteskan air mata dengan sangat pilu.


Dion juga ikut bersedih, tapi dia mencoba menahan diri agar tidak menyentuh wanita yang ada dihadapannya tanpa izin dari dirinya.


"Mas Dion. Aku tahu kalau selama ini kau berusaha keras untuk mencari dan juga menghubungiku, dan pasti sangat membuatmu terkejut kala melihatku yang tiba-tiba saja muncul di acara pesta ini. Sebenarnya aku sengaja muncul di tempat ini, karena aku ingin bertemu denganmu, dan aku ingin mengatakan agar kau berhenti mencariku. Jalan kita sudah berbeda, kau memiliki keluarga yang harus kau tanggung jawabkan dengan baik. Begitu juga denganku, yang menjadi seorang putri dari keluarga kurang mampu. Sudah menjadi tugasku untuk menjaga nama baik keluarga dan mengangkat derajat mereka menjadi lebih baik lagi. Jadi aku katakan sekali lagi berhenti untuk berharap kepadaku , karena sampai kapanpun aku tidak akan pernah kembali kedalam pulukanmu lagi. Aku sudah menikah dengan seorang pria yang mau menerima masa lalu ku yang sangat kelam, dan aku telah belajar banyak dengan apa yang aku dapatkan selama ini. Terimakasih untuk istrimu karena dia sudah membuatku sadar bahwa aku memang tidak pantas untukmu. Sekarang aku mohon! Lupakan aku." ucap Bunga sambil mengatupkan kedua tangannya di depan Dion.


Mendengar perkataan Bunga yang menyatakan bahwa dirinya sudah menikah dengan pria lain tentu saja membuat Dion menjadi meradang.


Dia tidak bisa menerima apa yang Bunga katakan kepada dirinya,


"Tidak! Kau pasti berbohong Bunga! Mana mungkin kau sudah menikah dengan pengacara itu. Aku tahu siapa Pengacara itu, Dia tidak akan sudi menerima wanita bekasan sepertimu Bunga."


"Iya! Aku memang adalah seorang wanita bekasan. Aku adalah seorang bekasan pelakor dan juga bekas pacarmu. Tapi tidak ada yang tidak mungkin Mas Dion. Pria itu mau menerima diriku apa adanya, bahkan dia juga menerima kejelekan yang aku miliki. Aku tahu kalau selama ini kau terus memantau pergerakanku, makanya aku memilih untuk menghilang dan menikah dengan Pria yang kau anggap bodoh itu."


"Tidak Bunga! Kau tidak bisa lepas dari tanganku. Karena sampai kapanpun kau adalah milikku!" teriak Dion yang hampir memeluk tubuh Bunga secara paksa.


Dan belum sempat Dion menyentuh tubuh Bunga, Tiba-tiba ada sebuah pukulan yang mendarat tepat di samping bibir Dion.

__ADS_1


Buukkkkk...


Dion langsung terjatuh tersungkur dengan keadaan bibir berdarah. Lalu kedua matanya menatap


__ADS_2