Bukan Niatku Merebut Suamimu

Bukan Niatku Merebut Suamimu
Sakit tapi tak berdarah


__ADS_3

"Iya, kamu hati hati ya, sampai rumah langsung hubungi aku"


"Pasti mas, kamu juga harus hati hati, aku pamit sekarang" ujar Bunga keluar dari dalam mobil dan menutup pintu mobil milik Dion,


Setelah itu dia langsung berlalu pergi dengan berjalan tanpa melihat kearah belakang lagi, tapi melihat kearah kanan kiri persis seperti orang yang merasa panik


Dion menarik nafas panjang, dia mengetahui apa yang dirasakan Bunga saat ini, karena siapapun orang nya jika sudah menyangkut pandangan publik pasti akan down dan juga takut


"Semoga kamu bertahan Bunga, dan mau menunggu ku, aku juga bingung bagaimana caranya melepaskan Riana, sedangkan wanita itu tidak pernah melakukan hal yang macam macam sama seperti ku, jadi kalau pun aku menceraikan dirinya, itu sangat mustahil rasanya" gumam Dion memasang wajah frustasi


Setelah itu Dion pun langsung pergi pulang menuju kerumah miilknya , tak butuh waktu lama kini Dion sudah memarkirkan mobil nya didalam garasi mobil, dan setelah itu dia pun langsung keluar sambil menggendong Raka menuju masuk kedalam rumah,


Sebelum membuka pintu, Tak lama pintu rumah sudah terbuka duluan, dan Dion Yakin jika itu adalah Riana yang melakukan nya


CKlekkkk......


Dan ketika pintu terbuka, muncullah Riana yabg telah berdiri didepan pintu rumah mereka


"Mas, kamu pergi kemana aja sama Raka, kenapa jam segini baru pulang? " tanya Riana panjang lebar


Dion memberikan isyarat agar Riana tidak terus mengoceh, tapi seperti nya Riana tidak mau mendengarkan nya,dia tetap berjalan menuju masuk kedalam kamar milik Raka, sedangkan Riana wanita itu mengikuti Dion sambil memberikan banyak pertanyaan

__ADS_1


"Mas.kenapa kamu diam aja, aku perhatikan kamu dan Raka sering banget keluar berdua, apa yang sebenarnya kalian lakukan diluar sana, tanpa aku, bukan kah sudah aku bilang jika lebih baik Raka itu belajar dirumah, jangan main terus" omel Riana membuat Dion merasa jengah


Setelah berhasil meletakkan Raka diatas ranjang miliknya,dan menyelimuti tubuh anak itu, Dion langsung menarik tangan Riana agar keluar dari kamar Putra nya tersebut


"Ikut aku, kau benar-benar sudah membuat ku merasa kesal" ucap Dion memasang wajah emosi


Riana mengikuti tarikan suaminya, hingga setibanya diruang keluarga barulah Riana menampakkan kembali amara yang sudah dia pendam sejak tadi sore, ketika dia mengetahui jika Suami dan juga anak nya tidak berada dirumah


"Mas, lepaskan tangan ku,kau telah menyakiti nya" teriak Riana melepaskan tangan Dion


Dion tampak merubah raut wajahnya menjadi merah, dan tentu saja hal itu membuat Riana merasa sedikit takut, tapi dia tidak akan mau mengalah kepada suaminya tersebut.


"Iya, aku memang marah kepada mu, karena kau sudah keterlaluan kepada ku Riana, sebenarnya apa mau, kenapa kau semakin hari semakin membuat ku muak"


"Apa muak.....! seharusnya aku yang mengatakan hal seperti itu, kau berubah mas, kau tidak seperti dulu lagi, kau lebih suka melakukan apapun diluar tanpa mengajak diriku, dulu kau selalu mengutamakan kemauan ku, tapi sekarang kau bahkan tidak sempat hanya untuk membalas cet dari ku, sebenarnya ada apa dengan mu mas? " tanya Riana meluapkan emosi nya..


Dion sungguh kesal, karena lagi lagi Riana kembali melimpahkan kesalahan kepada dirinya


"Cukup Riana, aku mohon cukup! kau selalu melimpah kan semua kesalahan kepada ku, tanpa mau mengatakan jika kau juga bersalah, sekarang aku sudah malas berdebat, aku serahkan semuanya kepada mu, apa yang mau kau lakukan dan perbuat, silahkan saja, aku tidak akan melarangmu lagi"


"kenapa seperti itu? " tanya Riana menatap heran

__ADS_1


"Karena aku sudah lepas tangan dengan mu, aku lelah jika harus bertengkar dengan mu terus menerus, walaupun hubungan kita didasarkan perjodohan, tapi setidaknya kau masih mau mempertahankan nya hingga sampai saat ini, jadi aku menghargai semua keputusan mu"


"Mas, apa maksud perkataan mu? apakah kau mau menyudahi rumah tangga kita? ingat mas, sampai kapan pun aku gak akan pernah melepaskan kamu, karena kita adalah pasangan yang sangat serasi, bahkan diluar sana orang orang sangat iri dengan hubungan kita, baiklah... sekarang kau boleh melakukan apapun, dan begitu juga dengan ku, kau harus selalu mendukung ku mas, walaupun nantinya aku tidak mempunyai waktu karena terlalu sibuk, kau harus mengerti dengan kesibukan ku itu, bagaimana? " tanya Riana menatap wajah Dion


Sungguh Dion sangat bosan dan juga frustasi, begini lah Riana, seorang wanita keras kepala yang tidak pernah mau memberikan solusi yang jelas untuk seorang Dion, Dion hanya dianggap sebagai seorang suami idaman didepan mata orang orang.. tanpa mau mengetahui pria itu merasa bahagia ataupun tidak..


"Terserah kau saja" jawab Dion merasa lemas


"Terimakasih mas, ini lah yang aku suka dari kamu, kamu itu selalu nurut dengan apa yang aku katakan, oya besok klinik baru ku sudah hampir aku buka, itu artinya aku akan sangat sibuk mas, aku akan membeli banyak peralatan praktek dan juga obat obatan, belum lagi menyediakan tempat untuk pasien anak anak dan juga dewasa, karena aku ingin menjadikan klinik gigi ku untuk usia umum, mas kamu dukung aku ya, kamu gak perlu melakukan apa apa, yang terpenting kamu kasih aku waktu yang banyak, sedangkan waktu untuk kita berdua hanya malam saja, " tatap Riana kearah wajah Dion


Dion terpaksa menggangukkan kepala nya, entah sampai kapan dia harus menjadi suami boneka yang menurut dengan perkataan dari wanita tersebut,


Tidak ada cinta dan kasih sayang yang wanita itu berikan,selain kesibukan untuk dirinya sendiri, entah lah.... apakah Dion akan mampu bertahan..


Tanpa terasa hati Dion semakin terluka dan terluka di setiap harinya, bahkan luka itu tampak membesar setiap mendengar perkataan yang dilontarkan oleh Riana..


Sesampainya didalam kamar mandi, Dion membasuh wajah nya, dan dia menatap kedua matanya didepan cermin.


"Sial.... sial.... sial...... kenapa hidup ku menjadi seperti ini, aku tidak suka hidup dibawah kendalinya, aku ingin hidup sempurna, dicintai oleh seorang istri yang aku cintai, tapi bagaimana caranya aku bisa lepas dari semua ini, aku tidak sanggup rasanya, batin ku tersiksa dan merasa tidak bahagia, Riana adalah seorang wanita yang tidak mempunyai hati, bahkan dia tidak pernah menghargai semua perkataan ku kepada nya, dia juga menganggap pernikahan ini sebagai pencitraan untuk dirinya sendiri, aku benci dengan semua ini, aku benci " ucap Dion meninju tangannya di depan dinding kamar mandi,


Sungguh hati siapa yang tidak sakit ketika tidak dihargai oleh pasangan sendiri....

__ADS_1


__ADS_2