Bukan Niatku Merebut Suamimu

Bukan Niatku Merebut Suamimu
Menginap di apartemen


__ADS_3

Setelah beberapa jam menghabiskan waktu untuk makan dan juga berjalan jalan di dalam mall akhirnya Dion mengajak mereka berdua untuk pulang, Bunga yang mendengar ajakan Dion pun langsung berpamitan agar dirinya di izinkan agar pulang sendiri dengan menggunakan taksi,


"Mas, kamu pulang aja sama Raka, sedangkan aku pulang naik taksi " ucap Bunga dengan ekspresi wajah yang masih tak bersahabat


Dion merasa tidak suka dengan perkataan dari wanita itu, dan dia langsung memegang tangan Bunga dengan erat, sehingga wanita itu tidak bisa pergi kemana pun


"Mas, kenapa kamu mencekal tangan ku, aku mohon biarkan aku pergi mas"


"Tidak, aku tidak akan membiarkan kau pergi dengan keadaan kita yang seperti ini"


"Lalu aku harus bagaimana, ada anak kamu yang sudah mengantuk, dia pasti ingin segera pulang, kasihan dia mas" jawab Bunga menatap kearah Raka yang tampak mengucek kedua matanya..


Raka memang sudah mengajak Dion agar segera pulang, karena dirinya sudah tampak lelah setelah beberapa jam bermain di dalam mall, lagian waktu juga sudah menunjukkan pukul 10 malam, jadi sangat wajar jika Raka ingin segera tidur


Ditengah perdebatan mereka berdua, Raka pun memanggil Dion sambil menguap


"Papa... ayo kita pulang, Raka sudah mengantuk pa" ucap anak itu


Dion menoleh menatap kearah Raka, sambil memegang tangan Bunga dia pun menggendong tubuh Raka,


Setelah itu mereka mulai masuk kedalam mobil, sungguh Bunga benar-benar merasa kesal dengan Dion, Bunga takut kalau sampai Dion membawa dirinya mengantar kan pulang Raka kerumah mereka, bagaimana jika mama nya Raka mengetahui keberadaannya yang ada didalam mobil, Bunga tidak siap jika harus mendapatkan amukan dari seorang wanita yang menjadi istri sah dari Kekasih beberapa jam nya tersebut..


Setibanya didalam mobil,Dion langsung mengegas mobil milik nya, dengan kecepatan kencang, dan Bunga yang melihat hal itu merasa sedikit takut


"Mas, jangan ngebut seperti ini, kita sedang membawa seorang anak mas"


"Biarkan saja, siapa suruh kau marah kepada ku, aku tidak suka jika kau mendiamkan ku Bunga"


"Baiklah , aku tidak akan marah lagi, tapi aku mohon, antarkan aku pulang terlebih dahulu, baru setelah itu kau dan Raka bisa pulang kerumah mu mas"


"Tidak, tidak ada yang pulang kemanapun Bunga, karena kita bertiga akan pulang kerumah kita"


"Apa maksud mu mas...! aku mohon jangan melakukan hal yang macam macam, aku belum siap jika harus bertemu dengan istri mu, lagian hubungan kita baru dimulai tadi siang, dan aku tidak mengetahui jika kau adalah seorang pria yang sudah beristri, jadi aku mohon, jangan biarkan aku dicap sebagai seorang pelakor mas" ujar Bunga dengan perasaan panik

__ADS_1


Dion tersenyum melihat ketakutan yang tersirat di wajah kekasih nya tersebut, bagi Dion wajah Bunga tampak sangat menggemaskan,


"Malam ini juga kau akan menjadi milik ku seutuhnya Bunga, dan aku tidak akan pernah melepaskan mu begitu saja" gumam Dion didalam hatinya dengan berjuta rencana yang sudah dia susun rapi..


Dan tak lama kemudian mereka sudah tiba di sebuah apartemen mewah yang ada dinegara itu, Bunga menatap lama tempat tersebut, apakah Dion tinggal di apartemen ini,


"Mas ,kenapa kau malah membawa ku ketempat ini? ini apartemen siapa mas? apakah kau dan juga istri mu tinggal didalam apartemen ini? " tanya Bunga merasa penasaran


Dion tersenyum menyeringai dan langsung keluar dari dalam mobil, setelah itu dia pun membuka pintu belakangan untuk menggendong tubuh Raka yang sudah tertidur lelap, Bunga hanya diam tidak bergerak, dia hanya memperhatikan apa yang sedang dilakukan oleh kekasih nya tersebut..


"Ayo kita naik ke lift" ajak Dion memegang tangan Bunga


Bunga mengikuti langkah kaki Dion menaiki Lift yang tersedia di dalam basement tersebut , di dalam Lift Bunga hanya diam, sungguh di dalam hati nya saat ini dia merasa takut jika harus bertemu dengan istri kekasih nya itu, hingga tak lama mereka sudah keluar dari lift dan sampai lah di lantai sepuluh yang ada di gedung bertingkat mewah itu


Dion terus menarik tangan Bunga, bahkan pria itu tidak membiarkan Bunga untuk bergerak semaunya, dan tak lama Dion mengeluarkan sebuah card untuk membuka kunci apartemen milik nya, hingga sebuah pintu dari unit apartemen itu pun mulai terbuka dan Dion menarik tangan Bunga agar masuk kedalam mengikuti dirinya


Jantung Bunga terasa berdetak dengan hebat, dia benar-benar belum siap dengan apa yang akan terjadi, sesampainya di dalam Dion melepaskan pegangan tangannya dan berlalu melangkah menuju sebuah kamar yang ada di lantai bawah...


Bunga tahu, jika pasti Dion akan menidurkan Raka di dalam kamar tersebut,dia pun mulai menoleh kesana kemari melihat ruang tamu yang ada didalam apartemen itu dengan seksama,semua barang barang yang ada didalam apartemen itu sangat lah rapi, bahkan Bunga berdecak kagum dengan keadaan apartemen tersebut yang tampak sangat mewah,tapi satu hal yang Bunga sadari, jika didalam apartemen itu tidak ada satu pun foto pernikahan Dion bersama istri nya, ataupun foto keluarga kecil mereka


Tanpa sadar Bunga terus melangkah menyusuri ruang tamu , dia melihat lihat lihat semua barang barang mahal yang tersusun rapi hingga setibanya disebuah meja kaca yang sangat besar berbahan jati asli, Bunga terdiam untuk menatap wajahnya didepan cermin tersebut..


Hati Bunga merasa tidak bahagia, dia sungguh menyesal karena terlalu cepat menerima cinta Dion tanpa mengetahui status dari pria itu terlebih dahulu, Sungguh Bunga tidak pernah mempunyai mimpi sedikitpun untuk menjadi seorang pelakor yang dapat merusak rumah tangga orang lain... hingga tak lama kemudian..


Grepppp....


Bunga merasakan sebuah pelukan yang dilakukan seseorang dari belakang tubuh nya, dan orang itu adalah Dion..


"Mas, kenapa kau memeluk ku seperti ini, bagaimana jika istri mu melihat nya mas"


"Tidak akan ada yang melihat nya Bunga, karena saat ini hanya kita berdua saja di dalam ruangan ini"


"Lalu, dimana istri mu?"

__ADS_1


"Dia ada di rumah, dan ini bukan rumah nya, ini adalah apartemen pribadi ku, yang aku beli tanpa sepengetahuan dirinya"


"Apa...! mas tolong lepaskan dekapan mu ini, aku mohon, ini semua salah mas, dan aku benar-benar tidak menginginkan hal seperti ini terjadi" ucap Bunga meronta,


Dengan terpaksa Dion melepaskan pelukannya dan langsung membalik tubuh Bunga agar menghadap kearah dirinya..


Dion menatap wajah Bunga dengan tatapan yang intens, membuat Bunga merasa sedikit takut


"Mas Dion, aku.... aku minta maaf, tapi aku sungguh tidak tahu jika kau adalah seorang suami dari wanita lain, jadi aku sudah memutuskan untuk memutuskan hubungan ini saja, sebelum semua nya terlanjur terjadi, aku mohon mas" ucap Bunga meneteskan air mata..


"Tidak... bahkan hubungan kita baru berjalan beberapa jam saja, dan aku sudah sangat lama menahan perasaan ku ini kepada mu Bunga, jadi aku tidak akan mau memutuskan hubungan ini, aku sudah sangat jatuh hati kepada mu Bunga"


"Tapi kau mempunyai istri mas, kau adalah seorang pria beristri"


"Apa salahnya Bunga, jika kau menginginkan aku, maka aku siap untuk menceraikan istri ku, asal kau tahu saja hubungan ku dengan istri ku sudah memburuk sejak lama, dan ini tidak ada sangkut paut nya dengan kehadiran mu, kau adalah obat untuk semangat ku Bunga , karena Kau aku bisa merasakan kebahagiaan lagi, begitu juga dengan Raka, kami adalah dua orang pria yang haus akan kasih sayang Bunga, dan kami bisa mendapatkan dari dirimu, aku mohon, percayalah kepada ku Bunga, aku akan menceraikan Istri ku secepatnya "


"Tapi.. aku takut mas"


"Jangan takut, percayalah kepada ku, aku mohon Bunga"


Dengan terpaksa Bunga mengangguk menuruti keinginan Dion, dan hal itu membuat Dion merasa sangat bahagia, dia memeluk tubuh Bunga dengan erat,


"Terimakasih Bunga, kau adalah wanita yang baik, aku sangat mencintaimu Bunga"


"Tidak ada wanita yang baik yang mau dengan suami orang mas"


"Itu menurut orang lain, tapi menurut ku kau adalah wanita yang baik Bunga" ucap Dion melerai pelukan nya,


Setelah itu Dion mulai mendekatkan wajahnya dengan wajah Bunga hingga tidak ada jarak di antara mereka berdua, Dion mengecup dan ******* bibir merah delima itu dengan perasaan cinta yang luar biasa, Bunga langsung membalas apa yang dilakukan oleh Dion, dan tentu saja hal itu membuat Dion merasa senang, hingga detik kemudian, ciuman itu berubah menjadi panas, mereka saling mengeksplor antara satu sama lain, bertukar saliva dan bertukar lidah, dan hal itu telah berhasil membangunkan gairah Dion yang sudah tidak tertahan kan lagi, hingga akhirnya Dion menggendong tubuh Bunga Persis seperti koala yang melekat ditubuh induknya, Dion mengarahkan langkah kaki nya menuju naik ke atas tangga, hingga mereka tiba di sebuah kamar dan langsung masuk kedalam kamar tersebut..


Brukkkk....


Bunga terhempas di atas ranjang yang sangat empuk dan juga mewah..

__ADS_1


"Malam ini juga kau harus menjadi milik ku sayang" ucap Dion dengan mata yang penuh gairah


__ADS_2