
Beberapa jam kemudian, setelah lelah mengendarai mobil milik nya, akhirnya Dion memutuskan untuk membawa Bunga berhenti di sebuah pantai yang lumayan jauh dari kota A, Bunga terlonjak kaget ketika dirinya membuka mata,setelah disepanjang perjalanan dia tertidur dengan lelap karena terlalu lelah menangis
"Mas, apakah kau membawa ku ke pantai? " tanya Bunga menatap wajah Dion dengan lama
"Iya, aku rasa tidak ada tempat yang lebih cocok selain tempat ini, dipantai ini kau bisa meluapkan segala emosi yang ada didalam hati mu, karena pantai ini juga tidak terlalu ramai oleh para pengunjung"
"Terimakasih mas, kau ternyata sangat lah baik kepada ku, jika begitu aku akan keluar sekarang juga" ucap Bunga tersenyum sambil menyentuh tangan Dion
Setelah itu dia pun keluar dari dalam mobil dan melepaskan sepatu yang dia kenakan,Bunga tampak berlari layaknya seorang anak kecil yang merasa bahagia, jujur saja jika selama hidupnya yang hampir berusia 20 tahun ini hanya tiga kali dirinya mengunjungi pantai , dan itu dia lakukan bersama para teman teman nya yang memiliki mobil,
Sedangkan dengan keluarga nya sendiri, Bunga tidak pernah sekali pun pergi, jangan kan untuk ke pantai, ke kota saja kedua orang tua Bunga tidak pernah sanggup untuk membawa dirinya,..
Dion yang melihat kecerian dari wajah wanita cantik itupun langsung menyunggingkan senyuman senang,, entah mengapa hal sederhana seperti ini sudah berhasil membuat seorang Bunga menjadi bahagia, sungguh Bunga adalah seorang wanita yang sederhana, dan Dion bertambah jatuh hati kepada wanita cantik tersebut..
"Mas, ayo kejar aku" panggil Bunga berteriak,
Wanita itu tampak sudah menggulung celana jeans nya sampai keatas lutut, sedangkan rambut Bunga tergerai indah melambai lambai karena terkena terpaan angin yang sepoisepoi,
Sungguh Dion terpaku melihat kecantikan alami dari wanita tersebut, ingin rasanya Dion mengejar dan memeluk tubuh wanita itu agar masuk kedalam dekapan nya..
"Kenapa dengan hati ku, aku merasa panas dingin ketika melihat wanita itu, apakah aku memang sudah jatuh hati kepada nya, Tuhan... maaf karena aku telah berpaling, aku sungguh tidak dapat menahannya lagi" gumam Dion didalam hati sambil melangkah kan kaki nya untuk mengejar Bunga..
Bunga tertawa dengan bahagia, didalam pantai itu mereka saling mengejar antara satu sama lain, baju mereka sudah tampak basah karena terkena hempasan ombak yang menerpa mereka, dan Dion yang sudah dekat dengan Bunga langsung menarik tubuh wanita itu hingga dirinya terjatuh tepat di pelukan Dion, Bunga terkejut merasakan hal itu, dan dia pun mendongakkan wajahnya untuk menatap wajah Dion..
__ADS_1
"Mas... " ucap Bunga merasa tak enak..
Dion semakin mempererat pelukannya, sehingga tidak ada jarak lagi diantara mereka berdua, kedua pasang rentina itu saling menatap satu sama lain, menyelami kedalam sinar rentina yang memantulkan wajah mereka,
"Apakah kau masih merasa sakit atas perlakuan mantan kekasih mu itu? " tanya Dion dengan jarak yang sangat dekat, bahkan nafas pria itu menyapu indah di indra penciuman Bunga.
"Aku tidak tahu mas" jawab Bunga dengan wajah bersemu malu
"Bagaimana jika aku yang akan menjadi pengobat untuk hati mu yang luka itu Bunga,apakah kau mengizinkan nya? " tanya Dion dengan tatapan penuh harap.
"Apa maksud mu mas? apakah kau sedang menembak ku saat ini? " tanya Bunga merasa terkejut sekaligus tidak yakin
"Iya, aku menembak mu Bunga, dengan pistol cinta yang aku miliki, jujur saja sejak pertama kali kita bertemu, aku sudah jatuh hati kepada mu Bunga, dan aku tidak bisa melepaskan pikiran ku untuk tidak memikirkan mu walaupun hanya sedetik, aku mohon Terima aku Bunga, aku berjanji akan membahagiakan mu dan akan mengobati luka hati mu itu Bunga"
"Tapi... aku mempunyai rasa apa apa kepada mu mas,apakah itu boleh? "
"Baiklah.... aku akan mencobanya mas" jawab Bunga tersenyum malu..
Dion yang mendengar jawaban dari Bunga pun merasa sangat bahagia, dan dia langsung mencium seluruh wajah Bunga dengan perasaan sayang...
"Terimakasih sayang, terimakasih banyak, aku sungguh merasa sangat bahagia" ucap Dion kepada Bunga..
Entah mengapa didalam hati Bunga, dia juga merasa bahagia ketika menyaksikan senyuman dari pria tampan tersebut,. sungguh tidak pernah terpikirkan oleh Bunga jika dirinya akan memiliki seorang kekasih yang berprofesi sebagai seorang anggota polisi..
__ADS_1
"Apakah aku bermimpi...!. bagaimana mungkin aku yang hanya tamatan SMK bisa menjadi kekasih dari seorang anggota kepolisian, ini benar-benar seperti mimpi" ucap Bunga didalam hatinya...
Setelah itu mereka melanjutkan permainan mereka didalam pantai tersebut, Rasa bahagia telah melupakan segalanya,
****
Sedangkan di sebuah rumah mewah milik Dio, saat ini Raka sedang terdiam sendirian setelah lelah menelfon nomor mama nya dan juga papanya, kedua orang tua itu seperti lupa akan dirinya..
Raka dijemput oleh salah satu bawahan Dion yang dia tugas kan untuk menjemput putra nya disekolah , dan setiba nya dirumah, Raka hanya sendirian tanpa teman didalam rumah mewah tersebut..
"Kenapa mama dan papa sangat sibuk dengan pekerjaan mereka, apakah aku tidak penting untuk mereka bahkan mereka selalu melupakan ku, mereka tidak ingat akan kehadiran diri ku ditengah tengah mereka" ucap Raka berwajah sedih,
Hingga tepat pukul 4 Sore, Tiba-tiba anak itu dikejutkan oleh suara dering handphone yang menghubungi handphone miliknya, Raka yang tadi nya tertidur di depan televisi pun langsung bangkit untuk menjawab telfon dari sang papa
"Hallo pa..,. papa kenapa baru mengangkat telfon dari Raka, Raka kesepian dirumah sendirian pa" ucap anak itu dengan nada yang sedih
Sungguh Dion memang melupakan anak nya itu, dan dia merasa sangat bersalah atas apa yang dia lakukan kepada Raka
"Ma'af kan papa ya nak, papa sungguh lupa akan dirimu, sekarang juga papa menuju pulang kerumah, kau bersiap siapa lah nak, papa akan mengajak mu untuk main ke mall"
"Benarkah pa.. yea..... papa. memang sangat baik, tapi apakah kita hanya pergi berdua saja pa , mama saja belum pulang kerja sampai saat ini"
"Jangan menunggu mama mu itu Raka, karena kita akan pergi dengan teman papa, sekarang papa akan meluncur untuk pulang menjemput mu, "
__ADS_1
"Iya, hati hati ya pa" jawab Raka tersenyum bahagia..
Setelah mematikan handphone milik nya Raka langsung bergegas untuk membersihkan diri dikamar mandi , dia sungguh senang karena Dion akan membawa nya untuk pergi berjalan jalan, sudah sangat lama mereka tidak pernah menghabiskan waktu bersama lagi, dan Raka yang menjadi korban atas keegoisan kedua orang tua nya itu...