Bukan Niatku Merebut Suamimu

Bukan Niatku Merebut Suamimu
Kecurigaan Riana


__ADS_3

Jika Dion dan bunga saat ini sedang memadu kasih di dalam apartemen milik Dion lain halnya dengan Riana yang merasa curiga kepada suaminya.


Dia baru saja hendak keluar dari dalam kamar dan tiba-tiba Riana menemui sebuah bukti pembayaran untuk beberapa barang-barang mewah.


Bil siapa ini? Kenapa bil ini bisa ada di depan pintu kamar, apakah ini milik mas Dion ?" tanya Riana merasa curiga.


Sebenarnya bil belanjaan itu adalah milik Dion, dia yang tadi sore baru saja membelikan barang-barang mewah untuk Bunga dan menyimpannya di dalam mobil, tanpa sengaja bil yang dia letakkan di dalam saku celana jatuh tanpa sepengetahuannya, dan malam ini Dion berencana akan memberikannya kepada Bunga serta dia juga akan memberikan Bunga sebuah ATM + kartu kredit agar kekasihnya itu tidak merasa kekurangan apapun lagi.


Riana yang merasa curiga langsung masuk kembali ke dalam kamarnya, dia mengambil handphone dan berpura-pura menghubungi teman-teman Dion yang dia kenal.


"Awas aja kalau kau benar-benar berbohong Mas, maka aku tidak akan memaafkanmu," ucap Riana geram sambil memegang handphone miliknya.


Terdengar Handphone pun mulai berdering dan suara bunyi panggilan mulai terdengar hingga Tak lama diangkat oleh seorang pria yang tak lain adalah Rio.


"Halo Bunga.! Ada apa kau menelponku malam-malam begini?" tanya Rio merasa penasaran terhadap istri sahabatnya itu.


"Gak apa apa kok mas, aku hanya ingin berbicara kepada Mas Dion," ucap Riana berpura-pura tidak bertanya.


"Hahaha….! kau sungguh lucu ya Riana, kenapa kau mau bicara dengan Dion harus menghubungi nomorku, bukankah Dion berada di rumah denganmu saat ini?" kata Rio Sambil tertawa.


Mendengar perkataan Rio, Riana menjadi meradang ternyata benar kecurigaannya kalau Dion keluar bukan untuk menemui Rio lalu kemana Dion saat ini pikir Riana di dalam hatinya.


"Oh jadi Mas Dion tidak ada sama kamu ya, sebenarnya tadi dia sempat berkata kalau dia akan keluar untuk menemuimu mas Rio, " kata Riana menjelaskan.


"Apa…! apakah dia berbicara seperti itu?' tanya Rio terbata-bata.


"Iya memang kenapa? jangan bilang kalau kau akan berpura-pura mengetahui kalau Mas Dion ada di sana saat ini, " tebak Riana kepada Rio.


"Eh tidak mana mungkin aku akan melakukan itu, tentu saja aku tetap akan mengatakan bahwa dia sedang tidak bersamaku mungkin saja Dion pergi bersama temannya yang lain," kata Rio menjelaskan


"Apakah kau tahu teman Mas Dion yang lain Siapa,"

__ADS_1


"Banyak, teman satu kantor kami kan banyak, jadi tidak mungkin aku menyebutkannya satu persatu, sekarang aku tutup dulu ya, aku harus pergi bersama istriku, "ujar Rio mencoba menghindari pertanyaan Riana yang semakin bejibun.


Setelah itu panggilan pun terputus Riana menatap layar ponselnya dengan perasaan geram.


"Kau benar-benar sudah menipuku Mas Dion, Jangan harap aku tidak akan mengetahui apa yang sedang kau sembunyikan, " gumam Riana merasa geram.


Setelah itu Riana memutuskan untuk keluar dari kamar, dia berniat ingin menjumpai putranya Raka, karena Riana tahu bahwa Dion selalu pergi bersama dengan Raka kemanapun itu.


Sesampainya di depan pintu kamar Riana membukanya secara perlahan dan mengintip ke arah dalam hingga terlihatlah Raka yang sedang fokus belajar.


"Hai anak mama Wah rajin sekali ya anak mama ini jam segini masih giat belajar," puji Riana tersenyum sambil duduk di atas ranjang milik Raka.


"Mama tumben masuk ke kamar Raka, biasanya mama tidak pernah mau masuk lagi ke dalam kamarku ini ?" tanya Raka menatap heran.


Mendengar pertanyaan Raka Riana pun sedikit tersentak, benar apa yang dikatakan putranya bahwa beberapa bulan ini dia sudah lama tidak pernah masuk ke dalam kamar putranya untuk mengecek anak tersebut.


Dan entah mengapa Riana merasa tidak suka ketika mengetahui bahwa putranya Raka sudah jauh dengan dirinya.


Raka hanya diam tanpa menjawab dan dia melanjutkan kegiatannya yang sedang membaca buku.


"Oh ya apakah Mama boleh bertanya sesuatu kepadamu?" tanya Riana manja kepada putranya.


"Mama mau tanya apa?"


"Begini ini selama ini kan kamu selalu pergi sama papamu, kira-kira ke mana saja kau diajak olehnya, Apakah papamu mempunyai seorang teman dekat?" tanya Mama Riana dengan hati-hati.


"Iya Papa mempunyai seorang teman dekat dan dia sangat baik kepada Raka," jawab Raka yang keceplosan.


Mendengar perkataan Raka,Riana pun merasa terkejut dan dia berusaha menggali kembali apa yang selama ini diketahui oleh Raka.


"Benarkah Sayang? memangnya teman papamu itu sebaik apa sih?" tanya Riana.

__ADS_1


"Temen papa itu baik dan ramah mah, dia juga lucu Raka suka kalau sudah pergi bersamanya, dia namanya Tante Bunga,"


Jeduaaar… …


Bagaikan tersambar petir jantung dan hati Riana benar-benar merasa sok dan juga terkejut.


"Tante Bunga,apakah dia teman dekat papamu?" tanya Riana memastikan.


Raka yang melihat kemarahan dari kedua mata mamanya pun langsung tersadar dengan apa yang dia ucapkan barusan, Raka menutup mulutnya dengan rapat menggunakan kedua tangannya dan dia menggelengkan kepalanya sebagai tanda bahwa dia telah salah bicara.


"Tidak mah itu semua hanya bercanda Papa tidak mempunyai teman dekat siapapun," kata Raka kepada mamanya.


Riana yang melihat ketakutan di kedua mata putranya pun langsung tersenyum dan memeluk putranya dengan erat.


Sayang kenapa kau menjadi takut seperti ini, tenang saja Mama tidak akan marah kepadamu dan juga papamu karena mama sudah sangat mempercayai papamu," ucap Riana meyakinkan Raka.


"Benarkah mah? apakah itu artinya Mama juga memperbolehkan kalau Tante Bunga main ke rumah kita?" tanya Raka menatap mamanya.


"Tentu saja boleh, Tante Bunga itukan teman dekat papamu itu artinya Tante Bunga juga adalah teman dekat mama, jadi kalau seandainya Tante Bunga main ke rumah kita maka Mama akan menerimanya dengan senang hati," jawab Riana tersenyum.


"Ya sudah kalau begitu nanti Raka akan berbicara kepada Tante Bunga agar dia mau main ke rumah kita," ucap Raka tersenyum bahagia.


Riana juga ikut tersenyum kepada putranya, setelah itu Riana menyuruh Raka untuk segera tidur karena waktu sudah menunjukkan pukul 09.30 malam.


Setelah keluar dari kamar Raka, Riana langsung duduk di kursi ruang tamu, dia memegang handphonenya sambil menatap nomor milik suaminya Dion.


"Baiklah sekarang waktunya aku untuk menghubungimu, aku ingin tahu Apa alasanmu saat ini apakah kau akan tetap mengatakan bahwa kau sedang bersama dengan Rio? "tanya Riana tersenyum sakit?


Hingga Tak lama kemudian panggilan Riana pun tersambung,dia menelpon Dion hingga berkali-kali namun tetap tidak dijawab oleh sang pemilik handphone.


"Kurang ajar kau Mas Dion…! Kau benar-benar sudah membuatku menjadi emosi,lihat saja apa yang akan aku lakukan aku tidak akan membiarkanmu bermain api di belakangku," ucap Riana penuh penekanan.

__ADS_1


__ADS_2