Bukan Niatku Merebut Suamimu

Bukan Niatku Merebut Suamimu
Riana mengadu kepada orang tua Dion


__ADS_3

Tak Butuh waktu lama kini Riana sudah tiba di rumah keluarga Dion. Dan dia langsung turun dari dalam mobilnya menuju ke perkarangan rumah, kebetulan ketika dia turun tampak mama mertuanya dan juga papa mertuanya sedang berada di pekarangan rumah tersebut.


"Riana….! Wah ada apa ini nak! Sangat jarang kau datang kemari pagi-pagi seperti ini," sapa mama Ariyani tersenyum bahagia.


"Kejutan Mama! Aku sengaja datang ke rumah Mama karena ingin bertemu dengan mama dan juga papa, aku tahu pasti saat ini Papa tidak sedang berada di kantor,makannya aku langsung datang kemari," kata Bunga tersenyum ramah.


Setelah itu Bunga pun memeluk Mama mertuanya itu dengan Sayang, dan mencium tangan Papa mertuanya dengan sangat sopan.


Papa Dion yang bernama Papa Bagas langsung menyentuh kepala Riana, dia sangat menyukai sifat Riana yang sopan dan juga menghargai orang yang lebih tua.


"Kenapa tidak menunggu Raka pulang sekolah nak, baru kau datang ke rumah Papa! Jujur p apa sudah sangat rindu dengan Raka,"


"Iya soalnya Raka sedang sekolah saat ini jadi Riana sengaja datang ke rumah Papa karena ada hal penting yang ingin Riana sampaikan pa,"


"Benarkah..! Memangnya hal penting apa Riana? apakah telah terjadi masalah dengan karir mu?" Papa Bagas menatap wajah Riana dengan sangat serius.


Hingga kemudian mereka berhenti berbicara karena kedatangan beberapa orang yang langsung menyanbut Riana dengan baik. Mereka adalah adiknya Dion dan juga kedua adik tirinya Dion.


"Hai Mbak Riana! Sudah lama nih nggak ketemu sama Mbakku yang sangat sibuk ini," goda adik Dion yang bernama Cynthia.


"Iya cintya, mbak sibuk banget soalnya di rumah sakit sedang ada pengangkatan jabatan dan termasuk dalam pemilihan itu, sebagai dokter spesialis saat ini Mbak juga sudah membuka klinik, jadi kalau kau kangen kau boleh lo main-main ke klinik Mbak,"

__ADS_1


"Wah iya papa lupa, kalau kau berniat ingin membuka klinik. Jadi kliniknya saat ini sudah mulai beroperasi ya Riana?" tanya papa Bagas tersenyum bangga.


"Iya pa, semua sudah beroperasi dan alhamdulillah pasiennya lumayan ramai. Rencananya aku ingin sedikit mengambil jadwal istirahat di rumah sakit, kalau dulu aku setiap hari harus masuk bekerja saat ini aku berencana ingin mengurangi kegiatanku itu dan lebih fokus ke klinik saja."


"Loh kenapa Mbak! Bukannya saat ini karir kamu sudah sangat bagus di rumah sakit mbak?" tanya Cintya sedikit terkejut.


"Kau benar Cintya, tapi aku mempunyai rencana yang lainnya aku ingin menambah seorang anak dari Mas Dion," ucap Riana tersenyum bahagia membuat semua orang yang ada di situ merasa senang.


"Benarkah ! Wah itu ide bagus menantuku, kau memang sudah pantas memberikan Raka seorang adik, karena dia sudah lumayan besar. Jangan sampai kau terlambat memberikannya seorang adik," ucap mama Ariyani.


"Iya mama benar dan aku yakin dalam waktu 1 bulan ini aku pasti sudah bisa mengandung anak Mas Dion kembali," jawab Riana tersenyum penuh arti.


"Selamat ya sayang! Mama bahagia mendengar berita ini, Oh iya kamu pulangnya siang aja ya, sekalian nanti mama mau masak buat kamu dan Nanti malam kamu harus datang lagi kemari bersama Dion, tadi pagi papamu sudah menelfon Dion agar kalian datang ke rumah guna melakukan makan malam bersama,"


Kini mereka sudah duduk di ruang tamu, Riana ingin mengungkapkan hal yang penting kepada keluarga suaminya itu, dan mereka mulai menatap ke arah Riana intens, apa kira-kira yang akan Riana katakan! Kenapa wajah wanita itu terlihat sangat serius.


Sebenarnya Mama Ariyani dedikit tidak setuju dengan rencana Riana ini, tapi dia berkata bahwa apa yang mereka sembunyikan saat ini harus segera dibongkar agar Dion tidak berani untuk berbuat yang semakin parah.


"Sebelum Aku mengatakan ini, aku ingin meminta maaf terlebih dahulu kepada papa! Maaf karena Riana belum bisa menjadi istri yang baik buat Mas Dion," ucap wanita itu dengan mata berkaca-kaca.


"Riana....! Kenapa kamu berkata seperti itu? Memangnya ada apa sebenarnya? Bukankah hubunganmu dengan Dion baik-baik saja, walaupun kalian kami jodohkan tapi kalian telah berhasil membuat sebuah rumah tangga yang penuh cinta dan kasih sayang, Lalu kenapa wajahmu tidak mengatakan hal itu?" tanya papa Bagas menatap penasaran.

__ADS_1


"Iya sebenarnya Mas Dion tidak pernah mencintaiku Pa! Dia juga belum bisa menerima perjodohan ini dengan hati yang tulus, jujur dia memang memperlakukanku dengan baik layaknya seorang suami, tapi rasa cintanya belum ada untukku, hanya ada rasa sayang yang selalu menghiasi hatinya yang dia berikan kepadaku."


Mendengar perkataan Riana semua orang yang ada di dalam ruang tamu itu merasa terkejut, mereka tidak menyangka kalau dia yang tampak sempurna dan lemah lembut ternyata memiliki rahasia yang sangat besar, yaitu dia tidak pernah mencintai wanita yang telah dijodohkan kepadanya.


"Apa maksudmu Riana! tidak mungkin kalau Dion seperti itu?" tanya papa Bagas terkejut.


"Tapi itulah kenyataannya pa! Aku yang merasakannya karena aku sudah berumah tangga lumayan lama dengannya, dan saat ini rumah tangga kami kembali di terpa oleh cobaan yang sangat berat, Mas Dion dengan terang-terangan mengatakan kepadaku kalau dia sudah memiliki wanita idaman lain dan dia ingin menceraikanku,"


Jeduaarrr.......


Papa Bagas langsung bangkit dari duduknya, dia menatap mata Riana dengan tajam. Sungguh perkataan menantunya itu benar-benar membuatnya merasa sok dan juga terkejut. Bagaimana mungkin putranya tega melakukan hal kotor seperti itu.


"Apa yang kau katakan Riana! Apakah benar kalau dia sudah menduakanmu?"


"Iya Pah, bahkan karena wanita itu Mas Dion berencana ingin menceraikanku, dia selalu menantangku dan dia mengatakan bahwa dia tidak pernah menyukaiku sedikitpun, dia ingin menikahi wanita itu pa,"


"Bajingan....! Dasar anak tidak tahu diri, apa ini yang aku ajarkan kepadanya, aku tidak akan membiarkan ini terjadi Riana! Kau dan Dion sudah ditakdirkan untuk bersama, dan kami yang telah menjodohkannya, jadi aku tidak akan menerima kalau Dion mencerai kamu dan menikahi wanita lain, apalagi wanita itu adalah wanita yang tidak bagus aku tahu wanita seperti apa yang disukai oleh Dion. mana mungkin wanita baik-baik mau menerima seorang pria yang sudah beristri," ucap papa Bagas merasa emosi.


"Papa memang benar! wanita itu memang bukan wanita baik-baik dan lebih parahnya lagi wanita itu adalah berasal dari kalangan miskin, Mungkin saja dia sengaja menjebak mas Dion agar mau menjadi ATM berjalan untuknya, aku yakin selama ini Mas Dion sudah memberikan kemewahan kepada wanita itu, sehingga wanita itu tidak akan mau melepaskannya pa,"


"Benar-benar keterlaluan! Aku tidak akan memaafkan anak itu l, nanti malam aku yang akan mengatakan kepadanya, kau jangan takut! Aku jamin kau dan dia tidak akan pernah berpisah, apalagi kau mengatakan bahwa kau akan segera hamil, itu artinya kalian akan mempunyai anak kembali," ucap papa Bagas meyakinkan Riana, Riana tampak menangis sedih membuat adik Dion dan juga mama tirinya Dion mendekati Riana dengan perasaan sedih juga.

__ADS_1


"Sabar Kak! ini adalah cobaan untuk rumah tanggamu, aku yakin kau pasti bisa melewatinya dan aku yakin juga Mas Dion hanya tergoda sementara oleh wanita itu, dia tidak benar-benar ingin mencarikanmu, aku tahu bagaimana sifat Mas Dion. Dia adalah seorang pria yang sangat setia dengan satu wanita," ucap Cynthia menenangkan Riana.


__ADS_2