Bukan Niatku Merebut Suamimu

Bukan Niatku Merebut Suamimu
Satu Bulan Kemudian


__ADS_3

Satu bulan kemudian.


Pagi ini Riana memutuskan untuk tidak bekerja. Sudah beberapa hari ini dia merasakan mual yang sungguh luar biasa, bahkan mencium bau masakanpun Riana tidak sanggup.


Dion yang melihat keadaan Riana tampak lemas dan wajahnya memucat pun merasa tidak tega. Walaupun mereka sudah jarang bicara sejak kejadian malam itu di rumah papa Bagas. Tapi tetap saja Dion tidak bisa mengabaikan Riana yang tampak kurang sehat.


Hingga tak lama kemudian, Dion berlari cepat kearah Riana ketika melihat wanita itu hampir saja terjatuh dari berdirinya.


"Riana!" teriak Dion terkejut.


Untung saja dengan gerakan cepat Dion dapat menangkap tubuh Riana. Karena kalau tidak maka sudah di pastikan wanita itu akan terjatuh ke bawah lantai.


"Kau kenapa Riana? Apakah kau sakit?" Tanya Dion merasa panik.


Raka yang baru saja keluar dari kamar pun langsung berlari kearah Dion yang sedang memangku tubuh mamanya.


"Ada apa pa! Kenapa dengan Mama Pa?Apakah Mama sakit?" Tanya Raka merasa khawatir.


"Papa juga tidak tahu Raka! Tiba-tiba saja Papa melihat mamamu jatuh pingsan," jawab Dion sambil menepuk pelan wajah Riana.

__ADS_1


Terlihat bibir wanita itu berwarna putih pucat, tapi suhu tubuhnya tidak panas seperti orang yang demam.


Setelah itu dengan cepat Dion pun mengangkat tubuh Riana ke atas sofa. Dia meletakkan tubuh itu dan bergegas memanggil dokter yang menjadi dokter keluarga mereka.


Sedangkan Raka tampak merasa panik. Dia pun duduk di dekat kaki Riana sambil betis mamanya itu, sungguh Raka merasa khawatir kalau sampai mamanya mengalami sakit yang parah.


"Jangan panik Raka! Mamamu tidak apa-apa, sepertinya dia hanya kelelahan saja," ujar Dion yang telah duduk di kursi yang ada di depan Raka. Dion dapat melihat kalau putranya itu merasa tidak tenang.


"Iya Pa. Tapi Mama sangat jarang sakit Pa! Jadi Raka merasa takut kalau Mama sampai mengidap suatu penyakit. Oya kalau begitu boleh tidak kalau hari Raka libur sekolah Pa? Raka ingin menjaga Mama sampai Mama sadar kembali," ucap Raka kepada sang papa.


"Ya sudah. Hari ini kamu libur saja sekolahnya, nanti biar Papa yang peermisiskan kepada kelasmu, nanti kamu jaga mama sebentar ya Raka. Papa harus tetap pergi ke kantor karena tidak bisa libur. Papa hanya absen harian saja,"


"Iya tidak apa-apa Raka akan menjaga Mama dengan baik jawab anak itu tersenyum


" Hai Bro! ? Maaf ya maaf ya karena sudah merepotkanmu. Aku tahu pasti kau sedang di rumah sakit saat ini," ucap Dion kepada temannya itu yang berprofesi sebagai seorang dokter keluarganya.


"Tidak masalah Bro! Asalkan kau bersedia membayarku banyak, aku tidak akan rugi menerima panggilanmu ini," jawab dokter Adit tersenyum bercanda.


"Ah! Kau bisa saja bercandanya,sekarang cepat masuk, dan segera kau perikasa keadaan istriku yang tiba-tiba saja pingsan. Aku sungguh tidak tahu apa penyebabnya. Atau mungkin dia kelelahan," ujar Dion memasang wajah bingung.

__ADS_1


"Baiklah aku akan memeriksa istrimu itu, di mana dia sekarang?" tanya Dokter Adit sambil berjalan masuk.


dia ada di ruang tamu Ayo aku antar ke sana


mereka berdua pun mulai berjalan menuju ke ruang keluarga di sana terlihat Raka yang masih memijat kaki kedua kaki mamanya


Wah anakmu benar-benar anak yang berbakti Dia terlihat sangat menyayangi ibunya cap dokter Adit ketika melihat Apa yang dilakukan oleh Raka


kau benar dia memang adalah anak yang penyayang dan aku sangat menyayanginya juga sekarang cepat periksa istriku karena aku harus segera berangkat ke kantor


Baiklah akan aku kerjakan sekarang juga jawab kan dokter adik mengeluarkan alat-alat medis miliknya


setelah itu dokter Adit pun memeriksa keadaan Riana dan Tak lama kemudian dokter Adit tersenyum ke arah Dion


Ada apa Kenapa kau menyonggengkan senyuman seperti itu tanya Dion merasa penasaran


kau harus senang karena sebentar lagi anggota keluargamu akan bertambah


Apa maksudmu tolong yang bercanda

__ADS_1


aku tidak bercanda saat ini Riana sedang hamil 1 bulan jawab dokter Adit membuat ujian merasa sangat terkejut


apa hamil ucapnya tidak percaya


__ADS_2