Bukan Niatku Merebut Suamimu

Bukan Niatku Merebut Suamimu
Pertengkaran Dion dan Riana


__ADS_3

Pertengkaran kecil hingga pertengkaran besar sering terjadi di antara mereka berdua, dan itu semua karena Riana yang keras kepala tak mau mendengar kan perkataan Dion, sedangkan Dion yang sudah hampir setiap hari bertengkar dan di lawan, merasa bosan kepada istri nya sendiri


Bahkan Dion pernah pergi dari rumah dan memilih untuk menginap di mess milik anak buah nya, agar membuat Riana bisa sadar dengan apa yang dia lakukan, tapi sudah begitu pun, tetap saja Riana tak mau menyadari kesalahan sendiri, dia selalu menyalahkan Dion yang tidak bisa menjadi suami pengertian,


Seperti saat ini contohnya, Riana langsung menarik tangan Dion agar masuk kedalam rumah, dia ingin menghakimi suami nya sendiri, karena sudah tidak pulang satu malaman


"Jadi kemana kamu sebenarnya mas? apakah kau sudah mempunyai wanita simpanan lain? " Tanya Riana berteriak marah


Dion terdiam mendengar tuduhan dari istrinya tersebut, apakah Riana bisa merasakan jika Dion memang telah memiliki wanita simpanan,


"Jangan asal bicara Riana! kau sudah menuduh ku tanpa bukti" sangkal Dion tak mau jujur


"Lalu aku harus berkata apa mas..! kau benar-benar telah berubah, bahkan kau tidak mau lagi menyentuh diriku, apakah aku ini kurang cantik untuk mu mas Dion? "


"Kecilkan suara mu itu Riana, ada Raka didalam rumah ini, lagian bukan kah kau sendiri yang suka menolak ajakan ku untuk melayani diriku, tapi kenapa sekarang kau malah menyalahkan ku Riana"


"Tidak, kau bohong mas, mana Mungkin aku seperti itu ,sebenarnya aku sudah lama curiga dengan dirimu, kau memang mempunyai wanita lain selain aku, dan aku tidak akan membiarkan hal itu terjadi"


"Cukup... ! jangan membuat ku semakin marah Riana, dengan tuduhan tidak berdasar mu itu, kalau kau selalu bersikap seperti ini, maka jangan salahkan aku jika aku akan melakukan apa yang kau tuduhkan barusan"

__ADS_1


Deghhh....


Jantung Riana seperti diremas dengan kuat, dia merasakan sakit yang teramat sangat dibagian dadanya..


"Apa maksud mu itu Mas Dion? tarik perkataan mu itu mas! " ucap Riana tidak Terima


Sedangkan Dion langsung tertawa dengan sangat menyeramkan,


"Kenapa...! kau takut?. bukan kah kau sendiri yang menuduhku, itu artinya kau menginginkan jika aku melakukan apa yang sudah kau tuduhkan itu, jadi jangan salah kan aku jika aku melakukan nya Riana" teriak Dion merasa marah..


Rasanya harga dirinya sudah di injak injak oleh istri nya sendiri, dan Dion tidak dapat menerima hal tersebut,


Riana sudah meneteskan air matanya, entah mengapa firasat nya mengatakan jika suaminya memang telah memiliki wanita idaman lain, Riana benar-benar tidak dapat menerima kenyataan itu, karena dirinya tidak boleh tersaingi oleh siapapun, dan apa yang telah menjadi milik nya tidak boleh di rebut oleh siapa pun juga


Ckleekk.....


Pintu yang dibuka oleh Dion terdengar jelas di telinga milik Raka, saat ini anak tersebut sedang melamun mendengar pertengkaran antara ayah dan juga ibunya.


Raka merasa bosan dengan sikap mereka berdua, andai saja dia memiliki seorang teman ataupun adik, pasti Raka bisa mengajak mereka berbicara..

__ADS_1


"Papa....! "


"Hei, kau kenapa nak? apakah kau merasa bosan? " tanya Dion duduk disamping putra nya


"Iya, Raka bingung dengan mama dan papa, kenapa kalian berdua selalu ribut seperti ini setiap harinya, apakah kalian sudah tidak saling menyayangi lagi? " tanya Raka membuat Dion merasa bingung akan menjawab apa


"Nak,sebenarnya ada hal yang tidak kau mengerti tentang orang dewasa, kami bukannya tidak saling menyayangi, tapi kamu sedang berdebat karena suatu permasalahan yang sangat rumit, maaf karena sudah menggangu ketenangan mu Raka,"


"Tidak apa pa, bagaimana kalau kapan kapan kita ajak mama untuk pergi liburan, agar hubungan papa dan mama kembali membaik seperti dulu"


"Iya, itu ide bagus sayang, memang nya Raka mau liburan kemana? " tanya Dion merasa penasaran


"Ke pantai pa, disana kata temen Raka enak banget untuk main lari lari, lagian Raka juga sudah lama gak pernah main kepantai lagi, boleh gak pa? " tanya Raka memohon


"Tentu saja boleh, minggu depan kita bertiga akan pergi kepantai" jawab Dion tersenyum manis,


Raka yang mendengar perkataan papanya itu pun langsung memeluk tubuh Dion dengan erat


"Terimakasih pa, papa memang yang terbaik

__ADS_1


" Sama sama nak"


Tanpa mereka berdua tahu jika. dibalik dinding kamar, Riana sedang mendengar kan percakapan mereka berdua...


__ADS_2