
Dion yang masih berada di kantor langsung merasa aneh ketika melihat pesan yang dia kirimkan kepada Bunga tidak kunjung dibalas oleh wanita itu.
Menurut Dion hal ini sungguh sangat tidak biasa! Karena biasanya Bunga selalu cepat membalas pesan yang dia kirimkan, dan kalaupun tidak! Bunga yang selalu rajin mengirimkan pesan untuk Dion terlebih dahulu, namun satu harian ini dia tidak merasakan hal itu. Dan Dion menyadari keanehan yang dilakukan oleh Bunga kepada dirinya.
"Ada apa sebenarnya? Kenapa wanitaku menjadi berubah! Bukankah Ibunya sudah merestui hubungan kami! Tapi mengapa Bunga tampak mengabaikanku hari ini?" tanya Dion memasang wajah bingung sambil terus menatap layar handphone yang ada di tangannya.
Hingga tak lama kemudian, Dion pun dikejutkan oleh suara Rio yang baru masuk kedalam ruangan sambil memanggil dirinya.
"Hey Bro! Apa yang kau lakukan saat ini? mengapa kau termenung seperti orang bodoh begitu?" tanya Rio mengejek.
"Jangan bertanya kepadaku hal yang tidak penting! karena aku sedang malas untuk menjawab pertanyaanmu itu,"
"Jangan begitu teman! Aku sengaj masuk kedalam ruanganmu karena ingin menyampaikan kalau acara ulang tahun Kapolres kita, akan di adakan esok lusa. Jadi kau harus membawa istri sahmu untuk menghadiri acara itu, dan ingat kalian harus tampak kompak serta mesra karena hal ini termasuk juga dalam penilaian," ucap Rio memperingatkan Dion.
Mendengar kabar tersebut Dion pun merasa kesal! Sungguh dia sangat malas untuk pergi bersama Riana, apalagi di acara yang sangat fenomenal itu.
__ADS_1
"Kenapa harus ada acara seperti ini! Aku sangat malas mengajaknya pergi bersamaku," kata Dion tanpa melihat wajah Rio.
"Kalau kau tidak mau pergi keacara seperti ini, maka kau jangan menjadi seorang polisi Dion. Jadilah seorang pria yang memiliki pekerjaan biasa saja, yang tidak harus mengemban tanggung jawab besar," jawab Rio menatap wajah Dion.
"Ya kau memang benar! Seharusnya dulu aku tidak usah menjadi seorang polisi, sepertinya aku salah mengambil cita-cita. Lebih baik aku dulu memilih menjadi orang yang biasa-biasa saja, kalau sudah begini sangat rumit untukku lepas dari Riana," Dion mulai berkata asal membuat Rio merasa heran.
"Apakah ucapanmu ini ada sangkut pautnya dengan perselingkuhan yang kau lakukan!Lagian bukankah seharusnya kau sudah mengetahui setiap peraturan yang ada jika kita tidak boleh melakukan perselingkuhan ataupun menceraikan istri kita, kecuali ada masalah yang memang sudah sangat fatal yang sudah tidak dapat termaafkan lagi, tapi kalau kau memiliki alasan yang sangat tidak masuk akal Dion! Aku tidak yakin kalau Ketua akan mengabulkan permintaanmu itu,
Mendengar perkataan Rio, Dion menjadi tersulut emosinya.
"Lalu bagaimana kalau Riana mengadukanmu kepada ketua Ibu Persit, bahwa kau sudah menduakan dirinya! Apa yang akan kau lakukan! Kau tahu bukan jika itu semua sangat dilarang oleh profesi kita, dan jika itu terjadi maka akan ada sebuah harga yang harus kita bayar yaitu kehilangan karir dan juga titel yang kau miliki,"
Mendengar perkataan Rio yang selanjutnya Dion langsung terdiam membisu, dia pun tidak pernah memikirkan sampai ke sana, tapi apakah mungkin Riana tega melaporkan dirinya? Karena kalau sampai Riana melakukan hal itu, maka bukan hanya dirinya yang akan kehilangan muka tapi Riana pun akan menanggung malu atas aib rumah tangganya sendiri, bahkan bukan hanya itu saja,Rio pasti akan mendapatkan peringatan keras dan juga ancaman atas pencopotan jabatan sekaligus pencopotan sebagai seorang polisi.
Dion akan dipecat secara tidak hormat dan dikeluarkan begitu saja, dan tentu saja hal itu membuat Dion merasa sedikit khawatir. Jangan sampai Riana mengadukan dirinya karena jika itu terjadi maka dia akan merasa bingung karena tidak memiliki pekerjaan lagi. Ya walaupun Dion memiliki beberapa usaha tapi tetap saja pekerjaannya ini benar-benar dia lakukan dengan penuh cinta.
__ADS_1
"Sudahlah! Jangan berkata yang bukan-bukaan. Lagian aku malas memikirkan hal ini, sekarang kau pergilah keluar," usir Dion kepada Rio.
Setelah itu Rio pun pergi meninggalkan ruangan milik Dion, sedangkan Dion dia kembali melihat layar handphonenya dan memanggil nomor Bunga.
"Sial! Tidak diangkat juga. Sebenarnya dia pergi ke mana? Apakah dia memiliki masalah! Tapi aku rasa aku dan dia sedang baik-baik saja saat ini, bahkan kami telah berkomitmen untuk saling percaya dan berjuang," gumam Dion merasa bingung.
****
Sedangkan di tempat lain, saat ini Bunga masih betah berada di dalam kamarnya. Dia berkali kali melihat kalau Dion menghubunginya , bahkan sudah ratusan pesan yang Dion kirimkan untuk dirinya, namun Bunga merasa berat untuk membalas ataupun mengangka panggilan tersebut.
"Maaf Mas! Aku belum siap untuk mengangkat telepon darimu, aku yakin kalau kau mengetahui keadaanku saat ini, pasti kau akan merasa khawatir dan juga marah! Jadi biarkan aku seperti ini untuk beberapa saat," gumam Bunga meneteskan air mata.
Melihat kesedihan yang dirasakan oleh ibunya Bunga pun merasa tidak tega dan di dalam hati kecilnya ingin memutuskan untuk menyudahi hubungan dia bersama dengan Dion. Walaupun di dalam hatinya yang lain Bnga tidak rela jika harus melepaskan Dion, karena dia sudah sangat mencintai pria tersebut.
Namun satu hal yang ingin Bunga tegaskan kepada Dion, bahwa dia tidak mau diberikan harapan palsu lagi oleh pria itu. Dan Bunga ingin melihat Dion untuk segera membuktikan kalau dia bersedia menceraikan Mbak Riana l, namun jika tidak maka Bunga akan memilih untuk mundur total.
__ADS_1
"Besok aku akan menemuimu dan aku akan meminta janjimu itu mas, kalau kau tidak mau menceraikan Mbak Riana maka aku akan mundur teratur! Maaf ini adalah pilihan yang terbaik untuk kita," ucap Bunga kembali.