Bukan Niatku Merebut Suamimu

Bukan Niatku Merebut Suamimu
Kejujuran Bunga


__ADS_3

"Raka..... " sapa Bunga tersenyum ramah


Raka yang merasa dipanggil pun langsung berlari mendekat kearah Bunga, dan tiba-tiba saja anak berusia 8 tahun itu memeluk kedua paha Bunga dengan erat


"Tante Bunga...! akhirnya kita bisa ketemu lagi, Raka senang deh bisa jalan jalan bareng tante " ucapnya sambil mendongakkan kepalanya menatap kewajah Bunga..


Sungguh hati Dion merasa menghangat ketika melihat kedekatan Putra nya bersama Bunga, sepertinya hati seorang anak lebih peka, dia bisa melihat kasih sayang wanita mana yang benar-benar tulus dan mau menerima dirinya


"Iya, tante Bunga juga seneng lo bisa jalan jalan bareng Raka lagi, ya sudah sekarang ayo kita keluar" ajak Bunga menggandeng tangan Raka menuju ke mobil


Dion tersenyum senang menyambut kedatangan mereka berdua, awalnya Dion berencana ingin naik keatas apartemen, tapi Bunga langsung melarang karena Bunga takut jika Raka akan mengetahui tempat tinggalnya dan mengadukan kepada mama nya secara tidak sengaja, jadi Bunga menyarankan kepada Dion agar menjemput dirinya didepan gedung apartemen saja..


Setibanya disamping mobil Raka langsung naik kekursi belakang, sedangkan Bunga naik kerkursi depan dengan pintu yang sudah dibuka oleh Dion, Bunga tersenyum melihat perhatian kecil yang diberikan oleh kekasih nya itu, sungguh Bunga tidak pernah menyangka akan diperlakukan se istimewa itu dengan seorang pria yang mau mencintai dirinya


"Terimakasih mas" ucap Bunga menatap Dion


"Sudah menjadi tugas ku sayang" jawab Dion tersenyum

__ADS_1


Hingga detik kemudian, kini mereka bertiga sudah masuk kedalam mobil dan bersiap untuk segera pergi menuju ke sebuah taman hiburan,


Di perjalanan, Dion tidak henti hentinya memegang tangan Bunga sambil mencium nya, sedangkan Raka dia fokus bermain handphone tanpa melihat kearah depan....


"Mas nanti kalau Raka melihatnya bagaimana? " tanya Bunga menatap takut


"Tidak akan, dia lagi asyik bermain game, lagian aku mana mungkin bisa berhenti untuk mencium dan menyentuh mu sayang, karena aku selalu ingin melakukan hal itu" jelas Dion kepada Bunga


"Tapi aku takut kalau Raka tahu dia akan mengadukan perbuatan mu ini kepada mbak Riana"


"Biarkan saja, aku malah senang jika dia mengetahui tentang hubungan kita ini, karena dengan begitu dia tidak akan sombong lagi kepada ku"


"Iya, begitu lah, kami menikah karena dijodohkan oleh orang tua kamu, jadi tidak ada rasa cinta yang begitu kuat didalam hati kami sayang, mungkin karena kami sama sama memiliki karir, sehingga ada kebanggaan sendiri jika mendapat pasangan yang sama sama memiliki karir juga, tapi sekarang bagi ku itu semua tidak lah penting, karena karir dan juga kekayaan belum tentu bisa membuat seseorang menjadi bahagia, sama seperti yang aku rasakan saat ini" Dion memancarkan kesedihan yang mendalam ketika mengatakan hal itu kepada Bunga..


Bunga sangat mengerti dengan apa yang dialami oleh Dion, walaupun didalam hatinya merasa tidak adil, karena dia sendiri merasa tidak bahagia akibat kekurangan ekonomi dan juga tak mempunyai sebuah karir didalam hidup nya.


"Mas, semua kehidupan itu ada sisi baik dan buruknya, jika kau tidak bahagia walaupun sudah memiliki karir dan juga kekayaan, lain hal nya dengan aku dan juga keluarga ku, kami tidak pernah bahagia karena kami selalu kekurangan ekonomi, bahkan ibu ku harus sampai menjadi pembantu dirumah orang kaya, dia rela melakukan pekerjaan itu hanya demi menyekolahkan anak anaknya, termasuk diri ku juga mas"

__ADS_1


"Apakah keluarga mu sesusah itu sayang?? maaf bukan niat ku untuk merendahkan mu? aku hanya ingin mengenal keluarga mu dan juga dirimu lebih dekat lagi.. "


"Tidak apa mas, aku tahu siapa status ku, maka dari itu, aku merasa tidak pantas jika kau lebih memilih ku dari pada istri mu sendiri, dia adalah wanita yang sempurna, aku yakin istrimu itu pasti sangat cantik" puji Bunga tersenyum lirih...


Entah lah, Apakah Bunga harus senang ataupun sedih, ketika dirinya mengambil keputusan untuk menjalin hubungan dengan seorang pria kaya yang bukan satu level dengan dirinya, bahkan pria itu juga sudah beristri, mungkin Bunga hanya akan menjadi pelampiasan sesaat dari pria itu, ataupun menjadi wanita simpanan Dion selama lamanya,


Tanpa terasa air mata Bunga menetes tanpa izin, dan dengan cepat dia membuang muka kearah kiri agar tidak terlihat oleh Dion, sedangkan Dion pria itu sedang fokus melihat kedepan karena jalanan sudah tampak ramai,


****


Disisi lain, saat ini Riana sudah selesai melihat gedung yang telah dia beli, rencananya Riana akan membuka klinik miliknya beberapa minggu lagi, dan tentu saja semua pembiayaan dia limpahkan kepada Dion


"Jadi kamu yakin akan membuka klinik nya minggu depan? " tanya.... merasa penasaran


"Iya aku yakin dong, kan uangnya sudah ada, tinggal dibeli barang barang yang diperlukan dan langsung buka, kalau para pekerja aku tinggal ambil orang orang yang sedang magang dirumah sakit kita, aku yakin mereka gak akan nolak tawaran aku ini, secara aku kan dokter yang sudah senior dibandingkan mereka, jadi mereka pasti akan merasa bangga ketika menjadi pekerja ku" jawab Riana sedikit angkuh


"Iya, tapi akan lebih baik kalau kamu cerita sama sama suami kamu Riana, "

__ADS_1


"Buat apa, aku kan mau kasih kejutan buat dia, aku yakin mas Dion akan semakin bangga miliki istri yang karir nya bagus seperti aku, sekarang ayo makan, aku udah lapar banget ini" ajak Riana menyantap makanan yang sudah tersedia di atas meja,


Saat ini Riana dan temannya sedang beristirahat untuk mengisi perut di restoran yang dekat dengan gedung yang sudah Riana beli,


__ADS_2