
Keesokan harinya matahari pagi mulai menyusup dicelah celah jendela kamar milik Bunga,
Bunga yang awalnya ingin melanjutkan tidur sampai siang hari langsung mengurangkan niat nya setelah mendengar panggilan handphone milik nya yang sedari tadi terus berdering..
"Iya bentar" ucap Bunga meraih handphone yang ada diatas kepalanya, dengan mengucek mata karena masih sangat mengantuk Bunga pun mengangkat panggilan tersebut..
"Hallo Sindy" sapa Bunga kepada seseorang di sebrang sana
"Hallo, Bunga, kamu kemana aja sih, kenapa sudah dua hari menghilang tanpa kabar? apakah kamu sakit? tapi aku cari di rumah kamu nya gak ada " tanya Sindy merasa heran dan juga panik
"Oh, aku pergi kerumah saudara aku yang ada di kota C, maaf ya aku gak kasih kabar sama kamu, apakah mbak Winda marah sama aku " tanya Bunga merasa sedikit panik
"Ya enggak marah, tapi dia tungguin kamu buat datang kesalon miliknya, oya apakah kau sudah dengar sebuah berita tentang Sinta? " tanya Sindy dengan suara yang pelan..
Bunga menghela nafas dalam, dia tahu jika Sindy pasti akan menanyakan soal hubungan nya bersama Kenzo,
Bunga memang belum sempat menceritakan apapun kepada Sindy, jika dia dan Kenzo sudah putus dan tidak memiliki hubungan apa apa lagi, walaupun didalam hati Bunga dia merasa menyesal karena Kenzo lah yang telah merebut kesucian nya secara sepihak dengan cara menjebak nya menggunakan obat perangsang
Andai Bunga memiliki kekuasaan, pasti dia akan menuntut Kenzo kepihak yang berwajib, tapi lagi lagi uang adalah kendala dari semua nya, Bunga hanya bisa pasrah dan mencoba lepas dari keterikan pria tersebut..
"Bunga, kamu kok diem aja sih, apakah kamu sudah putus sama Kenzo? " tanya Sindy menjerit penasaran..
Bunga langsung tersadar dari lamunan nya, dan dia menghembuskan nafas dengan dalam
"Iya, aku udah putus sama Kenzo, dan sekarang aku udah gak mau mengetahui apapun tentang dia lagi Sin"
"Pasti karena dia mau tunangan ya sama Sinta? kalau menurut yang aku dengar kayanya mereka berdua sudah dijodohkan, tapi aku masih gak nyangka kalau Sinta mau menusuk kamu dari belakang"
"Dia gak salah Sindy, mungkin dia terpaksa melakukan nya karena dipaksa oleh kedua orang tuanya, lagian aku sadar diri kok, mana mungkin aku bisa bersanding disamping Kenzo Sindy"
__ADS_1
"Iya kamu memang bener, sabar aja ya Bunga, aku yakin nanti kamu akan mendapatkan pria yang lebih baik dari dia, sekarang kamu lagi apa ? apakah kau tidak mau kesalon? " tanya Sindy kepada Bunga..
"Iya, aku mau kesalon aja dech, tolong sampai kan sama Mbak Sofi ya"
"Iya, pasti sobat ku yang cantik, cepetan kemari ya, aku tunggu" ucap Sindy memutuskan panggilan nya..
Setelah telfon terputus Bunga mulai membuka pesan whatsapp dari handphone miliknya, dan dia melihat ada beberapa pesan yang masuk, salah satunya dari mas Dion yang telah mengucapkan kata kata selamat pagi dengan sangat manis..
Bunga tersenyum tipis, sungguh hatinya Menghangat ketika membaca pesan tersebut
"Ya tuhan, apakah aku memang sudah jatuh hati dengan mas Dion, tapi.... dia kan suami mbak Riana! aku takut kalau semua ini diketahui oleh beliau" gumam Bunga sambil menyadarkan dirinya sendiri..
Tak mau ambil pusing, Bunga pun bergegas bangkit untuk segera menuju kekamar mandi miliknya...
***
Setelah semua selesai, dia keluar untuk bertemu dengan seluruh keluarga kecil nya..
"Pagi buk, pagi pak" sapa Bunga kepada kedua orang tuanya..
"Kak, akhirnya kau muncul juga, sudah dua hari tidak pulang kerumah, memang nya kau pergi kemana kak? " tanya adik Bunga yang bersekolah di kelas 12 SMA
Bunga tersenyum getir, sepertinya dia harus pintar menipu mulai saat ini agar kebohongan yang dia buat tidak di curigai oleh seluruh keluarga nya..
"Emm.. iya kakak menginap dirumah nya kaka Sindy, karena salon lagi ramai beberapa hari ini, jadi pulangnya lumayan lama dek"
"Oh,. apakah kakak tahu kalau seluruh ibu ibu tukang gosip di kampung kita ini sedang membahas tentang kakak, mereka curiga kalau kakak adalah seorang wanita bayaran"
"Adit..... tutup mulut mu nak! " teriak ibu Laras menatap tajam ke wajah sang putra
__ADS_1
Bunga terdiam membisu, sepertinya mulut busuk dari seseorang benar-benar bisa merusak dari ketenangan suatu keluarga , Adit memang lebih peduli dengan Bunga, dan dia juga yang sering mengingatkan Bunga agar tidak salah mencari teman, karena mereka tinggal ditempat yang padat penduduk
"Apakah kau percaya dengan mulut mereka? " tanya Bunga dengan mata berkaca kaca..
Adit membuang wajahnya kearah samping, sungguh dia merasa sakit mendengar kakak kandung nya sendiri, di gosipkan seperti itu
Sedangkan ayah Bunga hanya diam seperti orang yang tidak perduli dengan apa yang sedang terjadi..
"Aku tidak tahu kak, karena aku selalu memancing mereka agar menggosipi keluarga kita, tapi aku harap kau tidak seperti itu kak, kalau pun kau melakukan semua ini untuk ku dan juga Dodo, maka lebih baik kami berhenti sekolah saja"ancam Adit dan langsung beranjak pergi dari meja makan
Bunga mulai berkaca kaca, ketika melihat semua perkataan yang adiknya lontarkan, apakah benar jika dia adalah seorang wanita bayaran..
Tanpa terasa air mata yang sedari tadi dia tahan meluncur juga dengan deras, ibu Laras yang melihat hal itu langsung duduk disamping kursi Bunga dan menenangkan putri nya tersebut
"Bunga, jangan di ambil hati semua perkataan adik mu, dia seperti sedang ada masalah dengan teman teman nya di sekolah, sekarang kau segera makan, nanti terlambat sampai di salon"
"Iya buk" jawab Bunga mengusap pipi nya sambil menyantap makan sederhana yang sudah tersedia di atas meja makan
Hingga beberapa menit kemudian, kini Bunga bersiap siap untuk segera berangkat dengan di antarkan ibu Laras menggunakan motor matic merk lama yang ada dirumah mereka
"Beneran mau ibu antar saja? apakah kau tidak malu Bunga? " tanya ibu Laras menatap wajah sang putri
"Kenapa harus malu buk,yang penting kita tidak minta makan sama orang, ibu antar sampai halte saja, setelah itu Bunga naik bus kekota nya, kalau naik motor ini takut nya nanti motor nya malah mogok"
"Iya, y sudah ayok" ajak ibu Laras kepada Bunga
Setibanya diluar jalan mereka bertemu dengan banyak ibu ibu yang sedang berkumpul di dekat kedai pinggir jalan, Bunga merasakan jika tatapan mereka terlihat sangat berbeda ketika menatap kearah dirinya..
"Ya Tuhan, kenapa hidup ku jadi seperti ini, sebenarnya siapa yang sudah menyebar gosip itu" gumam Bunga didalam hatinya
__ADS_1