Bukan Niatku Merebut Suamimu

Bukan Niatku Merebut Suamimu
Kedatangan pelanggan elit


__ADS_3

Sepulang mengantarkan Bunga sampai naik ke salah satu bus yang akan mengantarkan dirinya menuju ketempat salon, ibu Laras mampir sebentar kesebuah warung untuk berbelanja bahan masakan untuk sore hari.


Dan setibanya di warung itu, lagi lagi ibu Laras harus menyaksikan tatapan mengerikan dari para ibu ibu yang suka bergosip untuk putrinya, mereka tersenyum sambil menyindir ibu Laras dengan sangat menyakitkan.


"Ngapain belanja buk, bukannya Si Bunga sudah jadi pacar orang kaya ya. " sindir mereka sambil tertawa cekikikan.


Ibu Laras tidak memperdulikan perkataan mereka semua, dia masih tetap fokus memilih sayuran dan juga ikan untuk segera dibeli, hingga tak lama kemudian ibu Laras mendengar kembali ocehan dari mulut mereka.


"Eh, kok kamu tahu anak buk Laras punya pacar orang kaya? memangnya kamu ada melihatnya ya? " tanya ibu yang satunya yang bernama ibu Santi.


"Iyalah aku melihatnya, bahkan aku lihat pakai mata kepalaku sendiri, kalau si Bunga itu turun dari dalam mobil yang harganya sampai miliyaran itu lo, uh.... gayanya anak sok banget, dia kira kalau turunnya di depan jalan gak akan ketahuan sama kita, padahal aku lihat lo, aku yakin pasti pacarnya adalah suami orang, makanya dia minta diturunkan di depan jalan, soalnya takut kalau sampai ketahuan sama orang kampung".


Degghhh......


Sungguh hati ibu Laras menjadi bertambah panas, dia tidak mau terpengaruh oleh omongan mereka semua, dengan cepat ibu Laras membayar belanjaan yang sudah dia beli, dan langsung keluar dari dalam warung tersebut.


Brummm... brummm.


Suara motor ibu Laras terdengar melesat pergi, membuat ibu ibu tukang gosip itu merasa marah dan juga kesal.


"Ih..... dasar orang sombong, keras kepala, lihat saja kalau apa yang kami katakan benar adanya, kami pastikan kau akan merasa sangat malu ibu Laras! " teriak Santi merasa kesal!


"Iya bener, kalau nanti omongan kita terbukti nyata, tinggal kita mampusin aja itu ibu Laras, songong banget jadi orang. " maki mereka yang juga ikut merasa kesal!


Sedangkan ibu Laras, sesampainya di dalam rumah, dia langsung meletakkan bahan belanjaannya kedalam kulkas.


"Dasar mulut mulut ember, sepertinya mereka semua memang sangat suka menggibahi putri ku, memangnya salah apa Bunga kepada mereka, lihat saja aku akan membungkam mulut mereka semua dengan mencarikan Bunga jodoh yang kaya dan juga mapan, biar sekalian mereka tidak bisa bicara lagi! " maki ibu Laras dengan perasaan marah!


Setelah itu dia pun bergegas keluar kembali dari rumah untuk menuju ketempat kerjanya menjadi seorang pembantu disalah satu rumah mewah yang ada dikomplek orang kaya.

__ADS_1


****


Sementara Bunga, kini wanita itu sudah tiba di dalam tempat salon, dan dia mulai bersiap siap untuk segera melakukan pekerjaannya, pagi ini Bunga tersenyum dengan senang setelah mendapatkan telfon dari sang kekasih pujaan.


Sebelum memulai apel pagi ini, Dion menyempatkan diri untuk mem video call Bunga, dan tentu saja hal itu membuat Bunga merasa sangat terpesona, karena artinya disetiap detik kegiatan Dion akan selalu ada dirinya yang ikut serta untuk menyemangati pria tampan tersebut.


"Eh, kamu kenapa? kok sepertinya bahagia banget? " tanya Sindy merasa penasaran.


Bunga hanya tersenyum menanggapi tapi tidak menjawab pertanyaan Sindy, membuat Sindy merasa bertambah penasaran.


"Bunga, jangan bilang kalau kamu udah dapetin penggantinya Kenzo? ayo kasih tahu aku Bunga? "


"Apaan sih Sindy, kamu kepo banget ya sama aku? " tanya Bunga tersenyum mengejek.


"Iya, makanya kasih tahu dong? "


"Datang dong, aku dengar katanya hari ini kita bakal kedatangan pelanggan spesialnya mbak Sofi lo, mereka mau melakukan treatment dan pedikur medikur hari ini, pokoknya mereka minta kita buat mermak mereka hari ini. " ujar Sindy menjelaskan


"Memangnya siapa mereka? apakah mereka istrinya para pejabat dinegara ini? " tanya Bunga penasaran...


"Gak tahu, kita tunggu aja mbak Sofi datang. "


Hingga beberapa menit menunggu akhirnya wanita yang mereka tunggu sedari tadi sudah tiba dan langsung masuk kedalam ruangan salon.


"Selamat pagi semuanya. " sapa mbak Sofi dengan ramah..


"Pagi mbak. "


Para karyati yang bekerja di salon pun langsung bangkit dan berdiri dengan sejajar rapi, mereka membungkuk hormat kepada sang pemilik salon.

__ADS_1


Mbak Sofi memandang mereka dengan tersenyum ramah, hingga tatapan matanya tertuju kepada Bunga yang sudah hadir kembali untuk bekerja di salon miliknya.


"Bunga, akhirnya kamu datang juga, mbak seneng banget lo lihat kamu mau gabung kembali di salonnya mbak", ucap mbak Sofi memeluk tubuh Bunga


Bunga membalas pelukan wanita itu, Bunga memang tipikal wanita yang cepat akrab dengan seseorang, dan mbak Sofi sangat menyusul Bunga dan dekat dengan Bunga.


"Apa kabar mbak, maaf ya kalau Bunga baru bisa masuk lagi ke salon, dan terimakasih banyak mbak karena masih terima Bunga untuk bekerja ditempat mbak lagi. "


"Iya, mbak selalu akan terima kamu lo Bunga, jadi kamu jangan sungkan ya sama mbak, lagian mbak sudah anggap kamu sebagai adik mbak sendiri lo, oya untuk semuanya mulai hari ini kita akan kedatangan pelanggan elit ya, para dokter dari rumah sakit dikota akan melakukan treatment di salon kita, jadi mbak harap agar kalian mau melayani mereka dengan baik, agar mereka merasa puas dan menjadikan salon kita sebagai salon langganan mereka, gimana? apakah kalian siap? "tanya mbak Sofi kepada para karyawatinya.


"Siap mbak, kami pasti akan memberikan pelayanan yang ekstra untuk mereka semua, " jawab mereka dengan kompak


"Bagus, aku benar-benar bangga dengan kalian semua, kalau gitu ayo sekarang kita buka salonnya, " ajak mbak Sofi semangat..


Hingga beberapa menit kemudian tampak beberapa pelanggan mulai berdatangan, Bunga benar-benar bekerja dengan baik dan juga memuaskan, para pelanggan sangat menyukai pelayanan yang Bunga berikan untuk mereka, dan tentu saja semua itu tak luput dari penglihatan kedua mata mbak Sofi, dia benar-benar suka melihat bakat Bunga yang sangat tampak mendominasi dibandingkan para pekerja yang lainnya.


"Kau sungguh berbakat Bunga, aku yakin salonku akan lebih maju saat kau bekerja disini. " gumam Mbak Sofi didalam hatinya


Dan beberapa jam kemudian, para pelanggan elit yang ditunggu tunggu oleh mereka pun mulai tiba menggunakan mobil yang super duper mewah, mereka tampak masih memakai pakaian seragam berwarna putih bersih layaknya seorang dokter.


Mbak Sofi langsung memerintahkan mereka semua untuk berdiri menyambut kedatangan mereka, hingga setibanya didepan pintu masuk, mereka mulai membuka pintu kaca dengan cara perlahan.


"Sofi....!" sapa seorang wanita yang tampak sangat cantik dan juga berkelas.


"Riana...! "


Degghhhh......


Jantung Bunga berhenti berdetak ketika mendengar nama tersebut.

__ADS_1


__ADS_2