
Tepat sore hari bunga sudah pulang ke rumah miliknya dan dia langsung disambut oleh ibunya, Ibu Laras tersenyum manis menatap Bunga, dia merasa senang karena Bunga sudah tidak seperti beberapa hari yang lalu yang suka pulang telat bahkan tidak pulang sama sekali.
"Bunga apakah harimu sangat melelahkan?" tanya ibu Laras sambil duduk di kursi di samping Bunga.
"Iya Ibu, hari ini pelanggan di salon Mbak Sofi lumayan banyak dan mereka adalah orang-orang dari kalangan kelas atas," jawab Bunga memasang wajah tidak terlalu bahagia.
"Benarkah, berarti itu artinya salonnya Sofi sudah terkenal, tapi kenapa dengan wajahmu nak? Apakah kau merasa tidak bahagia hari ini? " tanya ibu Laras meneliti tajam.
"Iya Ibu, aku rasa orang yang kehidupannya lebih berada itu kenapa terlihat sangat sombong, mereka suka sekali merendahkan orang lain apalagi orang lain itu seperti diriku," kata Bunga.
"Memang sudah hukum alamnya begitu nak dan kita sebagai orang bawahan harus sabar-sabar saja , tapi yakinlah bahwa bisa saja Tuhan menaikkan derajat kita dengan cara membuat kau menjadi salah satu dari mereka, Bunga apakah ibu boleh bertanya kepadamu?" tanya ibu Laras.
"Tentu Bu apa yang ingin Ibu tanyakan? "
"Bunga kau kan sudah beranjak dewasa,bagaimana kalau ibu menjodohkanmu dengan anak majikan ibu," kata ibu Laras sambil tersenyum.
"Apa maksud perkataan Ibu! Kenapa ibu bertanya seperti itu kepadaku? "
"Iya karena Ibu tahu bahwa kamu masih belum memiliki kekasih jadi tidak ada salahnya kalau ibu menjodohkanmu dengan anak majikan ibu, kebetulan orang tuanya sangat menyukaimu karena Ibu pernah memperlihatkan fotonya kepada mereka," jelas Ibu Laras.
"Bu aku tidak suka dijodohkan, jadi jangan pernah menjodohkanku dengan siapapun, aku bisa mencari jodohku sendiri," ucap bunga sambil bangkit dari duduknya, Ibu Laras yang melihat putrinya hendak pergi meninggalkannya pun mencekal tangan Bunga.
"Tunggu Nak kenapa kamu menjadi marah kepada Ibu? Apakah kamu tidak suka dengan rencana ibumu ini?"
"Iya aku tidak suka dan Ibu jangan pernah mengulanginya lagi," jawab Bunga sambil melangkah pergi.
Ibu Laras tidak tinggal diam dia mengejar Bunga yang telah masuk menuju ke dalam kamarnya.
__ADS_1
"Bunga dengarkan Ibu dulu,kau tidak boleh bersikap seperti anak-anak begini, kau itu sudah dewasa dan ibu ingin yang terbaik untukmu."
"Apakah kau tahu zaman sekarang mencari jodoh yang lumayan mapan itu sulit jadi bukankah suatu keberuntungan kalau majikan ibu menyukaimu dan menginginkanmu menjadi menantu mereka, lagian anak mereka juga tidak terlalu jelek anaknya itu adalah seorang pengacara yang sudah memiliki gaji yang besar," jelas Ibu Laras di depan pintu kamar Bunga.
Mendengar perkataan Ibu Laras Bunga langsung menutup kedua kupingnya menggunakan headset dan dia segera bersiap-siap untuk berganti pakaian karena akan bertemu dengan Dion.
Sedangkan di luar pintu kamar, Ibu Laras masih terus berteriak hingga membuat seorang pria muda yang tak lain adalah Adit membentak ibunya.
"Cukup bu..! Kenapa Ibu memaksa kak Bunga seperti itu ?" tanya Adit menatap tajam.
"Memangnya kenapa? Ibu hanya ingin merubah nasib kakakmu menjadi lebih baik lagi," jawab ibu Laras.
"Tapi dia tidak mau kamu jadi ya sudah jangan dipaksa.
"Iya kakakmu memang keras kepala,dia selalu mengikuti kemauannya sendiri tanpa mau mendengarkan perkataan ibumu."
Jujur saja sebagai anak laki-laki tertua di rumah itu Adit selalu memantau pergerakan kakaknya, diam-diam Adit mengetahui apa yang dilakukan kakaknya di luar rumah tapi Adit tidak pernah berkata kepada siapapun namun kalau perbuatan Bunga sudah terlewat batas maka dia sendiri yang akan memberi pelajaran kepada kakaknya.
"Saat ini aku masih diam akan kulihat Apa yang kau lakukan di luar sana tapi kalau kau tidak mau berubah juga maka aku yang akan turun tangan," gumam Adit menahan emosi di dalam hatinya
Sebagai seorang pria yang ada di rumah itu Adit merasa malu ketika orang-orang di sekitar rumahnya pada menjelek-jelekkan nama baik kakaknya Adit ingin membela tapi apa daya sedikit demi sedikit perkataan yang orang lain katakan lama-lama tampak benar terjadi
Hingga beberapa saat kemudian bunga mulai keluar dari dalam kamar dengan menggunakan pakaian yang sudah tampak rapi dan juga seksi dia berencana akan keluar dengan memesan sebuah objek online
"Bunga kamu pergi ke mana ?" tanya ibu Laras yang menahan langkah kaki bungbung
"Aku ingin pergi sebentar Tolong jangan menghalangi ku Bu,"
__ADS_1
"Tidak nak Ini sudah malam kau harus di rumah saja."
"Bu mendengarkan perkataanku Aku tidak akan melakukan hal apapun tapi mohon jangan melarangku untuk melakukan hal yang kumau sekarang biarkan aku pergi,"kata bunga meninggalkan ibunya
Sedangkan di wilayah yang tak jauh dari rumah bunga saat ini Lion sudah berhenti menunggu di pinggir jalan
Sungguh hatinya merasa sudah tidak sabar ingin segera berjumpa dengan Sang Kekasih Pujaan bunga melarang keras lion untuk masuk ke dalam gang rumahnya dan dia berkata bahwa dia akan menggunakan sebuah objek online
"Rasanya benar-benar menguji adrenalinku selain bermain di belakang Riana aku juga harus bermain di belakang para penduduk di sekitar rumah bunga"
"Pokoknya sebelum semuanya terbongkar aku harus sudah mengakui bunga agar wanita itu tidak dikerjakan oleh orang-orang yang ada di sekitarnya maupun oleh keluargaku sendiri aku harus mengatakan kepada rianna bahwa aku sudah tidak mau lagi melanjutkan pernikahan ini dan aku ingin Kalau kami segera bercerai,"
Hingga Tak lama kemudian terdengar suara ketukan kaca mobil yang diketuk oleh seorang wanita yang tak lain adalah bunga Lion dengan senang hati membuka pintu mobilnya dan mempersilakan bunga untuk masuk ke dalam
"Sayang maaf ya lama,"kata bunga mencium kedua pipi Dion
"Sayang kenapa kita seperti orang yang main kucing-kucingan seperti ini, Apakah tidak boleh kalau aku langsung menjemputmu ke rumahmu? "tanya nion merasa tidak puas
"Tentu saja boleh tapi setelah Mas Dion menceraikan Mbak Riana Aku tidak mau menjadi seorang pelakor,*
"Baiklah aku akan melakukannya aku akan berkata kepada Diana bahwa aku sudah tidak bisa lagi mempertahankan rumah tangga kami,*
"Benarkah Mas Apakah Mas serius dengan perkataanmu ini tanya bunga menatap lama
"Tentu saja benar aku ingin kalau kaulah yang menjadi istri satu-satunya untukku ucap Dion sambil ******* bibir bunga dengan sangat bergairah."
Hingga akhirnya ciuman itu pun terjadi di dalam mobil mereka menikmati serangan antara satu sama lain Lion meluapkan segala kerinduannya kepada bunga dia dia menjelajahi seluruh rongga mulut bunga yang terasa sangat memabukkan
__ADS_1