Bukan Niatku Merebut Suamimu

Bukan Niatku Merebut Suamimu
Riana Menjebak Dion


__ADS_3

Malam harinya Dion sudah pulang kembali ke rumah miliknya, dan setibanya di depan pintu dia langsung disambut oleh kemarahan Riana. Wanita itu memasang wajah sangat marah, Dion yang melihat tatapan tajam dari wanita itupun masuk ke dalam rumah untuk mengajak wanita itu berbicara.


"Aku sudah tahu apa yang kau sembunyikan selama ini dariku,kau benar-benar jahat dan kau tega menyakiti diriku mas Dion!" teriak Riana menatap tajam.


"Bukankah sedari awal sudah aku katakan bahwa aku memang memiliki wanita idaman lain! Bahkan kau mengatakan bahwa kau bisa menerimanya bukan!" seru Dion yang duduk di atas kursi ruang tamu.


"Kamu juga mengatakan bahwa aku boleh melakukan apa yang aku inginkan, yang terpenting aku tidak mengganggu rumah tangga kita"


"Tapi kenapa harus dengan wanita miskin itu Mas! Apakah kau sudah gila! Kau menyaingiku hanya dengan wanita seburuk itu, di mana otakmu Mas!" teriak Riana merasa kesal.


"Cukup menghina orang lain Riana, Karena kau tidak lebih baik daripada wanita itu, bahkan wanita itu lebih sempurna daripada dirimu sendiri," ucap Dion tak kalah berteriak sambil menatap wajah Riana.


"Hahaha…..! Kau bener-bener sempurna Mas,kau bener-bener telah melukaiku hingga berkeping-keping! Apakah kau kira aku akan menyerah begitu saja, sampai matipun aku tidak akan pernah menyerah,"


"Terserah kau mau mengatakan apa, yang terpenting aku sudah tidak memiliki rasa sedikitpun kepadamu," jawab Dion memasang wajah memerah.


Setelah itu dia langsung bergegas pergi menuju ke kamar miliknya, dia mengambil seluruh pakaiannya dan memindahkannya kekamar tamu yang ada di lantai bawah, mulai hari ini Dion berjanji kepada dirinya sendiri jika dia tidak akan tidur satu kamar lagi bersama Riana.


Sedangkan Riana yang melihat kelakuan Dion pun merasa sangat geram, di dalam hatinya dia tidak akan pernah menyerah dan dia akan membuat Dion tidak bisa menceraikan dirinya.

__ADS_1


"Jangan panggil aku Riana kalau aku tidak dapat menahanmu untuk tetap menjadi suamiku," gumam Riana tersenyum menyeringai.


****


Tidak terasa malam terus berlalu dan tepat pukul 12.00 malam Riana tidak bisa tidur dan beranjak bangkit dari berbaringnya, dia duduk k di atas ranjang setelah itu Riana membuka salah satu laci yang ada di meja nakas bagian bawah.


Riana mengeluarkan sebotol kecil obat yang dapat membuat seseorang menjadi terangsang, obat itu dia dapatkan dari salah satu temannya yang berprofesi sebagai dokter. Kali ini Riana akan menjebak suaminya sendiri, dia tidak akan membiarkan Dion berhenti untuk menyentuhnya.


"Aku akan mengambil jalan ini mas, jalan yang sangat besar dan kali ini aku harus hamil, aku yakin hanya sekali tembak pasti benihmu akan menjadi seorang anak. karena aku sudah meminum pil penyubur rahim jadi sekali saja kamu memasukkanku maka aku akan langsung bisa hamil, dengan begitu kau tidak akan mempunyai kesempatan untuk menceraikanku mas," ucap Riana tersenyum.


Setelah itu Riana mulai berjalan keluar kamar, tujuannya saat ini adalah untuk mengintip apa yang sedang dia lakukan Dion diruang kerjanya, dapat Riana lihat kalau Dion sedang ber video call dengan wanita yang sangat Dia benci yaitu Bunga.


Sungguh di dalam hatinya Riana merasa sakit dan juga panas, pantas saja suaminya sangat betah berlama-lama berada di dalam ruang kerja ternyata dirinya tidak bekerja namun malah melakukan video call bersama wanita ****** seperti Bunga.


Riana yakin kalau Dion tidak akan merasa curiga dengan kopi buatannya, dan setelah selesai diapun menuangkan cairan dari dalam botol kecil itu ke dalam kopi tersebut.


"Malam ini kau harus menyentuhku agar kita bisa memiliki seorang anak kembali, aku yakin setelah itu kau akan sadar bahwa apa yang kau lakukan selama ini adalah salah, gumam Riana merasa semangat.


Hingga tak lama kemudian kini Riana sudah membuka pintu ruang kerja milik Dion, sedangkan Dion dia baru saja selesai melakukan video call-nya bersama Bunga, karena Bunga mengatakan kalau dia telah mengantuk, ketika pintu terbuka Dion langsung mengarahkan pandangannya untuk menatap ke asal suara tersebut.

__ADS_1


Dan betapa malasnya Dion saat melihat siapa yang baru saja masuk ke dalam ruangannya, wanita itu memang tampak cantik bahkan sangat cantik, namun sikapnya membuat dia merasa muak. Setelah melihat Dion pun kembali berkutat kepada laptop miliknya, dia bahkan tidak menghiraukan keberadaan Riana yang sudah berdiri tepat di depan meja kerjanya.


"Mas ini aku buatkan kopi untukmu,"ucap Riana kepada Dion, tapi Dion tidak menjawab dan terus berkutat di depan laptopnya.membuat Riana menjadi bertambah kesal.


"Mas kenapa kau hanya diam saja! Sebenarnya aku ingin meminta maaf kepadamu, maaf karena aku sudah tidak bisa menjadi istri yang baik untukmu."


Mendengar perkataan yang dikatakan oleh Riana, Dion pun merasa jika wanita itu benar-benar meminta maaf kepadanya dan dia mulai memandang wajah Riana yang tampak menyedihkan.


"Riana maaf karena aku juga sudah tidak bisa mencintaimu, karena sejak dulu juga aku memang tidak pernah mencintai mu, aku hanya menyayangimu saja karena kau adalah ibu dari anakku dan aku mohon ayo kita berpisah," ajak Dion kepada Riana.


Riana tampak meneteskan air mata setelah itu dia pun menyuruh Dion untuk segera meminum kopi yang sudah dia suguhkan.


"Minumlah kopi ini terlebih dahulu mas, agar tubuhmu bisa kembali segar, setelah itu baru kita bahas masalah perpisahan,"


Mendengar perkataan Riana, Dion pun langsung mengambil secangkir kopi yang sudah dibuatkan untuknya, dia meminum kopi itu hingga tandas karena kebetulan dirinya juga sangat merasa kehausan. setelah itu Riana melangkah untuk keluar dari ruangan kerja Dion, namun baru saja dia sampai di depan pintu tiba-tiba saja Dion merasakan kalau tubuhnya terangsang dengan sangat hebat.


"Riana….! Apa yang kau lakukan! Kenapa tubuhku menjadi terasa sangat panas seperti ini?" tanya Dion menatap nyalang.


"Maaf Mas, aku terpaksa melakukan ini karena kau sudah tidak mau ku layani lagi, kita ini adalah pasangan suami istri tapi kau tidak mau menyentuhku," Jawab Riana mengagetkan Dion.

__ADS_1


"Apa maksudmu Riana, jangan bilang kalau kau… !*


Beberapa menit kemudian Dion pun merasakan jika gairah menggilanya tidak dapat di tahan. Dan dengan terpaksa Dion berjalan cepat kearah Riana dan menarik tubuh wanita itu sampai terjerembab di atas sofa yang ada di dalam ruang kerjanya.


__ADS_2