Bukan Penerus Tahta

Bukan Penerus Tahta
Bab 17. Aura Bertolak Belakang


__ADS_3

Malam telah tiba. Acara yang dinanti oleh semua orang seantero negeri ini untuk melihat Eiger Louis Willard tampil di hadapan publik. Sebenarnya ada hal yang mereka tunggu, selain untuk melihat ketampanan Eiger, beberapa orang menginginkan Eiger menjadi menantunya.


Coba saja pikirkan! Berapa orang yang akan berbondong-bondong datang ke mansion Willard untuk merayu Balthis dan Jean demi menjadikan Eiger sebagai menantunya?


"Berangkatlah bersama David! Aku dan Jean menyusul," pesan Balthis pada Blerim.


Balthis merasa sedikit heran. Seharusnya Blerim melakukan protes karena Balthis dan seluruh anggota keluarga lainnya mengusir Eiger. Rupanya Balthis salah besar, bahkan Blerim tidak menanyakan perihal Eiger yang saat ini tidak berada di mansion.


"Baiklah. Kami berangkat duluan, Kak," pamit David.


Blerim lebih banyak diam. Mungkin saja dia sedang menyusun rencana untuk membuat suasana kacau.


"Kak, apa yang kamu pikirkan?" tanya David. Dia yang akan mengemudikan mobilnya.


"Tidak ada. Aku beruntung kalau kak Balthis tidak mengubah jadwal yang sudah ditentukan."


Kini, David merasa khawatir. Acara malam ini jelas akan menimbulkan kegaduhan untuk semua orang. Elov tidak ada, Eiger menghilang, dan kemungkinan yang disampaikan kakaknya akan mengejutkan semua orang.


"Kak, kamu tidak sedang melakukan sesuatu yang aneh, kan?" tanya David.


Sejujurnya David sedikit ragu pada kakaknya yang satu ini. Blerim terkadang bisa melakukan sesuatu tanpa harus melakukannya sendiri. Terkadang David juga heran. Diamnya Blerim bisa memporak-porandakan keadaan.


"Tidak. Justru kakakmu sendiri yang melakukannya. Aku hanya tinggal menunggu waktu saja."


Seyakin itu Blerim pada apa yang akan terjadi malam ini. Apakah seperti di dalam pandangannya? Atau, malah berbeda jauh?


Suasana ballroom hotel terasa sangat ramai. Para tamu undangan banyak yang sudah hadir di sana. Termasuk wartawan dari media massa dan beberapa stasiun televisi yang ada akan turut menyiarkan secara langsung. Ini acara besar yang sedang ditunggu jutaan orang.

__ADS_1


Blerim dan David menemui para tamu undangan secara bergantian. Banyak yang sudah tidak sabar melihat Eiger menggantikan Balthis. Para tamu undangan banyak yang mengelukan sikap baik Eiger, hingga membayangkan betapa suksesnya Willard mendapatkan penerus sepertinya.


"Dengar! Kau sudah tahu kan apa yang mereka bicarakan?" tanya Blerim pada David.


"Iya. Euforia menyambut kedatangan Eiger sangatlah jelas. Bagaimana kak Balthis akan menyelesaikan masalah ini?"


"Terserah kak Balthis. Dia sendiri sengaja mengambil risiko itu," tegas Blerim.


Risiko apa yang dimaksud Blerim barusan? Seakan dia tahu segalanya. David mencoba mencerna ucapan kakaknya. Dia memilih mundur mencari tempat duduk yang jauh dari kerumunan.


Rasa canggung yang didera David sangatlah jelas. Sebentar lagi wajahnya akan muncul di berbagai media. Namun, ingatannya malah tertuju pada seseorang yang tidak pernah bisa direngkuhnya, yaitu kekasih masa lalunya. Namun, lamunannya harus segera diakhiri saat David sendiri mendengar antusiasme pendukung Eiger.


"Aku sangat menunggu kedatangan Eiger. Malam ini dia akan menggemparkan dunia bisnis keluarga Willard. Aku sudah tidak sabar."


"Aku juga, tetapi aku baru melihat kedatangan dua anggota keluarganya saja. Ke mana tuan Balthis beserta anak istrinya? Apakah mereka akan datang tepat waktu? Aku juga tidak sabar."


Kali ini David tahu sendiri respon semua orang kepada Eiger. Harapan mereka terlalu besar. Hal itu bertolak belakang dengan keputusan keluarga besarnya. Mampukah Balthis mendapatkan serangan berupa pertanyaan dan beberapa alasan mengenai mundurnya Eiger?


Gaun yang dikenakan Jean sangatlah indah. Gaun malam warna Light Lavender yang bertabur Swarovski itu menjadi gaun primadona bagi setiap orang yang melihatnya. Selain itu, tato kupu-kupu yang berada tepat di punggung Jean menambah keindahan dan kecantikan wanita paruh baya itu.


"Selamat datang, Tuan Balthis Willard. Sebentar lagi Anda akan menyerahkan tonggak kepemimpinan pada tuan muda Eiger. Di mana dia?" tanya salah satu tamu undangan.


Balthis dan Jean berpandangan sejenak. Mereka pikir kalau malam ini akan menjadi akhir dari kehidupannya.


"Sayang, bagaimana ini?" bisik Jean.


Balthis mencoba menenangkan istrinya. "Bersabarlah. Ini belum waktunya."

__ADS_1


Jean dan Balthis melangkah sampai ke dekorasi yang menunjukkan foto-foto Eiger. Sebentar lagi para tamu undangan akan mendengarkan drama sepasang suami istri untuk mempertahankan sikapnya yang egois itu.


David pun sudah bergabung bersama mereka. Blerim juga ada di sisi kanan podium utama. Dari keempat orang itu, hanya Blerim lah yang paling tenang. Silakan saja Balthis berbuat semaunya.


"Selamat malam," sapa Balthis. Ini merupakan awalan yang baik.


"Malam," jawabnya serentak.


Balthis sudah mulai memasang wajah sedih. Dia melirik sekilas ke arah istrinya. Seakan meminta persetujuan dari Jean. Saat wanita itu menganggukkan kepala, Balthis mulai memainkan perannya.


"Sebelumnya aku mau mengucapkan terima kasih kepada para tamu undangan yang sudah datang. Pada malam bahagia yang ditunggu, kami mengucapkan permohonan maaf yang sebesar-besarnya—"


Tiba-tiba suara mikrofon terganggu. Entah sengaja dikecilkan volumenya atau memang mengalami sedikit gangguan. Hingga Balthis mengatupkan kedua tangan di dada untuk meminta maaf pada semua tamu undangan.


Mereka sangat tidak sabaran menunggu kelanjutan pengumuman yang akan disampaikan oleh Balthis. David yang melihatnya merasa akan terjadi hal-hal yang sudah dibayangkan Blerim sebelumnya, yaitu kekacauan.


"Kami mohon maaf atas ketidaknyamanan ini. Sebenarnya aku ingin menyampaikan bahwa malam ini Eiger Louis Willard tidak bisa hadir. Dia menolak menjadi penerus tahta Willard."


Terlihat banyak aura kekecewaan yang ditunjukkan para tamu undangan. Salah satu wartawan mengangkat tangannya berniat untuk menanyakan alasan konyol penolakan Eiger hari ini. Padahal ini adalah hari yang dinantikan semua orang yang ada di sini.


"Maaf, Tuan. Kami semua yang ada di sini merasa tidak terima dengan keputusan sepihak tuan Eiger. Alasan apa yang mendasari tuan muda menolak menjadi penerus tahta Willard hari ini?"


Aura Balthis dan Jean sangatlah bertolak belakang. Semua orang terlihat sedih mendapatkan kabar seperti ini, berbanding terbalik dengan aura sepasang suami istri itu yang merasa berhasil menunda pengumuman penerus tahta.


"Itu karena ... dia merasa belum mampu mengemban tanggung jawab sebesar ini. Dia juga meminta syarat supaya bisa melangsungkan pertunangan lebih dulu dengan kekasihnya," jawab Balthis.


Balthis pikir mereka akan percaya begitu saja? Tidak sama sekali. Malah salah satu orang mendadak maju untuk melakukan konfrontasi langsung.

__ADS_1


"Maaf, Tuan. Kurasa ucapan Anda tidaklah benar. Maaf kalau aku lancang berbicara seperti itu. Aura Anda tidak menunjukkan tanda-tanda kesedihan karena tuan Eiger mundur. Justru semua terlihat bertolak belakang."


Balthis dan Jean terlihat tidak nyaman disudutkan seperti itu. Mereka mencoba melirik ke arah Blerim. Pria itu terlihat tenang saja walaupun seperti menjadi seorang tersangka. Orang barusan yang menuduh Balthis dan istrinya, malah tidak ada hubungan sama sekali dengan Blerim. Lalu, apakah Balthis mampu mencari alasan melawan orang yang bisa membaca auranya dengan sangat baik itu?


__ADS_2