Bukan Penerus Tahta

Bukan Penerus Tahta
Bab 28. Berubah Drastis


__ADS_3

"Sejak kapan kamu jadi pembangkang, Eiger?" tanya Balthis ketus.


Bisa saja apa pun yang dilakukan Eiger saat ini adalah karena dia selalu didikte oleh Blerim. Sependek pengetahuannya, Blerim dan Eiger memang sangat dekat. Keduanya seperti memiliki kesamaan dalam keseharian. Bahkan, semua pemikiran pun tidak pernah bertolak belakang.


"Aku bukan pembangkang, Papa. Aku hanya menyesuaikan apa yang Papa lakukan padaku. Bukankah itu seimbang?" tanya Eiger.


Rupanya ucapannya barusan sangat menggelitik jiwa emosional David. Setelah keluar dari mansion kemudian kembali lagi, Eiger menjadi orang yang berbeda. Sebelumnya dia selalu menjadi pria penurut. Apa pun yang diucapkan Balthis ataupun Jean selalu didengarnya.


"Kau? Tolong jaga batasanmu! Sebagai orang tua, Kakakku ingin memberikan yang terbaik untukmu. Kalau sikapmu seperti itu, lebih baik batalkan saja rencananya!" ucap David berapi-api.


"Ya, aku setuju. Lagi pula sebentar lagi Elov kembali. Kenapa kamu tidak sabar menunggu Elov kembali, Sayang? Bukankah akan sangat sulit kalau Eiger menggantikan kamu? Lalu, Elov bagaimana?" tanya Jean pada Balthis.


Dasar wanita. Dia memang tidak mengerti aturan bisnis. Balthis sengaja melakukan ini untuk menjadikan Willard Corporation menjadi perusahaan yang semakin berkembang di tangan Eiger. Semua orang sudah tertarik dengan kinerja Eiger. Bahkan, beberapa email yang masuk ke perusahaannya mengharapkan Eiger segera menggantikan Balthis.


"Bagaimana, Papa? Apakah Anda mau mendengarkan syarat yang akan aku ajukan?" tanya Eiger.


Blerim tersenyum dengan kemenangannya. Baginya, tidak salah kalau Eiger melakukan hal itu. Selain dia sudah menjadi anak pura-pura dalam keluarga ini, kemudian dibuang begitu saja seolah tidak berharga sama sekali.


Eiger juga punya hati, dia memiliki rasa kecewa, dan saat Blerim mengajaknya kembali. Dia harus memikirkan jalan untuk bertahan hidup. Kalau mereka bisa menekan satu kali, maka Eiger harus menekannya sebanyak dua kali supaya mereka tidak bisa berkutik.


"Katakanlah!" perintah Balthis. Dia menyerah untuk mendapatkan keuntungan sendiri.


Balthis belum tahu justru saat dia mengedepankan kepentingan pribadinya, Eiger membalasnya dua kali untuk kepentingan pribadinya.


"Berikan saham perusahaan atas namaku! Tidak banyak, aku butuh sekitar 25 sampai 30 persen."


David berdiri. Dia memaki Eiger. "Kau gila! Ini namanya pemerasan! Kalau bicara jangan asal bunyi, sesekali gunakan pikiranmu!"


Eiger tidak terkejut. Justru dia malah tersenyum puas sudah membuat keluarga ini tidak mempermainkan dirinya. Blerim malah tidak peduli. Apa pun yang dilakukan Eiger, dia pasti punya alasan tersendiri.

__ADS_1


"Uncle, aku tidak mau berdebat. Itu masih syarat pertama. Ada lagi syarat kedua," balas Eiger. Dia tetap tenang.


"What? Kak, Balthis! Kau sudah membesarkan orang yang akan membuatmu hancur, Kak!" keluh David lagi. Dia masih dalam posisi berdiri.


Berbeda dengan Balthis dan Jean. Keduanya masih tampak tenang. Mungkin saja Balthis punya alasan untuk mematahkan semua permintaan Eiger padanya.


"Biarkan saja, David. Aku ingin mendengarkan syarat selanjutnya," balas Balthis dengan tenang. Dia selalu menggenggam erat tangan istrinya supaya Jean tidak lagi membantah apa yang sedang direncanakan saat ini.


"Pertemukan aku dengan orang tuaku!"


Permintaan pertama, Balthis sangat sulit mengabulkannya. Dia harus berunding dulu dengan David. Kalau dengan Blerim, tidak akan menemukan titik temu. Sementara yang kedua, Balthis tanpa pikir panjang akan mengatakan hal yang membuat seluruh dunia Eiger runtuh saat ini juga.


"Itu tidak mungkin," jawab Balthis.


"Kenapa tidak, Kak? Bukankah syarat kedua jauh lebih mudah daripada yang pertama?" tanya Blerim.


"Benarkah?" tanya Jean. "Bukankah kau bilang bahwa anak ini milik orang tua yang tidak mampu? Maksudku, orang tua Eiger berasal dari orang biasa?"


"Tidak. Aku sengaja mengadopsinya untuk kita, karena orang tuanya tidak memiliki identitas yang jelas," balas Balthis.


Sangat menyakiti hati Eiger untuk yang kesekian kalinya. Benarkah Eiger adalah anak orang yang tidak memiliki asal-usul yang jelas? Kerabatnya di mana?


"Kalau begitu tunjukkan di mana makam orang tuaku!" pinta Eiger.


"Tidak sekarang! Setelah semuanya selesai, baru aku akan mengantarmu ke sana," jelas Balthis.


Eiger frustasi. Selama ini orang yang diharapkan kehadirannya ternyata sudah tidak ada. Tapi, tidak mungkin kalau Balthis tahu kedua orang tuanya. Jika mamanya sudah meninggal, papanya pasti masih ada. Tapi, di mana?


Eiger bangkit kemudian berjalan menuju ke kamarnya. Dia merasa dunianya tidak akan berguna lagi.

__ADS_1


"Kak, kau sudah mengetahui siapa orang tua Eiger secara lengkap. Mengapa tidak katakan dengan jujur? Kasihan dia," ucap Blerim.


"Aku juga tidak tahu, Blerim. Aku hanya tahu kalau dia dilahirkan, kemudian ibunya meninggal. Aku juga tidak tahu wanita itu bersuami atau tidak. Yang pasti, aku mencoba menutupi identitasnya dari wanita itu maupun kerabatnya."


David malah senang. Setidaknya dia bisa membalas sikap sombong yang ditunjukkan Eiger padanya. Kalau sudah seperti ini, David dan Balthis merasa menang.


"Benarkah? Kalau begitu di mana Kak Jean melahirkan Elov? Aku akan ke sana mencari identitasnya," bujuk Blerim. Sesuai janjinya pada Eiger, dia akan mewujudkan keinginannya. Walaupun akhirnya harus mencari makam wanita itu. Tidak masalah.


Tidak semudah itu Balthis mengatakannya. Kalau semuanya dipermudah, Blerim dan Eiger akan terus bersikap macam-macam kepadanya. Balthis memang licik, tetapi mendapatkan serangan seperti ini mendadak juga membuatnya harus memiliki senjata pamungkas.


"Tidak sekarang. Tunggu sampai semua rencanaku berjalan lancar!" jawab Balthis.


Jean, Balthis, dan David tersenyum puas sudah menyudutkan Blerim. Entah, sejak kedatangan Eiger ke mansion ini, pria itu sudah dekat sedari dulu. Mungkin saja Blerim memang menginginkan seorang anak, tetapi tidak mau menikah. Setiap Balthis menyarankan agar Blerim menikah, dia tidak mau. Sepertinya Blerim pernah terluka oleh seorang wanita.


Sementara David sendiri tidak mau menikah dengan alasan rumit berhubungan dengan wanita. Mereka hanya akan memanfaatkan pria itu untuk memenuhi segala keperluannya. Setelah itu, para wanita akan melupakan tugasnya untuk mengurus suaminya. Entah, David mendapatkan cerita kehidupan seperti itu dari siapa?


"Baiklah." Blerim mendadak mengalah. Pikirannya kali ini tertuju pada Eiger.


Kini giliran Jean yang angkat bicara. Sedari tadi dia mencoba menahan diri.


"Sayang, kenapa kamu lakukan ini?" tanya Jean.


Maksud Jean, kenapa suaminya mendadak berubah? Sebenarnya dia tahu kalau ada tamu detektif swasta yang masuk ke ruang kerja suaminya. Namun, pria itu tidak menceritakan apa pun kepadanya.


"Aku tidak tahu, Jean. Kurasa aku harus mengubah rencana secara cepat dan tepat. Anggap saja ini untuk kemajuan perusahaan. Selain itu, ini juga akan aman untuk Elov di masa mendatang."


Ya, keraguan yang mendasari Balthis memutuskan secara sepihak. Dia terlihat labil setelah bertemu dengan detektif swasta itu.


"Sayang, aku tidak percaya dengan alasan yang kamu buat. Sebenarnya ada apa?"

__ADS_1


__ADS_2