Bukan Penerus Tahta

Bukan Penerus Tahta
Bab 33. Pria Beruntung


__ADS_3

Setelah mendengar penuturan detektif swasta itu, Jean terkulai lemah di sofa. Air matanya sudah kering sehingga dia tidak mampu lagi untuk menangis. Penantiannya selama ini sia-sia.


"Kau pasti bohong, kan? Anakku pasti bisa ditemukan. Siapa yang membayarmu untuk membohongi keluarga kami?" Tuduhan miring yang dilayangkan Jean pada detektif itu tentu beralasan.


"Ya, kau benar, Kak. Pasti pria ini bersekongkol dengan orang lain untuk membohongi kita. Detektif macam apa yang bisa mengatakan kemungkinan Elov meninggal? Halo, Tuan! Pikirkan lagi ucapanmu itu. Konteksnya menggiring opini bahwa Elov masih hidup," geram David.


"Maaf, Tuan. Anda merendahkan pekerjaanku! Aku tidak terima direndahkan seperti ini. Jika memang kalian mampu mencari keberadaan tuan Elov, silakan saja. Lalu, untuk apa kalian menggunakan jasaku jika laporan yang kami berikan dituduh mengada-ada?"


Sedari tadi Balthis diam. Sebenarnya dia merasakan hal yang sama dengan istrinya. Keraguan mengenai kehidupan Elov yang sebenarnya masih bisa ditemukan dengan caranya sendiri.


"Berikan alamat rumah sakitnya!" pinta Balthis.


"Tidak! Sebelum Anda melunasi bayaranku," tegas orang itu.


"David, lekas transfer uangnya sekarang! Oh ya, jika Anda terbukti membohongi keluarga kami, aku tidak segan memperkarakan Anda ke pihak kepolisian!" ancam Balthis.


Sangat rumit sekali bekerja dengan orang kaya. Ya, walaupun detektif itu orang yang pemberani atau apa. Tentunya dia juga tidak asal memberikan informasi. Perlu penyelidikan lebih lanjut. Setelah data yang didapatkan valid, barulah mereka memberikan informasi.


Mengenai masalah ini, detektif itu sudah yakin kalau informasi yang didapat dari rumah sakit A adalah Elov dinyatakan meninggal. Selain itu, beberapa bukti menunjukkan bahwa adanya pemakaman yang memiliki nama lain yang diduga itu adalah Elov. Seperti yang sudah dijelaskan oleh pihak rumah sakit.


"Sebelum aku pergi, ada baiknya Anda melakukan autopsi pada jenazah yang ada di makam itu. Setelah itu, lakukan tes DNA ulang. Jika sampai itu terbukti benar, maka tugas kalian adalah membersihkan nama baikku yang sudah kalian coreng barusan!"


Detektif itu kemudian pergi begitu saja. Setidaknya dia sudah mendapatkan bayarannya dan tidak akan lagi berhubungan dengan keluarga kaya yang aneh ini.


"Kak, apakah kau akan melakukan apa yang dikatakan detektif itu?"


"Kurasa itu perlu, David. Agar kita semua yakin bahwa itu memang Elov. Tapi, kalau dia sudah meninggal. Kenapa bisa secepat itu? Rasanya aku berharap bahwa itu bukan Elov!"


"Kau terlihat ragu, tetapi kau juga meyakininya. Lalu, aku akan percaya pada siapa, Balthis? Rasa ragumu atau keyakinanmu?" sahut Jean.


"Aku tidak tahu, Jean. Lebih baik kita urus lebih dulu."


"Kau tidak bisa ke sana, Kak!"

__ADS_1


"Kenapa, David? Bukankah lebih cepat lebih baik?" tanya Balthis terheran.


"Selesaikan urusanmu dengan Eiger lebih dulu. Jangan buat orang-orang hilang kepercayaan padamu! Pastikan semua berjalan lancar. Dan, Kakak ipar, bersabarlah sebentar! Semua akan baik-baik saja," ucap David.


"Terima kasih, David. Kau selalu menenangkan aku."


"Sama-sama, Kak."


Balthis harus memastikan bahwa Blerim tidak tahu mengenai masalah ini. Kalau sampai dia tahu bahwa Elov tidak pasti ditemukan, pria itu akan besar kepala.


Di tempat lain, yaitu di sebuah kamar hotel, Eiger sedang mengurus kesepakatan dengan Zoe. Dia harus menyelesaikan dengan cepat.


"Zoe, kau sudah siap untuk menandatangani kontrak kerja ini?" tanya Eiger.


Sebelum pergi ke hotel tempat Zoe menginap, Eiger dan Blerim digempur habis-habisan dengan banyaknya pekerjaan. Hari ini baik Balthis dan David seolah menguji kesabarannya.


"Tunggu! Aku baca dulu isinya. Tidak ada yang merugikan aku, kan?"


"Tidak. Aku bukan pria bejat yang kamu pikirkan. Ingat, aku pria baik-baik," tegas Eiger.


"Zoe, kau tidak perlu khawatir. Uncle akan menjamin keselamatanmu selama di sini. Setelah kau sudah sepakat dengan kontrak kerja ini, mari kita bicarakan rencana selanjutnya."


Ya, sebuah rencana akan menjadi bagian dari drama keluarga besar Willard. Kalaupun kakaknya mencoba memojokkan Eiger, maka Blerim harus menemukan solusi terbaiknya.


Zoe membaca dan mencoba memahami isi kontraknya. Sesekali dia memastikan bahwa kontrak ini sangat menguntungkan dirinya. Memang benar bahwa dia akan mendapatkan uang yang banyak, selain itu semua fasilitas hidupnya akan terjamin. Namun, dia ragu karena perjanjian ini terikat oleh waktu tertentu.


"Maaf, aku tidak bisa menandatangani kontrak kerja ini!"


Sontak Eiger dan Blerim terkejut. Susah payah mereka meyakinkan Zoe bahwa semuanya akan baik-baik saja. Nyatanya terjadi penolakan yang sangat mendadak.


"Zoe! Kau sudah bertindak sejauh ini untuk datang ke sini. Mengapa sekarang kamu gagalkan perjanjian ini?" tanya Eiger yang dilanda kecemasan berlebih.


Zoe sedikit menjauh. Sebenarnya ada alasan lain dibalik penolakannya itu. Sejujurnya niat datang ke sini bukan karena itu.

__ADS_1


"Aku akan membantumu, Eiger. Tanpa imbalan apa pun."


Lagi-lagi Zoe membuatnya terkejut. Blerim tidak paham dengan cara berpikir gadis di hadapannya itu. Kalau orang lain berlomba-lomba mengejar harta benda yang dimiliki Eiger, Zoe sangatlah berbeda.


"Kau serius dengan ucapanmu?" tanya Eiger.


"Aku serius. Aku bisa merasakan betapa sedihnya karena kehilangan orang tua. Tersesat di dalam mansion keluarga asing. Aku tidak bisa membayangkan kalau itu terjadi padaku. Aku belum tentu sekuat dirimu. Bisa saja aku mengambil keputusan untuk mengakhiri hidup, tetapi kamu tidak."


"Jadi, apakah ini termasuk salah satu kesepakatan antara kalian?" tanya Blerim.


"Maksud Uncle?" tanya Blerim.


"Ya, maksudku. Itu artinya perjanjian ini dilandasi saling percaya. Oh ya, Zoe. Bisa kan kau ikuti cara permainan kami?"


"Tentu, Uncle. Setelah aku tahu bahwa Eiger adalah anak pengganti, aku sebenarnya mengutuk keras orang tuanya. Mereka sangat egois dan memenangkan dirinya sendiri. Semoga saja mereka tidak menyesal telah melepaskan pria sebaik Eiger."


Wanita asing saja mampu berkata sebaik itu. Lalu, mengapa kakaknya sendiri tidak bisa? Apakah kebenciannya telah menutup seluruh penglihatan dan kebaikan yang ditunjukkan Eiger padanya?


Bagi Eiger, itu bentuk pujian atau Zoe sengaja melambungkan namanya supaya dia merasa dimenangkan. Namun, lain halnya dalam hati Zoe. Hanya dialah yang tahu alasan sebenarnya.


"Terima kasih. Kau sudah memujiku. Aku harap ini bukan pujian pertama dan terakhir kalinya. Ehm, jangan lupa biasakan untuk berpikir dulu baru berbicara. Terkadang orang asing tidak nyaman dengan pujian itu!" tegur Eiger.


"Okay. Oh ya, Uncle. Ini masih banyak sisa uangnya. Aku kembalikan. Aku sudah mengambil secukupnya."


Blerim ingin bersyukur yang bagaimana lagi saat dia mendapatkan partner yang mengerti seperti ini. Namun, Blerim juga bukan pria yang suka menjilat ludahnya sendiri.


"Itu untukmu! Pakai saja sampai habis. Aku tidak akan memintanya lagi. Pantang bagiku menerima apa yang sudah aku berikan pada orang lain," jelas Blerim.


Tinggal menghitung hari, maka Eiger akan dikenal sebagai penerus tahta Willard. Dia menjadi pria satu-satunya yang beruntung mendapatkan jabatan dan kekayaan di waktu bersamaan.


...🌾🌾🌾...


Sambil menunggu update, jangan lupa mampir ke karya Bestie Emak. Jangan lupa tinggalkan jejaknya ❤️

__ADS_1



__ADS_2