Bukan Penerus Tahta

Bukan Penerus Tahta
Bab 30. Tetap Hidup


__ADS_3

Seluruh anggota keluarga Willard berada di ruang rapat. Rapat mendadak mengenai saham yang dimiliki oleh Eiger. Laki-laki muda itu mendapatkan 25 persen dari yang sudah disetujui oleh Balthis.


"Maaf, Tuan Balthis. Kenapa ini mendadak sekali? Apa tidak sebaiknya dilakukan setelah Tuan Eiger menggantikan Anda?" tanya salah satu pemegang saham.


"Maaf, Tuan. Sebenarnya ini sudah kurencanakan dari jauh hari. Tuan David lupa mengabari jadwal yang seharusnya. Kami minta maaf," ucap Balthis.


Lagi-lagi untuk menutupi kesalahannya, Balthis mengkambinghitamkan adiknya, David. David tidak akan menolak karena sudah memiliki kata sepakat dengan kakaknya sebelum masuk ke ruang rapat.


"Iya, Tuan. Aku minta maaf," ucap David. Walaupun dia berbohong, tetapi dia mampu menunjukkan wajahnya dengan tegak. Percaya dirinya terlalu tinggi.


"Untuk rapat pengalihan saham 25 persen ini cukup sampai di sini. Kalau ada perubahan, kami akan menginformasikan kembali. Oh ya, ada kabar gembira untuk kalian semua. Undangan ini belum secara resmi, tetapi aku sampaikan sekarang." Balthis tidak ragu lagi menyampaikannya. Namun, dalam hatinya terjadi pergolakan batin yang tidak biasa.


"Apa itu, Tuan?"


Blerim, Eiger, dan David tampak diam. Mereka membiarkan Balthis berbuat sesuka hatinya. Namun, demi menjaga keutuhan keluarga Willard, Blerim dan Eiger tetap diam.


"Seminggu lagi kami mengubah untuk melakukan menobatkan Tuan Muda Eiger Louis Willard."


"Maaf, Tuan Balthis. Bukankah seharusnya menunggu 1 bulan lagi? Bukankah Tuan Eiger akan melakukan pertunangannya lebih dulu?"


Nah, alasan ini juga benar. Ini bom waktu yang telah diciptakan Balthis kemudian Eiger terjebak di dalamnya.


Eiger berdoa dalam hatinya bahwa Balthis akan menjawabnya dengan benar. Jika tidak, Eiger akan selamanya terjebak dalam permainan Balthis.


"Ya, Anda benar, Tuan. Namun, seminggu lagi Tuan Muda Eiger akan memperkenalkan calon tunangannya itu kepada semua orang." Balthis menjawab sekenanya. Seolah skenario ini sengaja dibuat untuk menjebak Eiger.


Sebagai keluarga Willard, ingkar janji adalah hal yang mustahil. Namun, Eiger tidak bisa mengabaikan ucapan Balthis. Dia harus segera menemukan solusinya.


"Wah, ini kabar yang luar biasa. Siapakah gadis beruntung itu?" tanyanya pada Eiger.


"Tunggu saja waktunya, Tuan," jawab Eiger.


Balthis tersenyum puas. Dia akan membuat permainan hebat untuk anak angkatnya yang konyol itu.

__ADS_1


Balthis salah besar. Kalau dia menciptakan lubang untuk Eiger, maka pria itu akan selalu menemukan solusinya di saat yang tepat. Seusai rapat, ternyata Blerim sangat mengkhawatirkannya. Dia memanggil Eiger masuk ke ruangannya.


"Eiger, apa yang kau pikirkan?" tanya Blerim.


"Apalagi, Uncle? Aku harus mengikuti permainan tuan Balthis, bukan?"


"Iya, kau benar. Tapi, siapa yang akan kau bawa ke hadapan publik? Ini menyangkut reputasi keluarga besar Willard. Kalau sampai salah strategi, tidak hanya kamu saja yang terancam, tetapi jabatanmu di perusahaan. Aku berpikir kalau kak Balthis sedang mempermainkan hidupmu."


Ah, kali ini Eiger harus berpikir keras. Bisa saja dia menyewa ****** untuk memainkan drama ini, tetapi tidak. Harus dari gadis atau wanita baik-baik. Reputasinya sedang dipertaruhkan.


Memilih Biana bukanlah sosok yang tepat. Wanita itu hanya mengejar harta yang dimilikinya. Bagaimana saat dia tahu kalau Eiger hanya memainkan peran sebagai putra pengganti? Dia pasti langsung meninggalkan Eiger saat itu juga.


"Gadis itu!" seru Blerim senang. Padahal Eiger hanyalah orang lain di dalam kehidupannya, tetapi Blerim memberikan perhatian lebih. Dia tidak mau kalau Eiger disakiti oleh siapa pun.


"Siapa, Uncle?"


"Zoe," jawabnya lirih.


"Temui dia. Tawarkan pekerjaan menarik ini."


"Uncle, itu bukan solusi! Tidak bisakah kau memberikan masukan yang lain?"


"Tidak, Eiger. Pikirkan kalau kau sampai terjebak dalam hubungan dengan Biana. Itu akan semakin rumit."


Eiger menatap ke arah Blerim. Pria itu semakin menjadi pendiam sekarang. Sesekali hanya akan berbincang saat perlu saja.


"Uncle, kau baik-baik saja, kan?"


"Iya, Eiger. Aku baik. Memangnya kenapa?"


"Tidak, aku hanya merasa kalau kau berubah, Uncle."


Blerim diam. Usahanya untuk mengingat kejadian 28 tahun terasa sangat rumit. Sangat sulit membuka kenangan lama saat dia sendiri tidak tahu apa yang terjadi sebenarnya. Kamar hotel, terbaring di ranjang rumah sakit, dan Lilyana Xaviera. Tiga bagian terpenting dalam hidupnya. Sulit sekali merajut benang merahnya.

__ADS_1


"Aku baik, Eiger. Temui Zoe. Katakan padanya mengenai pekerjaan penting ini. Berikan bayaran yang tinggi padanya. Gadis itu yang akan membantumu!"


Blerim yakin kalau Zoe lah yang akan membuatnya aman. Gadis itu terlihat sangat baik.


Eiger tampak ragu. Dalam waktu yang semakin dekat, akankah gadis itu mau membantunya? Bagaimana kalau gadis itu sudah memiliki kekasih? Eiger akan kesulitan menjalankan perannya. Seandainya Biana tidak memutuskan secara sepihak, Eiger pasti mau kembali padanya. Ah, kenapa hidup ini semakin rumit?


"Aku tidak yakin, Uncle."


Eiger pesimis. Bom waktu yang dibangun Balthis benar-benar membuatnya terjebak. Drama yang dimainkan keluarga Willard begitu kejam.


"Kau sudah menyelamatkan keluargaku. Aku tidak akan pernah membiarkanmu terjebak dalam permainan kakakku sendiri."


"Terima kasih, Uncle. Kau masih sama sedari dulu."


"Sama-sama. Kau jangan pernah marah dengan takdir yang diberikan Tuhan kepadamu. Anggap saja ini memang jalan hidupmu menuju sebuah kesuksesan. Jangan ambil hati apa pun yang diucapkan kak Balthis. Jalankan peranmu dengan sangat baik," pesan Blerim.


"Uncle, entah terbuat dari apa hatimu? Kau pria baik. Kenapa tidak menikah dan memiliki keluargamu sendiri? Apakah kau sama halnya denganku? Terjebak dalam sangkar besi keluarga Willard."


Blerim dan Eiger merupakan dua orang yang berbeda, tetapi terikat satu sama lain. Memiliki sisi emosional yang sama. Saling melindungi, memahami, dan mengarahkan. Blerim lebih sering menjadi perisainya sedari dulu.


"Tidak, Eiger. Kau dan aku berbeda. Bukan keluargaku yang mengikat terlalu erat, tetapi masa laluku yang mengikatku."


Mata pria paruh baya itu berkaca-kaca. Ada sebuah dilema yang terlihat dari wajahnya.


"Apakah aku tidak tahu jika kau memiliki kenangan buruk? Ehm, maksudku, kenapa kau terlihat tertutup seperti itu? Apakah kau melakukan kejahatan besar hingga kau memutuskan untuk mengunci pintu hatimu untuk orang lain?"


"Tidak semua hal perlu diceritakan pada orang lain, Eiger. Sebagai pria, kita ditakdirkan tidak bisa menangis. Kita harus tetap kuat apa pun masalah yang menimpa. Kau juga jangan tumbuh menjadi laki-laki cengeng. Keluarga Willard bukan pria seperti itu!"


Sangat menyakitkan saat Blerim mengatakan tentang keluarga Willard, tetapi itu bukan masalah. Saat ini kehidupannya sudah terjamin. Dia kembali bekerja di perusahaan. Anggap saja ini awal yang baik untuk masa depannya. Kalau bukan harta yang membuatnya hidup, maka pengalaman dan kerja keras yang akan membuatnya tetap hidup.


"Terima kasih, Uncle."


Eiger beruntung sekali. Walaupun beberapa anggota keluarga tidak menyukainya, tetapi Blerim yang membuatnya tetap bertahan sampai sekarang.

__ADS_1


__ADS_2