
Seperti sebuah kebetulan, saat luka tembak yang dialami Eiger mulai sembuh. Kini, dia harus berjuang untuk menggagalkan rencana pernikahannya dengan Zoe. Mana mungkin Eiger bisa menikahi gadis yang menjalin hubungan palsu dengannya?
Selain itu, jika sampai Eiger menerima pernikahan itu. Belum tentu Zoe mau menerimanya.
"Apakah Uncle sudah mempunyai rencana?" tanya Eiger saat dirinya memutuskan untuk pergi ke kantor bersama pamannya.
Blerim menggeleng. "Kurasa kak Balthis sengaja mempersulit dirimu."
"Ya, kurasa begitu. Mereka pasti menyadari jika aku merupakan tipikal pria yang tidak mudah jatuh cinta. Itulah mengapa mereka tidak terkejut sama sekali mengenai hubunganku dengan Zoe. Sekarang, bagaimana caraku supaya terbebas dari jeratan pernikahan ini?"
Eiger pesimis setelah mengatakan permasalahan yang dideritanya. Bagaimanapun jalannya, Balthis tetap selangkah lebih maju.
"Kurasa kau sudah tahu jawabannya. Jangan bodoh, Eiger. Balthis bisa melakukan apa pun. Maka kau pun bisa melakukan semua ini dengan sangat baik."
"Iya, aku tahu. Pilihannya hanya dua. Take it or leave it!"
"Hemm, lalu apa yang akan kau ambil?"
"Take it!"
"Kau serius? Itu artinya kau harus meyakinkan bahwa cintamu pada Zoe itu nyata dan tulus. Tapi, ini agak aneh menurutku. Ehm, sejak kapan kau jatuh cinta padanya?"
Keputusan tanpa sebab, itu tidak akan pernah menjadi pilihan Eiger. Blerim tahu betul akan hal itu.
"Nanti malam aku akan menjemputnya. Kalau dia menolak, aku sudah memiliki opsi lain."
Blerim sepertinya tidak suka kalau Eiger menunda tujuannya. Dia bisa menunda dan memikirkan solusi urusan kantor ketimbang hal penting yang akan menjadi tujuan Eiger.
"Antarkan Uncle ke kantor, setelah itu lekas jemput Zoe. Bernegosiasi dengan wanita tidak semudah kau mengurus pekerjaan kantor," saran Blerim.
"Apakah papa tidak akan marah? Saat dia tahu kalau aku sengaja tidak datang ke kantor."
__ADS_1
"Aku punya alasan. Pergilah!" perintah Blerim.
Setelah mengantarkan Blerim ke kantor, Eiger langsung pergi menuju ke danau. Tempat di mana Eiger dan Zoe pertama kali bertemu.
"Aku akan mampir ke toko bunga yang tidak jauh dari danau. Semoga dia menyukai apa yang akan kuberikan nanti."
Eiger berniat memberikan satu buket bunga yang cukup besar dan indah untuk wanita spesial itu. Walaupun nantinya dia akan mendapatkan penolakan, itu bukan masalah.
Saat memasuki area danau, hatinya mulai tidak terkontrol. Ada rasa rindu menggebu berbungkus penasaran dengan apa yang akan terjadi selanjutnya. Eiger untuk mengambil keputusan ini sudah melewati beberapa pertimbangan. Itu artinya hubungan yang terbentuk antara Zoe dan Eiger benar-benar nyata.
"Ah, ****! Di mana tempat tinggalnya? Aku lupa mengirimkan pesan padanya."
Eiger mencoba mengambil ponselnya. Dia mendial nomor Zoe yang sudah dimiliki sejak beberapa minggu yang lalu. Namun, panggilan tidak tersambung. Ponselnya tidak aktif.
"Ke mana perginya?"
Eiger tidak bisa berdiam diri saja. Dia harus berusaha menemukan keberadaannya. Jangan sampai kesempatan untuk bertemu dengan Zoe dan membicarakan hal penting itu tertunda.
Eiger menyusuri jalan setapak menuju ke jalan utama yang tidak jauh dari tempat parkir mobilnya. Dia mencoba bertanya ke sana kemari untuk menemukan keberadaan Zoe. Jawabannya sangat menyedihkan. Tidak satu pun yang mampu menemukan keberadaan Zoe. Padahal Eiger juga sudah menawarkan imbalan besar jika mereka tahu di mana Zoe sekarang.
Sepemikiran dengan Eiger. Namun, hari ini orang itu tidak melihat keberadaan Zoe. Perasaan cemas menderanya. Eiger tidak bisa kembali sebelum menemukan keberadaan gadis itu.
Pandangan matanya tertuju ke tanah. Dia sempat melihat sesuatu yang sangat dikenalnya. Patahan gelang tangan yang pernah dipakai Zoe saat menghadiri acara pada malam itu. Ya, Eiger sangatlah mengenalnya.
Diambilnya kemudian dilihat dengan seksama. Ini bukan patahan gelang biasa.
"Zoe dalam bahaya!" Pikiran Eiger langsung tertuju pada kasus penculikan.
Eiger tidak bisa melibatkan Blerim. Dia harus berusaha sendiri menemukan keberadaan Zoe.
Eiger mengambil mobilnya. Dia mencoba mengingat tempat-tempat yang mungkin digunakan untuk menyekap Zoe. Tidak hanya itu, Eiger juga memikirkan orang-orang yang mungkin berada di balik semua kejadian ini.
__ADS_1
"Apakah ini ulah papa? Atau, justru orang lain?"
Eiger menyusuri jalanan sepi di siang hari. Ini belum petang, tetapi keberadaan Zoe masih belum diketahui tepatnya.
Zoe berada di dekat danau untuk menikmati keindahan air yang sangat luas itu. Tiba-tiba dari belakang, seseorang membekapnya dengan sapu tangan. Zoe sempat memberontak hingga gelang yang dipakainya putus menjadi beberapa bagian.
Kini, Zoe dalam kondisi tidak sadar. Dia diikat di sebuah kursi yang ada di dalam gudang kosong. Sepertinya penculikan itu sudah direncanakan dengan baik hingga tidak seorang pun menyadarinya.
Zoe selama ini tidak menyadari jika dirinya menjadi incaran seseorang sejak lama. Bahkan, saat Eiger tahu siapa penculik sebenarnya. Maka drama keributan akan semakin panjang dengan kesalahpahaman yang diciptakan sang penculik.
Tidak hanya itu, Zoe yang tidak sadarkan diri itu pun dijaga oleh beberapa pria berbadan besar. Para pria itulah yang menculiknya.
Saat seorang wanita masuk, para pria itu tunduk hormat padanya. Ini pencapaian yang luar biasa setelah menyusun strategi yang tepat.
"Aku tidak menyangka akan mendapatkan hasil maksimal seperti ini," ucap wanita itu.
"Iya, Nona. Ini semua berkat Anda juga."
Betapa bahagianya melihat kondisi wanita yang terikat di kursi tua itu. Itu ganjaran yang pantas diterima olehnya.
"Buang dia sejauh mungkin! Aku tidak mau melihat keberadaannya di sini!" perintah wanita muda itu.
"Tapi, Nona—"
"Jangan banyak membantah. Kau mau tidak dibayar, atau bagaimana, hah? Kerjakan pekerjaanmu dengan baik. Dan, satu lagi! Pastikan wanita itu jauh-jauh dari keluarga Willard."
Setelah memerintahkan kepada para anak buahnya, wanita muda itu keluar. Dia mengambil ponselnya untuk melihat foto seseorang yang ada di ponselnya.
"Sayang sekali kau tidak pernah melihatku, Eiger! Aku bukan wanita baik-baik, tetapi aku memiliki cinta yang lebih kepadamu. Aku tidak tahu, kenapa kau lebih memilih adikku ketimbang diriku?" tanya wanita itu pada dirinya sendiri.
Selama ini dia menjauh dari keluarganya karena cemburu pada saudari tirinya. Papa tirinya lebih sering mendukung semua rencana gadis itu.
__ADS_1
"Sebentar lagi kau tidak akan bisa lari dari tuduhan itu, Biana. Kita lihat saja nanti. Setelah kau masuk ke penjara, gadis itu menghilang, dan aku yang akan menjadi satu-satunya di hidup Eiger. Kalian berdua sudah menang banyak. Sekarang giliranku!"
Gadis itu mengirimkan beberapa foto kepada salah satu keluarga Willard. Bukan kepada Eiger langsung, tetapi kepada anggota keluarga Willard yang lainnya.