Bukan Penerus Tahta

Bukan Penerus Tahta
Bab 68. Ingin Tahu


__ADS_3

Resepsi pernikahan ini merupakan ajang lomba sakit hati. Kekecewaan Biana pada Eiger tidak luput dari pandangan semua orang. Termasuk Blerim yang sedari tadi mengamati saudara iparnya.


Blerim tidak tahan. Dia segera mendatanginya. Melihat Biana sudah jauh dari papanya, barulah Blerim berani mendekat.


"Rupanya kau menyesal," ucap Blerim.


"Uncle?"


"Kau menyesal telah meninggalkan Eiger, bukan? Jangan pandang bahwa dia adalah anak pengganti atau anak angkat. Bagaimanapun Kak Jean sudah memperlakukannya dengan sangat baik."


Harusnya tidak seperti ini. Harusnya Biana mau mendengarkan Eiger tanpa meninggalkan pria itu. Sekarang, hanyalah penyesalan saja yang didapat.


"Sebaiknya Uncle menjauh dariku!" Biana mengusir pria yang selama ini begitu dekat dengan Eiger.


"Kau mengusirku? Baiklah. Aku akan pergi. Lagi pula tidak ada gunanya aku berada di sini, bukan?"


Blerim benar. Dia hanya akan menyakitinya saja. Selanjutnya Blerim mendekati Eiger. Dia ingin menyampaikan sesuatu.


"Eiger, Biana masih mencintaimu," bisik Blerim.


"Biarkan saja, Uncle. Itu keputusannya. Oh ya, apa perkataan mama itu benar? Ehm, maksudku akan menjadikan aku sebagai pengganti papa?" tanya Eiger.


Blerim tidak tahu pasti rencana itu, tetapi setelah menikah Blerim akan menuntaskan janjinya kepada Eiger. Dia akan mencarikan orang tuanya agar Eiger merasa nyaman tinggal di mansion.


Biana tiba-tiba mendekati Zoe kemudian menjauhkan gadis itu dari suaminya. Zoe terkejut. Dia hampir jatuh. Beruntung Blerim lekas menangkapnya.


"Kau baik-baik saja, Zoe?" tanya Blerim.


"Iya, Uncle. Aku baik-baik saja."


Eiger tampak kesal karena perhatian semua orang tertuju padanya. Terlebih Biana dengan tidak tahu malunya tiba-tiba menggandeng mesra tangan pria itu.

__ADS_1


Jean yang sebenarnya berada di tempat yang jauh, tiba-tiba mendekati Biana kemudian memisahkannya dari Eiger. Sangat memalukan sekali. Jean tidak menamparnya, melainkan langsung mengusir Biana dari arena pesta yang belum usai.


"Keluar kau dari sini! Aku bisa saja bertindak kasar, tetapi aku mencoba bersikap baik padamu. Tolong jangan kacaukan pernikahan putraku!" bentak Jean.


Suasana pesta semakin tidak kondusif. Elmer memutuskan untuk membawa Biana pulang. Sepanjang jalan, pria itu terus saja memarahi putrinya.


Sementara Bianca, dia sudah diwanti-wanti untuk pulang lebih cepat. Walaupun menginap di hotel, mereka harus pulang ke mansion lebih cepat.


"Pesta sebentar lagi usai. Kalian bisa menginap di hotel sesuka hati kalian, tetapi kembali ke mansion adalah keharusan. Jangan sampai lupa!" pesan Jean pada David.


David sebenarnya tidak nyaman harus mengikuti kemauan kakak iparnya. Namun, bagaimana lagi karena mansion itu masih bagian dari keluarganya.


"Iya, Kak. Aku dan Bianca akan segera kembali."


Terpaksa David harus mengalah. Malam ini dia menginap di hotel, sementara keluarga lainnya pulang ke mansion.


"Kau tidak apa-apa, Zoe?" tanya Eiger.


"Kau jangan khawatir, Sayang. Biana hanya cemburu. Dia mencoba mendekati Eiger, tetapi aku tidak akan pernah mewujudkannya. Kau percaya pada kami, bukan?" sahut Jean.


Zoe tidak pernah takut karena komitmen Eiger sudah jelas. Namun, yang ditakutkan adalah saat Bianca masuk ke mansion. Wanita itu seperti berseberangan dengan mama mertuanya.


"Oh ya, kalian semua ada di sini. Kebetulan sekali. Aku ingin menagih janji Uncle Blerim. Tidak masalah, kan? Ehm, maksudku janji untuk mencari keberadaan orang tua kandungku. Setidaknya aku tahu bahwa aku juga pernah dilahirkan dan ingin agar mereka bahagia melihatku seperti ini. Bagaimana?" tanya Eiger.


Balthis yang saat ini duduk di dekat istrinya sontak menoleh ke arah Eiger. Putranya masih bersikeras untuk mengetahui orang tua kandungnya. Balthis tidak bisa mencegahnya lagi. Terlebih anak kandungnya sendiri benar-benar sudah tiada.


"Kalau Kak Balthis setuju, maka aku akan segera mencarikannya," sahut Blerim.


"Pergilah! Aku tidak berhak melarangmu untuk mengetahui yang sebenarnya. Kau akan kembali ke mansion, bukan?" tanya Balthis.


Mana mungkin Eiger bisa meninggalkan orang yang sudah merawatnya sejauh ini? Setidaknya dia tahu orang tuanya. Setelah itu, dia akan kembali lagi.

__ADS_1


Saat mereka sudah sampai di mansion, Eiger dan Zoe segera pergi ke kamarnya. Hanya tersisa tiga orang tua.


"Blerim, apa kau yakin dengan keputusanmu?" tanya Balthis.


"Tentu saja, Kak. Aku sudah berjanji padanya. Memangnya kenapa?"


Balthis yakin bahwa kesedihan pasti menimpa Eiger. Orang tuanya tiada, tetapi tidak ada bukti yang kuat tentang keberadaan orang tuanya. Balthis pun hanya mendapatkan setengah dari cerita dokter. Sangat membingungkan kala itu.


"Ibunya tidak pernah mau disebutkan namanya. Setelah itu, tidak ada kabar lagi dari wanita yang melahirkan Eiger. Aku yang menamainya, tetapi aku tidak pernah tahu siapa orang tuanya." Balthis mencoba mengingat kejadian puluhan tahun yang lalu.


"Tidak masalah, Kak. Asalkan aku bisa mendapatkan informasi," ucap Blerim.


Eiger dan David sudah menikah. Hanya tersisa Blerim saja. Sampai saat ini dia belum mau menikah. Bahkan, belum ada satu pun wanita yang sanggup menggoyahkan hatinya.


"Blerim, kau tidak berencana menikah? Ehm, maksudku sampai kapan kau akan terus seperti ini? Eiger sudah menemukan tambatan hatinya. Sedangkan David pun sudah menikah. Walaupun akhirnya nanti akan seperti apa," jelas Jean. Ada rasa khawatir berlebihan pada satu adik suaminya itu yang belum pernah move on dari kekasihnya di masa lalu.


"Aku belum bisa melupakan Lilyana, Kak. Aku merasa kami masih terikat sampai hari ini. Yah, kau pasti paham lah bagaimana sulitnya mencintai tanpa bisa melupakan. Terlebih aku juga tidak tahu pasti keberadaannya di mana?"


Sulit sekali meyakinkan Blerim. Keteguhan hatinya yang selalu mengharap kehadiran cintanya di masa lalu tidak pernah pudar sama sekali.


"Oh ya, kalaupun dia sudah menikah dan memiliki keluarga utuh, aku pasti akan rela. Namun, menghilangnya tanpa ada kejelasan. Aku bimbang," lanjut Blerim.


Sulit melupakan cinta lama yang belum pernah berakhir hingga kini. Orang boleh mengatakan Blerim bodoh atau apa pun itu. Yang pasti, cintanya pada Lilyana murni tanpa mengharapkan imbalan apa pun. Bahkan saat keberadaan Lilyana tidak pernah bisa dipastikan sama sekali, Blerim pun masih mencintainya.


Sementara di sebuah kamar yang berada di mansion. Lebih tepatnya kamar Eiger, mereka sedang bersiap untuk tidur. Malam hampir larut. Seusai mengganti pakaiannya, mereka pun naik ke ranjang.


Zoe duduk bersandar pada tubuh suaminya. Eiger memeluknya dari belakang. Rasanya sangat hangat dan damai.


"Eiger, apa kau yakin akan mencari orang tua kandungmu? Apa itu tidak akan menyakiti perasaan mama dan papa?"


Sebenarnya ucapan Zoe ada benarnya. Namun, dia juga ingin tahu asal-usulnya. Daripada mengira-ngira, lebih baik mendapatkan kepastian. Setelah itu, dia akan kembali pada keluarga besarnya.

__ADS_1


__ADS_2