Bukan Penerus Tahta

Bukan Penerus Tahta
Bab 24. Berlian Terindah


__ADS_3

Berada di ruangan VVIP sebuah restoran dengan menikmati makanan enak bukan menjadi impian Eiger saat ini. Dia harus memikirkan bagaimana mendapatkan calon istri dalam waktu dekat. Dia juga menjelaskan beberapa alasan untuk menolak ide gila ini. Namun, Blerim membantahnya.


"Alasan malam itu adalah tanggung jawabmu, Eiger."


Celaka! Sampai kapan Eiger terjebak dengan drama yang dibuatnya sendiri?


"Keuntungan apa yang akan aku peroleh?" tanya Eiger yakin.


Kalau Balthis bisa mengambil keuntungan darinya, maka Eiger pun bisa melakukan hal yang sama. Setidaknya kalau dia benar-benar didepak dari Willard, Eiger memiliki cukup uang untuk bertahan hidup.


"Seluruh harta Willard beserta apa pun yang akan ditinggalkan kak Balthis!"


Wow, ini menarik. Setelah perlakuan Balthis dan istrinya beberapa waktu lalu, Eiger sepertinya hilang kepercayaan. Tidak hanya terhadap pasangan suami istri itu, tetapi juga pada Blerim, pamannya.


"Aku tidak tertarik. Uncle pasti mau menipu aku, kan? Dengan iming-iming semua kekayaan keluarga Willard yang sebenarnya itu hanyalah khayalan belaka."


Blerim tersenyum. Dia tidak akan menyudutkan Eiger kali ini. Dia cukup tahu kesakitan apa yang diterimanya selama ini. Dia hidup di dalam keluarga yang berpura-pura menyayanginya.


Saat merasa tidak dibutuhkan lagi, Eiger dibuang begitu saja. Tidak ada yang mau merangkulnya lagi seperti sebelumnya. Dia benar-benar dibiarkan sendiri.


"Kembalilah ke mansion! Jalankan peranmu dengan baik. Aku yang akan menjamin semuanya."


Eiger yang sebenarnya tidak pernah gila harta, mendadak berubah menjadi pria yang penuh perhitungan. Kalau keluarga Willard bisa berbuat licik dengan memisahkannya dari orang tua kandungnya, maka Eiger harus bisa menemukan mereka dengan tangannya sendiri.


Seperti sedang bermain peran. Seusai makan siang, Eiger benar-benar kembali ke mansion. Blerim lah yang membawanya untuk kembali.


Sama seperti sebelumnya, melihat kedatangan Blerim bersama dengan Eiger membuat wanita itu mengalihkan pandangannya. Dia tidak menyangka kalau anak itu akan tinggal bersamanya lagi.


"Blerim, apa yang kamu lakukan?" tanya Jean dengan suara yang terlihat tidak bersahabat.


"Aku butuh Eiger. Dia berhak ada di sini. Kalau Kakak tidak suka, silakan sampaikan keberatan ini pada suamimu!"


Baru saja merasakan ketenangan dan kehampaan di waktu yang bersamaan, kali ini Jean harus melakukan negosiasi lagi kepada suaminya. Bahkan, dia tidak tahu kalah Eiger akan kembali secepat ini.


Blerim mengantarkan Eiger kembali ke kamarnya. Laki-laki itu meletakkan kembali tas dan koper yang sempat dibawanya pergi dari rumah.

__ADS_1


"Uncle tahu sendiri kan, bagaimana nyonya, ah atau mama Jean itu bersikap kepadaku?"


"Bersabarlah. Aku yakin kalau kamu bisa menjalaninya dengan baik. Oh ya, besok kamu harus kembali ke kantor."


Apalagi ini, Tuhan? Kenapa skenario kehidupannya sudah diatur seperti ini? Terkadang Eiger ingin berteriak, menolak kehidupan palsu ini, tetapi jika Eiger tidak bertahan seperti ini. Dia tidak tahu lagi akan hidup seperti apa.


Selain menyerahkan diri ke dalam keluarga Willard, perlahan Eiger akan mencari keberadaan orang tua kandungnya.


"Aku meminta syarat padamu. Apa Uncle mau mendengarnya?"


"Tentu saja. Katakan!"


"Aku mau kembali pada keluarga kandungku."


Syarat yang diajukan Eiger ini mudah, tetapi juga rumit. Blerim bisa dengan mudah mencarinya di tempat Elov dilahirkan. Namun, itu tidak akan dilakukan sekarang. Tunggu sampai Eiger menjadi pengganti kakaknya dulu.


"Aku berjanji akan mewujudkan syarat yang kamu ajukan, tetapi—"


"Jangan coba mempermainkan aku lagi, Uncle!" ancam Eiger. "Jika tidak, aku akan mengatakan pada semua orang bahwa aku hanyalah anak angkat yang dibesarkan untuk menutupi kesalahan orang tua palsuku itu."


"Tidak. Aku akan pegang janjiku, tetapi kamu juga harus memegang janjimu."


Janji apa lagi yang dimaksud oleh Blerim? Bukankah seharusnya Eiger saja yang boleh mengajukan perjanjian itu?


"Apa lagi, Uncle?"


"Menikahlah!"


Secara umur, Eiger memang sudah pantas untuk menikah. Namun, kesiapan laki-laki itu belum cukup. Selain karena dia bukan dari bagian keluarga ini, maka apa yang akan dikatakan pada pasangannya nanti? Apakah ini hanya semacam pernikahan yang digunakan untuk mendapatkan tahta kerajaan bisnis Willard?


Eiger bangkit dari ranjangnya. Dia menuju ke jendela kamar, membuka jendela itu, kemudian menghirup udara segar.


"Aku tidak memiliki kekasih. Mana mungkin aku akan menikah."


"Kalau Biana bukan yang terbaik, maka gadis itu bisa kamu jadikan target selanjutnya."

__ADS_1


Blerim selalu memberikan ide gila itu. Yang benar saja, apakah Eiger harus mau mengikuti saran konyol dari pamannya itu?


"Tidak. Aku baru mengenalnya."


"Baru mengenal bukan berarti tidak bisa menjalin hubungan baik, kan? Minimal bersahabat, kemudian naik ke jenjang selanjutnya."


"Apa?" tanya Eiger. Dia menoleh ke arah pamannya.


"Menikah. Tujuanmu akan menikah, bukan untuk memainkan anak orang lain."


Tidak. Blerim menariknya dari tempat asing yang baru saja membuatnya nyaman ke dalam sangkar besi buatannya. Tidak hanya Balthis yang keterlaluan, tetapi juga Blerim. Apa memang semua anggota keluarga ini sikapnya sama?


"Uncle, aku tidak tahu di dalam dirimu itu memiliki tujuan apa? Kurasa semakin ke sini kamu sama liciknya dengan tuan Balthis?"


"Apa pun akan aku lakukan, Eiger. Kamu tidak perlu tahu apa tujuanku. Yang terpenting untukku saat ini, aku ingin membuat kakakku itu menyadari kekeliruannya selama ini. Memangnya dia kira bisa membohongi semua orang. Asal kamu tahu, harusnya mereka tidak melakukan itu padamu. Mereka egois!"


Eiger menutup kembali jendelanya. Dia berbalik ke arah Blerim.


"Apakah ini bentuk balas dendam ganda? Maksudku, Uncle sengaja membawaku kembali untuk membalas rasa sakit hati Uncle pada mereka?"


Blerim tersenyum. "Cerdas! Aku suka tipe laki-laki sepertimu yang cepat paham."


Entahlah apa yang akan terjadi di mansion ini saat Balthis dan David pulang. Satu-satunya orang yang sedari dulu peduli pada Eiger memanglah hanya Blerim seorang.


"Aku akan keluar dulu. Kalau kamu perlu sesuatu, ambil ponselmu kembali. Aku sudah mengambilnya dari kakakku."


Wow, secepat itukah kehidupan Eiger berubah? Kemarin, barang itu baru saja diserahkan dan hari ini sudah kembali lagi ke tangannya. Kehidupan memang aneh, tetapi Eiger tetap saja mengikuti alur yang harus dijalaninya.


Blerim melihat Jean berada di depan pintu kamar Eiger. Mungkin wanita itu berniat untuk menguping pembicaraan antara Blerim dan Eiger.


"Jangan khawatir, Kak. Aku tidak sedang melakukan ajang balas dendam terhadap suamimu. Tapi, aku sedikit kasihan padamu."


"Apa maksudmu, Blerim?"


"Pikirkan lagi tentang tindakan bodoh kalian karena telah melepaskan Elov di masa lalu. Harusnya kalian malu untuk melepas berlian seindah Eiger saat ini. Kalau Elov ditemukan, aku pastikan penobatan penerus tahta berjalan sesuai rencana. Jika tidak, jangan salahkan aku untuk tetap memilih Eiger."

__ADS_1


__ADS_2