
Eiger tersenyum puas. Rencananya hari ini berjalan seperti biasa. Tak lupa juga Eiger mengirimkan pesan kepada Bianca yang nomornya didapatkan dari Elmer saat dia datang.
"Bianca, temui aku di restoran X. Eiger." Bunyi pesan yang dikirim Eiger pada gadis itu.
Bianca saat ini sedang menikmati kebebasannya di rumah papa tirinya merasa tenang sekali. Saat dia tahu ada pesan masuk dari Eiger, rasanya ingin sekali langsung datang kemudian memeluk lelaki itu.
"Ah, inilah yang kuinginkan, Eiger! Biana tidak bisa bersamamu. Gadis itu terlalu keenakan jika menjadi kekasihmu."
Bianca beranjak dari kamarnya menuju kamar adik tirinya. Adiknya itu pasti memiliki gaun-gaun bagus pembelian dari papanya. Selama ini Bianca sudah banyak mengalah darinya. Bahkan, dia harus hidup jauh dari papanya. Walaupun itu papa tiri.
"Ck, papa selalu memanjakan Biana. Lihatlah! Beberapa perhiasan ini pasti dibelikan papa. Selain itu, sepatu dan gaun indahnya itu ... ah, semuanya karena papa. Menyebalkan!"
Bianca nekat memilih beberapa gaun yang bagus. Lagi pula Biana masih ada di penjara. Jadi, tidak akan ada yang menghalanginya untuk mengambil beberapa gaun indah itu. Terlebih ukuran badan dan kaki Bianca dan Biana itu tidak jauh beda.
Sementara di tempat lain, David baru saja pulang dari bandara. Dia langsung menuju ke ruangan Eiger untuk melakukan konsultasi padanya.
"Eiger," sapa David.
"Oh, Uncle. Bagaimana mama dan papa? Sudah berangkat?"
"Iya. Penerbangannya satu jam lagi. Kenapa?'
"Memangnya mereka mau pergi ke mana?"
"Ada urusan. Sudahlah! Lebih baik fokuskan pada urusanku saja!" tegur David.
"Ya. Jadi, apa Uncle sudah siap?"
Menurut saran Eiger, wanita itu harus mendapatkan beberapa hadiah mewah. Apalagi model seperti Bianca itu tidak ada bedanya dengan Biana. Kehidupan mereka pasti menginginkan kemewahan. Maka dari itu, Eiger menyarankan pada David untuk menyiapkan buket bunga yang paling indah dan satu set perhiasan bertahtakan berlian.
"Ck, untuk mendekati wanita harus modal sebanyak ini, ya?" protes David.
"Wanita jaman sekarang dengan jamannya Uncle mungkin sangat berbeda. Bianca itu duplikat Biana. Jadi, Eiger paham apa yang mereka butuhkan."
David menurut saja karena Eiger lebih paham. David sudah menelepon toko bunga untuk memesan buket bunga seperti yang diinginkan. Tidak hanya itu, satu set perhiasan mewah juga sudah dipesan atas namanya.
"Apakah penampilanku ini kurang keren, Eiger?"
__ADS_1
"Uncle, dari sudut mana pun sudah terlihat keren. Jangan pikirkan itu lagi! Lebih baik pikirkan bagaimana cara membuat Bianca mengaku."
Detik demi detik berjalan sesuai perputaran jarum jam. Semakin mendekati makan siang, perasaan David kacau balau. Padahal Eiger biasa saja. Rasanya ingin tersenyum menertawakan pria itu.
Blerim masuk ke ruangan Eiger. Dia melihat David masih ada di sana. Dia duduk di sofa sembari melihat jam dinding.
"Eiger, kau mengurus David, tetapi melupakan sesuatu," kata Blerim saat baru masuk.
"Apa itu, Uncle?" tanya Eiger.
"Menjemput Zoe di rumah sakit."
Astaga. Eiger benar-benar lupa. Gadis itu pasti kebingungan harus berbuat apa?
"Uncle, nanti datang langsung ke restoran X. Aku sudah pesan ruangan VVIP. Aku pergi!" pamit Eiger buru-buru.
Kini, tinggallah David dan Blerim di ruangan Eiger. Blerim menatap wajah David dengan seksama.
"Kau harus ingat bahwa wanita bukan untuk permainan, David. Kalau kau memang suka, katakan padanya. Nikahi dia."
"Ck, itu urusanku, bukan urusanmu!" balas David ketus.
Apa pun yang menjadi faktor kebahagiaan David, tak akan seorang pun bisa menghalanginya. Dia memilih keluar dari ruangan itu untuk mempersiapkan diri.
Sementara Eiger saat ini sudah berada di rumah sakit. Beruntung bahwa Zoe baru saja selesai mengurus administrasinya. Pihak keluarga Willard bertanggung jawab penuh atas kejadian ini.
"Maaf, aku terlambat," ucap Eiger.
"Tidak. Aku baru saja mau pergi. Tidak masalah, Eiger."
"Ayo, aku antar pulang."
Zoe tidak bisa menolak. Semua kebaikan keluarga Willard sudah menolongnya terbebas dari masalah itu.
"Aku tidak tahu kau punya nyawa berapa? Saat aku tahu kau dikabarkan tiada, aku tidak percaya. Kau kuat dan kau juga hebat. Aku tidak meragukan kepiawaianmu untuk menaklukkan orang jahat itu," puji Zoe pada Eiger saat berada di dalam mobil.
"Mungkin hanya kau yang memahami aku, Zoe. Tinggallah di sini! Bersamaku!"
__ADS_1
Zoe terkejut. Ini bukan Eiger yang dikenalnya. Zoe tetap akan kembali pulang ke rumahnya. Dia tidak bisa tinggal di keluarga orang asing.
"Untuk apa aku tinggal di sini? Aku orang asing, Eiger. Tidak akan mungkin bisa tinggal bersama keluargamu."
"Mungkin saja kalau kau mau menjadi bagian dari hidupku."
Singkat dan sangat mendalam. Zoe bukan gadis bodoh yang tidak mengerti apa yang disampaikan Eiger barusan. Eiger pun yakin atas apa yang diucapkan.
"Eiger, realistis saja, ya. Anggota keluargamu tidak akan bisa menerimaku. Aku bukan dari orang berada sepertimu. Aku hanya beruntung telah dipertemukan dengan orang sebaik kamu."
Menelisik ucapan Zoe barusan bahwa sebenarnya dia mau, tetapi akan sangat sulit menghadapi keluarga besarnya. Akan banyak mengalami rintangan.
"Lupakan apa pun ucapanku barusan. Lebih baik antarkan aku pulang. Keluargaku pasti sangat khawatir dengan beberapa berita yang telah beredar," imbuh Zoe.
Eiger benar-benar mengabaikan ucapan Zoe. Memang membutuhkan waktu untuk masuk ke jenjang selanjutnya. Tentang keluarganya yang selalu mengunggulkan harga diri tinggi, jabatan, dan kekayaan.
Jika dibandingkan hubungan Zoe dan Eiger, maka hubungan yang akan mendapatkan restu lebih dulu adalah David dan Bianca. Itu kalau keduanya sepakat untuk saling mengenal dan melanjutkan hubungan ke jenjang selanjutnya.
"Ya, baiklah. Tapi, setelah ini kau masih mau bertemu dan berteman denganku, kan?" tanya Eiger.
"Tentu saja, Eiger. Ehm, memangnya kalian sudah menemukan penculiknya."
"Belum, Zoe. Kurasa orang yang sudah masuk dalam penjara adalah orang yang salah."
"Aku tidak paham maksudmu."
"Ya, ada kesalahan. Mungkin saja nama gadis itu sengaja digunakan untuk mengkambinghitamkan dirinya."
"Siapa yang kau maksud?" tanya Zoe heran.
"Biana. Dia sudah kulaporkan atas tindakan penculikan itu, tetapi—"
"Dia bukan pelakunya atau tidak mengakuinya?" potong Zoe.
"Keduanya, Zoe. Dia memberikan pembelaan bahwa selama seharian penuh dia di rumah. Dia sudah mengatakan itu padaku. Begitu juga dengan papanya. Dia mengatakan hal yang sama."
Zoe terdiam. Dia memang tidak bisa menuduh Biana tanpa bukti, tetapi yang paling dominan untuk melakukannya adalah gadis itu. Terlebih saat tahu bahwa Zoe berpura-pura menjalin hubungan dengan Eiger.
__ADS_1
"Baiklah, Eiger. Aku serahkan sepenuhnya padamu. Siapa pun orangnya yang terlibat dalam penculikan ini, aku tidak akan pernah memaafkannya."