Bukan Penerus Tahta

Bukan Penerus Tahta
Bab 63. Melamar Zoe


__ADS_3

Gemerlap pesta pertunangan belum usai. Pertunangan ini memang digelar sangat mewah sekali hingga Jean merasa kalau Bianca terlalu berlebihan. Selain itu, Bianca juga meminta beberapa hadiah mewah yang harus diberikan David padanya.


"Sayang, kenapa kau terlihat kesal sekali?" tanya Balthis.


"Aku tidak tahu apakah David akan melanjutkan pernikahan konyol ini, atau malah melepaskan gadis muda itu? Kurasa David sudah mulai salah arah," sesal Jean.


"Biarkan saja. Kita sudah bicara padanya, bukan? Setelah ini lebih baik kita umumkan rencana pernikahan Eiger. Kurasa itu jauh lebih baik untukmu."


Ya, Eiger sudah waktunya menikah. Hanya saja anak lelakinya itu belum pasti memperkenalkan siapa gadis beruntung yang akan mendampinginya.


"Eiger masih saja tidak jelas. Kalau dia mencintai Zoe, aku setuju saja untuk mempersiapkan pesta pertunangannya."


"Nanti kita bicarakan lagi dengannya," pungkas Balthis.


Melupakan pesta pertunangan pada malam itu, hari-hari berikutnya terasa sangat cepat. Pernikahan David juga akan segera digelar. Sementara Jean, dia terus saja mendekati putranya.


Saat ini, Jean sengaja berkunjung ke kamar putranya. Eiger kebetulan sedang berada di mansion karena hari ini memang hari libur. Jadi, semua orang sibuk di kamarnya masing-masing. Hanya sesekali mereka akan bertemu. Itu pun saat sarapan, makan siang, dan malam.


"Masuk!" perintah Eiger saat mendengar pintu kamarnya diketuk.


"Apa kau sibuk?" tanya Jean setelah dirinya masuk.


"Tidak, Ma. Ada apa?" Eiger beranjak duduk di ranjangnya. Semula dia berbaring di sana untuk menyegarkan pikiran.


"Boleh mama bicara hal penting?"


"Hemm, tentu saja. Apa pun, katakan saja!"


Jean mencoba menatap seluruh isi kamar yang selalu rapi. Kamar bernuansa khas laki-laki yang didesain sendiri oleh Eiger.


"Mama ingin kau segera menikah, Eiger."


Sontak Eiger terkejut. Wajar saja dia terkejut. Ini permintaan terbesar yang diminta oleh wanita hebat di dalam hidupnya. Walaupun sebenarnya Eiger masih ingin menemukan keluarga kandungnya.


"Ma, aku belum siap," tolaknya.


"Hei, sampai kapan akan terus seperti ini? Zoe keburu kabur, Eiger!"


Ah, nama gadis itu yang disebut mamanya pertama kali. Apakah ini yang namanya kesempatan emas?

__ADS_1


"Apakah Mama menyukai Zoe?"


"Tentu. Dia gadis yang baik. Malah mama harap kalau kau bisa menikah lebih dulu ketimbang uncle-mu!"


"Kenapa Mama berkata demikian? Uncle David sudah bertunangan. Sudah seharusnya dia menikah lebih dulu, bukan?"


Jean sebenarnya punya alasan khusus untuk tidak membiarkan Bianca masuk lebih dulu ke dalam mansion keluarganya. Terlebih gadis sombong itu pasti akan menjadi duri dalam daging untuk seluruh anggota keluarganya.


"Kalau kau mau menikah lebih dulu, mama akan memberikan sesuatu yang spesial."


Tidak mungkin Eiger mengiyakan permintaan mamanya itu. Saat dirinya belum terlalu dekat dengan Zoe secara hati, tetapi interaksi memang cukup dekat.


"Mama akan melamar Zoe untukmu. Kau harus segera menikah."


Seperti sebuah keharusan bagi Jean. Ini dilakukan agar Zoe lebih dulu masuk ke mansionnya, ketimbang harus menunggu Bianca.


"Terserah Mama. Aku tidak mau ambil pusing."


Eiger sudah pasrah. Terlebih separuh kehidupannya memang sudah ditujukan kepada keluarga yang mengasuhnya. 


Jean mengantongi kata sepakat walaupun sebenarnya Eiger masih enggan untuk menikah. Namun, menikahi Zoe bukan alasan untuk menolak ketimbang dia harus dikejar oleh Biana.


"Papa, aku ingin berbicara denganmu," ucap Jean saat dirinya sudah kembali ke kamar.


"Sayang, dengarkan aku! Kau tidak mau kan mansion ini hancur gara-gara satu wanita itu? Yah, kau tahun sendirilah bahwa aku tidak suka padanya," keluh Jean.


"Kau tidak suka karena tidak memiliki satu visi dan misi yang sama, bukan? Belajarlah menerima Bianca. Bagaimanapun dia adalah adik iparmu nantinya."


Balthis sepertinya tidak mau ambil pusing dengan ucapan istrinya. Setiap bertemu, keluhannya selalu saja masalah Bianca.


"Aku ingin memberikan solusi pada masalahku itu, Sayang."


"Hemm, kau pasti menginginkan David keluar dari mansion, bukan?"


Jean memilih duduk di sofa kemudian mengerucutkan bibirnya. Pasangan paruh baya ini malah seperti pasangan muda yang notabene masih seperti anak remaja belasan tahun sedang jatuh cinta.


"Tidak, Sayangku! Aku malah menginginkan Eiger segera menikah. Dia sudah setuju kalau aku akan melamar Zoe."


"Terserah kau saja," pungkas Balthis.

__ADS_1


Benar saja, saat makan malam tiba, Jean terlihat antusias untuk mengumumkan kabar bahagia dari putra angkatnya. Semula, David mengira akan mendapatkan pengumuman yang menguntungkan dirinya, tetapi malah seolah membuatnya semakin pusing.


"Tenang dulu! Pengumuman ini untuk semua anggota keluarga mansion. Kalian juga akan menjadi bagian dalam perhelatan besar ini," ucap Jean semringah.


"Kabar apa ini? Apakah kami mendapatkan kenaikan gaji?" canda Blerim.


"Kau akan mendapatkan gaji setelah menikah, Blerim," sahut Balthis.


Mereka tertawa mendengar penuturan kakak tertuanya. Sementara Eiger merasa tidak nyaman berada di posisi ini. Rasanya seperti harus bersaing dengan David.


"Pengumumannya adalah Eiger akan menikah dalam waktu dekat."


"Apa?" Sontak Balthis dan David terkejut.


Sementara David sendiri merasa kalau kakak iparnya sengaja mendahulukan pernikahan anaknya ketimbang dirinya.


"Kak, majukan saja pernikahanku. Jangan kau dahulukan Eiger. Aku bisa malu pada orang-orang. Dikiranya aku tidak bisa memberikan pernikahan dadakan pada calon istriku," sahut David kesal.


"Itu urusanmu. Tanggal kalian sudah ditentukan. Jadi, jangan harap bisa mengubah seenaknya sendiri!" tegur Jean.


David tidak mampu berkata apa-apa lagi. Sebentar lagi dia pasti akan mendapatkan cibiran dari banyak orang. 


Jean membuktikan ucapannya. Selang beberapa hari, Jean dan keluarganya datang ke tempat tinggal Zoe di dekat danau. 


Jean membawakan hadiah indah untuk calon tunangan putranya.


"Kalian kenapa ke sini?" tanya Zoe.


"Maaf, kalau kedatangan kami sedikit mengganggumu," ucap Jean.


Eiger memang tidak ikut dengan alasan harus mengurus pekerjaan. Sebenarnya dia itu takut mendapatkan penolakan dari Zoe.


Seluruh anggota mansion, kecuali Eiger yang datang. Mereka dipersilakan masuk ke rumah sederhana yang jauh dari kata mewah.


Beberapa seserahan mewah dibawa Jean. Tidak hanya itu, ada satu gaun indah yang dibungkus menggunakan kotak kaca yang sangat elegan.


Perasaan Zoe semakin tidak menentu. Dia merasa bahwa ini akhir dari perjalanan hidupnya. Dia paham betul apa yang dibawa dari pihak keluarga Eiger. Itu artinya, Zoe dilamar. Namun, di mana keberadaan Eiger?


"Maaf, sebenarnya aku pun paham dengan keadaan seperti sekarang ini. Namun, mengapa Eiger tidak datang sendiri menemuiku dan memintanya secara baik-baik?" ucap Zoe.

__ADS_1


Kalau pria itu mau, sebenarnya Zoe bisa memikirkannya lagi. Kalau sekarang mendadak datang dan harus menerimanya, apakah ini nyaman bagi Zoe atau malah menjadi tekanan pada hidupnya?


"Eiger sudah menitipkan kepercayaan itu padaku. Sebagai mama angkatnya, aku berhak untuk mengurus pertunangan ini. Jadi, apakah kau akan menerimanya?" tanya Jean ke inti masalah.


__ADS_2