Bukan Penerus Tahta

Bukan Penerus Tahta
Bab 67. Resepsi Pernikahan


__ADS_3

Saat semua orang sibuk dengan urusan masing-masing, Jean masuk ke kamar putranya. Dia melihat persiapan menantunya.


"Zoe, kau sudah siap, Sayang?"


"Sebentar lagi, Mama. Oh ya, bagaimana persiapan uncle David?" tanya Zoe.


Saat ini Eiger sudah menunggu istrinya di luar kamar. Bagaimanapun juga ini adalah pernikahannya. Sehingga dia membiarkan mama dan juga istrinya berada di kamar. Selanjutnya dia akan mengecek persiapan David dan istrinya.


Saat hendak sampai di depan kamar David, Eiger berjumpa dengan papanya.


"Kau mau ke mana, Eiger?" tanya Balthis.


"Aku akan menemui uncle David, Papa."


"Tidak usah masuk. Sebentar lagi dia akan siap kemudian keluar bersama istrinya."


Ada alasan khusus mengapa Balthis melarang Eiger menemui pamannya. Hal itu dikarenakan Balthis baru saja keluar dari kamar tersebut.


Kini, semua orang tengah menunggu di ruang keluarga. Persiapannya sudah sekitar 100%. Selanjutnya tinggal menunggu kemunculan pengantin wanita.


Jean paling mendominasi dalam acara malam ini. Ballroom hotel yang sudah dipesannya akan dibuat semeriah mungkin. David dan Bianca akan merasa kesal saat tahu pesta pernikahannya didominasi nama Eiger.


"Apakah kalian sudah siap semuanya?" tanya Jean.

__ADS_1


Tentu saja mereka sudah siap. Kedua pengantin wanita juga sudah berada di antara mereka. Selain itu untuk anggota keluarga Bianca, mereka akan langsung menuju ke hotel.


"Sayang, bagaimana persiapanmu?" tanya David pada Bianca.


"Sudah semuanya, Sayang. Bukankah malam ini kita akan menginap di hotel?" tanya Bianca memastikan.


"Boleh kalian tinggal di hotel sampai bosan, tetapi jangan lupa bahwa tugas istri yang sebenarnya adalah berada di mansion. Terlebih suamimu adalah seorang pekerja. Siapa yang akan menyiapkan segalanya jika kau tidak ada di mansion? Ingat, kau bukan lagi anak kemarin sore atau remaja belasan tahun yang menunggu perintah dari orang tua. Komitmen pernikahan memang seperti ini. Jadi, jangan titipkan suamimu pada orang lain." Jean sudah melakukan ceramah pertamanya.


Sementara Bianca merasa kesal karena ulah kakak iparnya. Dia merasa bahwa Jean adalah sebuah ancaman. Sejak kedatangannya di mansion ini, Jean tidak pernah bersikap ramah sama sekali. Justru dia sibuk bersama menantunya, Zoe.


"Iya, Kakak ipar. Kau tenang saja, Aku tidak akan menitipkan suamiku kepadamu. Kalau aku menginginkan tinggal di hotel itu artinya aku juga menginginkan seorang anak."


Bianca sengaja mengatakan demikian karena dia tahu bahwa Eiger bukanlah anak kandung Jean. Selain itu ini adalah sedikit cara untuk membalaskan rasa sakit hatinya atas perlakuan Jean kepada Bianca. Tidak hanya itu, jeans merupakan ancaman terbesar di dalam kehidupannya.


"Kalian mau terus di sini, atau bagaimana? Hari sudah malam, itu artinya acara akan segera dimulai. Lebih baik kita berangkat sekarang," ajak Blerim.


"Sayang, kau tahu kan kalau mama tidak pernah menyukai Bianca," keluh Jean.


"Sampai kapan Mama akan bersikap seperti itu? Bianca tidak tahu apa pun tentang urusan kita Mama. Jadi, jangan kotori perasaan dan pikiran Mama untuk membencinya." Sejujurnya Eiger malas berdebat.


"Mama merasa kalau Bianca memiliki niat buruk terhadap keluarga kita. Mama minta antara kau dan Zoe lebih berhati-hati lagi terhadapnya. Usahakan kalian tidak terlibat secara langsung dengan ucapan, perhatian, atau apa pun yang terlibat langsung dengan wanita itu," jelas Jean.


Kekhawatiran Jean jelas terlihat. Selama ini David tidak berniat untuk menikah. Lalu, mengapa setelah pertemuannya dengan Bianca, David berubah menjadi orang yang ambisius untuk menikahi wanita itu?

__ADS_1


Semua rombongan kini sudah sampai di depan pintu masuk hotel. Salah satu hal yang membuat Bianca murka adalah pesta pernikahan itu didominasi oleh foto-foto Eiger bersama istrinya. Adapun foto Bianca dan David itu hanya beberapa saja dan ukurannya juga sangat kecil. Bianca langsung merajuk kepada suaminya.


"Sayang, kakak ipar memang sangat keterlaluan. Lihatlah, apa yang akan terjadi di dalam pesta pernikahan kita malam ini? Seharusnya kau minta saja acara kita dipisahkan. Kalau sudah seperti ini aku rasanya kesal sekali." Bianca menggenggam erat tangan suaminya. Berharap banyak bahwa dengan pengaduannya kali ini akan mendapatkan respon positif.


"Sudahlah. Lebih baik kita nikmati saja malam ini. Aku tidak mau ribut dengan Kak Jean. Terlebih setelah beberapa hari berada di hotel, kita akan kembali ke mansion. Dan, kau akan lebih sering berjumpa dengan Kak Jean. Itulah mengapa aku malas berdebat ataupun bertengkar." David tidak mau pusing mendengarkan protes dari istrinya. Lebih baik saat ini dia memilih masuk karena para tamu undangan sudah hadir.


Suasana ballroom memang sangat istimewa. Dua pelaminan sudah disiapkan di sana. Namun, yang menjadi masalah adalah dekorasi milik David dan istrinya tidak semeriah yang akan digunakan oleh Eiger. Jean benar-benar telah membuat Bianca dongkol sekaligus kesal. Mau protes pun juga percuma karena suaminya sama sekali tidak mendengarkannya.


Suara MC telah mengumumkan bahwa David dan Bianca telah memasuki ruangan. Selain itu, beberapa tepukan yang diberikan oleh para tamu undangan menambah kemeriahan pesta pada malam hari ini.


Bianca dengan anggunnya berjalan di samping suaminya. Dia menggandeng erat David yang lebih terlihat seperti sugar daddy ketimbang suaminya.


Beberapa orang merasa bahwa David sangatlah beruntung. Dia mendapatkan istri yang cantik dan sangat muda.


Sementara di bagian lain Jean sedang mengunggulkan pernikahan Eiger dan istrinya. Dia memamerkan bahwa Eiger adalah putranya yang akan mewarisi bisnis keluarga. Sebelumnya, Jean sudah mengatakan hal itu kepada suaminya. Tanggapan Balthis kepadanya memang belum pasti. Hal itu rencananya akan dirundingkan terlebih dahulu dengan rapat dewan.


Acara malam ini sangat meriah. Beberapa tamu undangan sangat perhatian kepada Eiger. Beberapa lagi membagi perhatiannya kepada David.


"Wah, David kau beruntung sekali. Sebentar lagi kau pasti akan memiliki anak. Kuharap anakmu itu tidak salah memanggilmu, ya!" ucap salah satu tamu undangan.


Bianca merasa kesal pada orang itu. Harusnya malam ini dia benar-benar bahagia, bukannya malah seperti ini. Apalagi orang tersebut membahas anak. Rasanya Bianca ingin segera pergi begitu saja.


Suasana pesta belum usai. Saat beberapa orang yang datang justru membandingkan dirinya dengan Zoe. Tentang siapa pasangan mereka. Zoe merasa paling diuntungkan karena suaminya masih muda dan sangat tampan. Sementara Bianca, suaminya sudah berumur dan bisa dibilang sudah sepantasnya menjadi papanya.

__ADS_1


Saat kekesalannya belum usai, Biana dan papanya baru saja datang. Adik tirinya itu terlihat tidak semangat. Terlebih Eiger sudah memperingatkan agar tidak berhadapan langsung dengannya.


"Kak, harusnya aku tidak datang ke pernikahanmu. Aku sakit hati sekali melihat kebahagiaan Eiger bersama istrinya. Harusnya aku yang di sana, bukan dia," ungkap Biana pada kakaknya, Bianca.


__ADS_2