Bukan Penerus Tahta

Bukan Penerus Tahta
Bab 35. Jangan Sampai Gagal


__ADS_3

Terjadi keributan di depan pintu masuk ballroom. Seorang gadis dilarang masuk karena tidak memiliki undangan. Gadis itu sudah menjelaskan bahwa dia adalah kekasih Eiger yang merupakan keponakan Blerim Willard. Tetap saja mereka tidak percaya.


"Itu bukan bukti otentik, Nona! Kalau kau memang ingin masuk dan membuat kekacauan di dalam, lebih baik pikirkan lagi rencanamu."


Ini gila! Dia minta baik-baik malah dituduh bersikap tidak baik. Orang kota yang aneh menurut Zoe.


"Oke, kalau kalian tidak percaya. Kalau sampai tuan Eiger atau tuan Blerim datang, habislah kalian!" ancam Zoe karena kesal. Dia lelah harus berdiri menggunakan high heels-nya itu.


"Ada apa ini?" tanya Eiger. Dia baru saja datang karena ditahan oleh Balthis dengan surat perjanjiannya. Beruntung Blerim datang di saat yang tepat.


"Sayang, aku ingin masuk, tetapi mereka melarang aku katanya bukan bagian dari acara ini. Selain itu, mereka menuduhku berbuat rusuh di dalam." Zoe mengadukan kelakuan semua penjaga pada Eiger.


"Maaf semuanya. Dia memang kekasihku. Sekali lagi maaf telah membuat kalian tidak nyaman."


Para penjaga itu tentu saja merasa asing dengan kehadiran Zoe. Sependek pengetahuan mereka, wanita yang menjadi kekasihnya sudah ada di dalam ballroom bersama orang tuanya.


"Kami minta maaf, Tuan. Kami sudah salah paham. Kami pikir kalau—"


"Sudahlah. Tidak apa-apa. Lain kali kalau ada masalah seperti ini konfirmasikan lagi," ucap Eiger.


"Ya, Tuan."


Eiger masuk ke ballroom setelah melalui beberapa pemeriksaan. Termasuk Zoe yang berada di samping pria itu. Zoe merasa beruntung menjadi seperti seorang Ratu yang dihormati semua orang. Dia merasa bagaikan di negeri dongeng.


"Sudah lama?" tanya Eiger.


"Tidak juga. Apa begini rasanya menjadi orang kaya?" bisik Zoe. Dia tidak mau ada orang yang mencurigainya.


"Tidak seperti yang kamu lihat. Hanya sebatas formalitas saja."


Wah, kehidupan Eiger sangatlah menarik. Dari beberapa ceritanya, pria itu tidak pernah bahagia saat tahu kenyataan yang sebenarnya. Hal itu yang membuat Zoe iba padanya.


Tampaknya kehadiran Zoe bersama Eiger membuat daya tarik tersendiri untuk Biana. Gadis itu datang bersama daddy-nya.

__ADS_1


"Eiger?" Biana memanggil nama mantan kekasihnya.


"Hai, apa kabar?" tanya Eiger.


Eiger dan Zoe berada begitu dekat. Selain itu, tangan gadis itu sedang bertautan dengan pria yang ada di sebelahnya.


"Siapa dia?" tanya Biana. Rasa penasarannya lebih tinggi dari apa pun.


Zoe melepaskan tangannya berniat untuk menjabat tangan gadis di hadapannya, tetapi dihalangi oleh Eiger.


"Oh, dia kekasihku. Namanya Zoe."


Mendengar Eiger menyebutnya kekasih rasanya tidak bisa diterima akal sehat Biana. Apalagi dia mendengar kabar yang beredar bahwa tuan muda Willard sudah menemukan pasangan. Setelah penobatan, maka Eiger akan melangsungkan pertunangan. Sungguh, beruntung sekali gadis itu.


"Hai, aku Zoe." Zoe menyapa dengan sangat ramah. Dia memang tidak tahu siapa sebenarnya gadis yang ada di hadapannya.


"Biana. Oh ya, boleh aku bicara dengan Eiger sebentar?"


"Tentu saja. Silakan!" jawab Zoe.


Tanpa aba-aba, Biana lekas merengkuh Eiger ke dalam pelukannya. Gadis itu sangat rindu sekali dengan Eiger. Dia juga menyesal telah melepaskan pria itu.


"Bi, lepaskan!" Eiger membuka tangan Biana yang terus memaksa memeluknya itu.


"Eiger! Aku rindu," ucap Biana lirih. Dia sadar kalau Eiger menolaknya.


"Sebaiknya simpan rindumu itu. Aku tidak butuh wanita yang berpura-pura seperti itu. Bukankah kamu juga yang sudah memutuskan aku?"


Penyesalan selalu datang terlambat. Ini tidak bisa dibiarkan. Kalau Biana tidak bisa mendapatkan Eiger, maka tidak dengan gadis itu. Ya, Zoe tidak boleh memiliki Eiger.


"Aku mengaku salah dan menyesal, Eiger. Aku mau kita kembali lagi seperti sebelumnya, Amore Mio."


Pria mana yang tidak bergetar hatinya saat wanita yang masih dicintainya itu tiba-tiba memutuskan secara sepihak. Kemudian kembali lagi sesuka hatinya. Sampai kapan Eiger akan seperti ini? Hidup dalam bayang-bayang masa lalu Biana.

__ADS_1


"Lupakan aku! Kita bisa hidup sesuai keinginan masing-masing tanpa harus menyakiti."


Eiger meninggalkan Biana begitu saja. Namun, Biana tidak kehilangan akal. Dia mengejar pria itu kemudian memeluknya dari belakang. Kejadian itu menjadi perhatian publik sehingga membuat keluarga Willard murka.


"Eiger!" bentak Balthis. "Apa yang kau lakukan?"


Ya, seluruh anggota keluarga lainnya sudah berkumpul di sana. Termasuk Zoe yang saat ini berdiri di samping Blerim.


Eiger melepaskan pelukan Biana. "Dia wanita yang tidak tahu aturan, Papa! Dia yang memutuskan aku, dia pula yang membuat keributan di sini."


David menarik Eiger untuk keluar dari kerumunan para tamu undangan. Dia ingin memberikan pelajaran pada Eiger dengan cara menamparnya. Namun, Eiger berhasil mengelak dengan memegang kuat tangan David.


"Semua masalah tidak selalu melalui kekerasan, Uncle. Semua harus dibicarakan dengan baik. Dengarkan dulu! Baru kau ambil kesimpulannya."


David tidak menyangka bahwa saat ini Eiger berubah menjadi pria yang berbeda. Dia bahkan tahu kalau David akan membuatnya berada di dalam posisi tersulit sekali pun.


"Kau?"


"Semua masalah tidak melulu dengan amarah, Uncle. Gadis itu yang lebih dulu mengejarku. Harusnya aku mau mendengarkan penjelasanku sebelum mengambil sikap. Kalau sudah seperti ini, siapa yang malu?"


Eiger melepaskan tangan David kemudian meninggalkannya. Dia kembali ke ballroom untuk membuat suasana kembali seperti semula.


"Maaf sudah membuat kegaduhan seperti ini. Sayang, kemarilah!" Eiger memanggil Zoe untuk mendekat.


Para tamu undangan juga tahu kalau Eiger tidak salah. Biana lah yang mengejarnya. Blerim yang baru tahu keadaannya kemudian menemui Eiger.


"Jaga sikapmu dengan baik. Balthis sedang mencari celah untuk menggagalkan acara ini," pesan Blerim lirih.


"Baik, Uncle. Terima kasih selalu menjadi perisai untukku."


"Sama-sama. Bersiaplah! Awasi keberadaan Zoe. Jangan sampai dia ikut dalam permainan orang lain. Kau juga harus waspada dengan dirimu sendiri."


Keberuntungan yang terus-menerus diberikan oleh Blerim padanya membuat Eiger menyadari satu hal. Terkadang semua orang yang terlahir dari satu keluarga yang sama, belum tentu memiliki perangai yang sama.

__ADS_1


Eiger merasa bertanggung jawab pada acara hari ini. Setelah semua orang berkumpul, maka Balthis akan maju lebih dulu untuk memberikan pengumuman. Setelahnya, akan ada surat-surat yang perlu ditandatangani sebagai syarat bahwa acara ini benar-benar resmi.


"Terima kasih, Uncle. Mari kita nikmati acara hari ini hingga selesai. Aku pun ingin secepatnya pulang. Jangan sampai gagal lagi untuk yang kedua kalinya. Kalau sampai itu terjadi, jangan salahkan aku jika semuanya akan berantakan," ancam Eiger.


__ADS_2