
David mendapatkan kabar bahwa posisi gadis yang disekap itu berada di sebuah gudang tua. Penjagaannya sangat ketat sehingga David menyiapkan persenjataan yang lengkap. Beberapa pistol di mobilnya.
"Apakah kau sangat mencintai gadis itu?" selidik David disela kepanikannya menuju ke sebuah gudang tua.
"Memangnya Uncle pikir aku main-main masalah ini? Tidak! Aku sangat serius. Kenapa?"
"Kupikir kau dan wanita tadi menjalin hubungan."
"Tidak. Aku memang pernah menjalin hubungan dengan adiknya, tetapi aku tidak mengenal kakaknya."
Ada rasa lega di dalam hati David. Walaupun dia sudah berumur setidaknya dia tidak akan pernah menjadi pria perebut kekasih orang.
Kali ini hanya David dan Eiger yang pergi ke gudang tua tersebut. Sementara Balthis dan Blerim kembali ke kantor karena ada urusan yang harus diselesaikan. Bisa saja Blerim pergi dengan David, kemudian mereka akan meninggalkan Eiger bersama Balthis. Namun, Balthis menolak. Nantinya akan terjadi kesalahpahaman jika Eiger tidak datang sendirian.
"Uncle, apakah mereka sudah berada di sana? Maksudku, mereka menunggu kita di lokasi kejadian?"
"Tentu saja. Mereka sudah share lokasi padaku."
Kecemasan terlihat jelas di wajah Eiger. Dia harus bertanggung jawab penuh atas apa yang sudah terjadi pada Zoe. Gadis itu pasti tidak tahu apa-apa, tetapi dia seolah menjadi target selanjutnya.
Gudang tua itu ternyata berada di jalanan yang tidak dilewati sama sekali oleh Eiger. Namun, letaknya tidak jauh dari danau. Dia tidak menyangka kalau gadis itu akan dibawa penculik ke sana.
Mobil sengaja diparkir agak jauh supaya lebih mudah untuk kabur. Berbekal senjata di tangan masing-masing, Eiger dan David masuk bersama orang-orang suruhannya. Ada sekitar 3 orang yang membantunya.
"Di mana gadis itu?" tanya Eiger.
"Gudang paling belakang, Tuan. Ada sekitar 4 penjaga di sana," jelasnya.
Bergegas mereka masuk mengintai satu persatu jalan untuk masuk menuju ke sana. Rupanya beberapa orang yang sedang berjaga sedang lengah. Mereka baru saja menyandarkan tubuhnya pada kursi-kursi lama di sana.
"Jadi, bagaimana kita akan membuang gadis itu?"
"Nanti malam kita buang di hutan. Tapi, kata nona, pastikan bahwa gadis itu tidak akan pernah kembali. Dia ingin kembali pada kekasihnya."
Mendengar pembicaraan dua orang itu, Eiger terkejut. Yang di maksud nona tidak lain merupakan Biana. Siapa lagi gadis yang berani bertindak nekat selain gadis itu.
__ADS_1
'Rupanya kau mau bermain-main denganku, Bi. Sudah tidak ada lagi hubungan cinta setelah aku tahu bahwa kau berbuat curang seperti saat ini,' batin Eiger.
Mereka terkejut saat mendengar suara berisik di luaran sana. Kedua orang itu kemudian waspada dan mengambil beberapa senjatanya.
"Sepertinya di luar ada orang."
"Kau dengar suara berisik itu?"
"Ya, tentu saja! Aku bukan pria tuli!"
Mereka kemudian sigap untuk menangkis ancaman yang datang. Eiger sedari tadi menunggu, dia sudah tidak sabar lagi untuk lekas masuk kemudian membebaskan Zoe.
Saat pintu dibuka dengan paksa, para penjaga berbadan gempal itu pun langsung menodongkan senjata ke arah Eiger dan semua orang yang bersamanya.
"Apa yang kalian lakukan di sini?" teriak penjaga.
"Lepaskan gadis itu!" bentak Eiger.
Mereka tertawa.
"Tidak semudah itu kalian membebaskan gadis itu!"
Perkelahian tak bisa dihindarkan. Semua pria berbadan gempal itu menyerang membabi buta. Sementara David, dia mencoba menyelamatkan sandera. Eiger sedang menghajar pria-pria itu. Saat mereka hendak dikalahkan, tiba-tiba salah satu temannya mencoba membuat suasana semakin kacau.
Salah satu pria gempal itu malah membakar gudang hingga mereka harus lari tunggang langgang menyelamatkan diri. Namun, Eiger tidak tinggal diam. Dia melumpuhkan salah satu pria, mencekik lehernya, dan mengancam dengan menggunakan pistol di tangannya.
"Kau mau mengaku, atau mau mati di dalam api yang kau buat sendiri?" ancam Eiger. Dia juga tahu bahwa pria inilah yang membakar gudang untuk menyelamatkan diri. Namun, dia kalah lihai dengan Eiger.
"Le-lepaskan aku!"
Dalam kondisi terdesak seperti ini, pria itu masih punya nyali dengan menggertak Eiger. Tidak tahu malu dan ya, lebih tepatnya sangat bodoh sekali. Dia pikir Eiger akan dengan mudah melepaskan dirinya?
"Kau pikir aku akan melepaskanmu sekarang, hah? Sebelum satu peluru ini bersarang di kepalamu, lebih baik kau mengaku!"
"Ba-baik. Tapi, apa yang kudapatkan dari pengakuan ini? Kau tidak akan membawaku ke kantor polisi, bukan? Atau, kau mau membunuhku?"
__ADS_1
"Sudah, cepat katakan! Akan ku putuskan nanti jika kau sudah mengatakannya."
Sementara David yang sedang membebaskan Zoe, dia juga mengalami kesulitan. Pasalnya, selain melawan beberapa pria gempal, ternyata Zoe dibius total oleh para pria itu sehingga David harus mengangkatnya keluar dari sana. Saat tahu di gudang tempat Eiger berkelahi dibakar, pria itu mencoba meminta bantuan dari rekannya.
Tidak hanya itu, David sangatlah heboh. Padahal dia diminta Balthis untuk menghabisi nyawa lelaki itu, tetapi tetap saja tidak tega saat tahu Eiger juga sudah menyelematkan dirinya dari para penjahat itu.
"Eiger, lepaskan pria itu! Jika tidak, api akan membakarmu!" teriak David. Rasa kemanusiaannya tumbuh tanpa diduga. Harusnya dia kabur membawa gadis itu.
"Aku tidak akan keluar sebelum mendapatkan informasi itu, Uncle! Tunggu saja sebentar!" balasnya dengan teriakan.
Beberapa pria yang sudah dilumpuhkan tadi, banyak yang melarikan diri. Api itu semakin mendekat, mengepung posisinya saat ini. Kalau Eiger bertahan di sana, bisa dipastikan dirinya akan terpanggang hidup-hidup.
"Panggil pemadam kebakaran!" teriak David.
Terlambat! Beberapa bangunan lapuk mulai berjatuhan karena dimakan usia ditambah lagi api yang membakarnya.
"Katakan! Siapa?" bentak Eiger lagi.
"Cepat lepaskan aku, Tuan! Jika tidak, maka kita berdua akan terbakar di sini!"
Bukannya menjawab, pria itu malah basa-basi lebih dulu. Dia teringat ancaman wanita muda yang sudah membayarnya itu.
'Jangan katakan padanya akulah pelakunya. Lebih baik katakan bahwa nona Bi-lah yang melakukannya,' ucap gadis itu saat bertemu.
Ya, nona Bi! Itu yang harus dikatakan.
"No-nona Bi, Tuan. Itulah namanya."
Sial! Dia harus apa sekarang? Eiger sekali lagi harus memastikan.
"Siapa? Biana atau Bianca?" tanya Eiger lebih detail lagi. Ini pasti ada sangkut pautnya dengan wanita itu.
"Biana!"
Bersamaan dengan itu, beberapa atap gudang mulai berjatuhan. Eiger mendorong pria itu hingga terjerembab ke lantai yang penuh dengan api. Dia mencoba melarikan diri. Namun, dia terjebak.
__ADS_1
Pria yang bersamanya sudah meraung-raung kesakitan karena terbakar. Sementara Eiger, masih berada di dalam sana mencoba mencari jalan keluar.
Hingga beberapa atap gedung itu jatuh, Eiger masih terjebak di dalamnya. Sementara David, dia sudah mencoba menghubungi kepolisian, pemadam kebakaran, dan ambulans rumah sakit untuk menolong Zoe dan Eiger.