Bukan Penerus Tahta

Bukan Penerus Tahta
Bab 52. Jatuh Cinta


__ADS_3

Suasana makan malam terasa tenang. Hal ini jarang sekali terjadi di rumah keluarga Elmer. Terlebih putri tirinya, Bianca hari ini sengaja menyiapkan makan malam istimewa.


"Bianca, tumben kamu ingat pulang?" tanya Elmer.


"Ck, Papa saja yang tidak pernah ingat aku. Papa hanya mengunggulkan anak Papa, Biana. Semua orang tidak akan pernah tahu kalau Bianca itu ada dan nyata. Mereka hanya tahu anak tunggal Papa saja," jelas Bianca.


"Itu karena aku memang anak Daddy. Kakak hanya anak tiri. Catat itu!"


"Biana, jangan seperti itu pada kakakmu!" tegur Elmer.


Biana diam. Dia fokus pada makanannya. Namun, ingatannya masih tertuju pada Eiger. Saat dia tidak bisa masuk ke lokasi kejadian, pikirannya terus berharap bahwa Eiger masih hidup. Kalau memang lelaki itu benar masih hidup, maka Biana berjanji akan memperbaiki hubungan saat ada kesempatan kedua.


Bel rumah terus saja berbunyi. Padahal Elmer dan seluruh anggota keluarganya tidak memiliki janji temu dengan siapa pun.


"Biana, apa kau meminta seseorang untuk datang ke rumah?" tanya Elmer.


Biana menggeleng.


"Kau, Bianca?" tanya Elmer lagi.


"Tidak, Papa. Mana mungkin aku menerima tamu sementara rumah ini hanya tempat singgah sejenak," ucap Bianca beralasan.


"Ya sudah. Biana, buka pintunya!"


"Hah? Kenapa harus aku, Dad? Kak Bianca kan bisa."


"Eh, jangan begitu, ya! Aku seharian sudah memasak di dapur. Kau tinggal makan saja. Sekarang, tinggal buka pintu, apa susahnya?"


"Sudah, jangan ribut! Biar Daddy saja," pungkas Elmer.


Mendengar dua putrinya bertengkar rasanya sangat pening. Lebih baik Elmer mengalah sejenak.


Perlahan Elmer membuka pintunya. Dia dikejutkan dengan beberapa polisi bertandang ke rumahnya.


"Maaf, ada apa ini?" tanya Elmer.


"Apakah ini rumah Biana Calantha?"


"Ya, benar. Ada apa?"

__ADS_1


"Kami membawa surat penangkapan untuknya. Dia diduga melakukan penculikan terhadap nona Zoe Diellza."


Elmer menggeleng. Dia tidak percaya kalau putrinya yang polos itu berani melakukan tindakan sekeji itu.


"Maaf, kurasa Anda salah orang. Mana mungkin putriku melakukan hal buruk itu?"


"Maaf, Tuan. Ini prosedurnya. Jika memang putri Anda tidak bersalah. Siapkan saja pengacara untuk membelanya. Namun, saat ini tolong tunjukkan di mana nona Biana!"


Merasa ada yang tidak beres, Biana dan Bianca pun keluar melihat tamunya. Biana justru terkejut saat tahu siapa yang datang.


"Dad, ada apa ini?" tanya Biana.


"Para polisi ini datang untuk menangkapmu. Kau tidak melakukan tindak kejahatan, bukan?" selidik Elmer.


"Kejahatan apa yang Daddy maksud? Aku tidak pernah melakukan apa pun," sangkal Biana.


"Anda telah diduga melakukan tindakan kejahatan, yaitu dengan menculik nona Zoe. Selain itu, kebakaran yang terjadi adalah buntut panjang akibat penculikan itu."


"Maaf, ini tidak benar! Aku bahkan tidak melakukan kesalahan apa pun." Biana tetap mengelak.


"Anda bisa menjelaskannya nanti, Nona."


Berada di tempat yang berbeda, Eiger telah kembali ke mansion. Semua anggota keluarga mansion sangat senang saat tahu Eiger masih hidup.


"Bagaimana kau bisa keluar dari kebakaran itu?" tanya David.


"Aku hanya mengingatnya sedikit. Tiba-tiba ada pria lain yang masuk kemudian mendorongku keluar. Kurasa pria itu pasti mati."


"Benarkah? Ini sangat keren!" seru Jean.


Padahal dari lubuk hatinya yang paling dalam, Jean senang kalau Eiger tidak pernah kembali.


"Entahlah, siapa pun pria itu, aku berterima kasih padanya. Karena dia, aku masih selamat seperti saat ini. Oh ya, kabar Zoe bagaimana?" tanya Eiger.


"Baik. Besok kau bisa menjenguknya ke rumah sakit. Ehm, kalau boleh tahu, siapa penyebab penculikan itu?" tanya Blerim.


"Biana."


"Apa?" tanya semua orang.

__ADS_1


"Iya, penjahat itu mengaku kalau orang yang menyuruhnya adalah Biana."


Blerim sedang memikirkan sesuatu. Selama ini Eiger sangat dekat dengan Biana. Mana mungkin dia tidak tahu dengan apa yang dilakukan gadis yang sudah bersamanya selama ini?


"Coba pikirkan lagi. Apa mungkin mantan kekasihmu itu melakukan tindakan keji itu? Jangan bodoh, Eiger! Aku tahu kalau kau bermasalah dengannya," tegur Blerim.


"Itu mungkin saja terjadi, Blerim. Beberapa waktu lalu, gadis itu datang ke kantorku, membuat keributan di sana, kemudian mendatangi mansion ini untuk mencari istriku," jelas Balthis.


Kali ini Eiger sepakat dengan Balthis. Gadis itu harus mendapatkan pelajaran supaya tidak mengulanginya lagi.


"Minumlah dulu!" perintah Jean saat pelayan membawakan minuman untuk semua orang.


"Terima kasih, Kak," sahut David.


David menyesap minumannya sesekali sambil mengingat gadis yang ditemuinya di restoran, Bianca. Bayangan gadis itu terus saja menari indah di pelupuk matanya. Sepertinya David jatuh cinta.


"Nanti aku akan datang ke kantor polisi setelah menjenguk Zoe di rumah sakit," pungkas Eiger.


Eiger sedang mencerna ucapan pamannya, Blerim. Ada kemungkinan ucapan pria itu benar. Masalahnya, penculikan ini terjadi bersamaan dengan kedatangan Bianca. Sejujurnya, Eiger tidak mengenal baik gadis itu. Bahkan, kemunculannya pun mengejutkan.


"Bianca!" seru David dan Eiger bersamaan.


Kedua pria ini merasa asing dengan nama itu. Namun, di benak masing-masing memiliki uraian yang berbeda. Salah satunya menganggap Bianca adalah pelaku kejahatan itu sendiri. Sementara satunya, Bianca adalah gadis yang mulai menarik perhatiannya.


"Wow, ini luar biasa! Nama Bianca mampu menggemparkan dua pria penghuni mansion ini secara bersamaan. Ada apa?" tanya Jean.


"Kurasa ada kesalahpahaman. Bisa saja Bianca itu adalah pelaku sebenarnya, tetapi dia mencoba menjebak Biana!" jelas Eiger.


"Itu tidak mungkin. Gadis itu terlihat polos. Bukankah siang ini kita sudah bertemu dengannya? Lalu, bagaimana kau bisa mencurigainya? Sementara dia baru datang hari ini? Apa dia mengenalmu dengan baik? Terutama Zoe," jelas David membela gadis itu.


Sial! Penyampaian David sangatlah benar. Kemungkinan besar Biana menjadi tersangkanya juga benar. Bagaimana Eiger bisa menyanggah semuanya saat David sangat detail mengatakannya?


"Kalian jangan pusing. Pertama alasan apa yang mendasari Biana atau Bianca melakukan hal itu? Harus dilihat dari kedua belah pihak. Selain itu, hubungan antara Bianca dengan Eiger juga perlu diketahui. Namun, kembali lagi itu akan menjadi urusan pihak kepolisian. Terlebih Eiger sudah menyebutkan nama Biana," jelas Balthis.


"Nah, itu maksudku. Kau juga tidak bisa menyalahkan Bianca tanpa bukti," tegur David.


Blerim malah tersenyum. Sepertinya David akan menjadi perisai bagi Bianca. Pria itu jatuh hati pada pandangan pertama.


"Kau akan semakin rumit, Eiger! Pikirkan siapa lawanmu selanjutnya? Kau tahu kan apa maksudku?" tanya Blerim.

__ADS_1


Tidak hanya mengatakan itu, Blerim pun menunjukkan pandangan matanya ke arah David sehingga Eiger langsung mengerti maksud pamannya itu.


__ADS_2