Bukan Penerus Tahta

Bukan Penerus Tahta
Bab 36. Rencana Bepergian


__ADS_3

Memecah suasana ramai menjadi hening sudah menjadi tugas Balthis. Dia mengambil alih mikrofon untuk segera menyelesaikan tugasnya.


"Selamat malam. Selamat datang seluruh tamu undangan yang telah menyempatkan hadir di dalam acara yang sangat penting ini. Sebelumnya aku meminta maaf telah mengubah pengumuman penerus Willard menjadi dipercepat. Selain karena sesuatu hal yang sifatnya urgent, maka kami memutuskan untuk mengadakan hari ini."


Para tamu undangan yang hadir sedang fokus pada sambutan yang dilakukan oleh Balthis saat ini. Sesekali mereka melihat ke arah Eiger yang sedang bersama seorang wanita. Tidak hanya itu, desas-desus pertunangannya dengan gadis itu juga mencuat ke permukaan.


Gosip lama mengenai hubungan Eiger dan Biana pun terdengar dari seseorang. Siapa lagi kalau bukan Biana sendiri. Kejadian yang melibatkan Biana dan Eiger tadi sempat menjadi perbincangan beberapa orang.


Tak lama, Balthis sudah meresmikan bahwa pria yang melanjutkan tonggak kepemimpinan Willard adalah Eiger Louis Willard. Semua orang mengucapkan selamat dan bersyukur akhirnya diresmikan. Selanjutnya, Eiger dipersilakan maju untuk menerima jabatan dan kepercayaan yang luar biasa ini.


"Terima kasih, Papa. Sebelumnya aku mengucapkan terima kasih pada para tamu undangan yang sudah hadir pada acara malam ini. Semoga apa pun yang menjadi keputusan pihak keluarga besar kami bisa diterima dengan baik oleh semua orang. Pada malam ini, aku selaku anak tunggal dari tuan Balthis Willard, yaitu Eiger Louis Willard menerimanya dengan tangan terbuka."


Para tamu undangan bertepuk tangan sebagai tanda diterimanya Eiger sebagai pengganti Balthis. Tak lupa pula Balthis berpamitan pada semua orang bahwa setelah acara ini selesai, dia bersama istrinya akan melakukan perjalanan ke beberapa negara untuk menikmati liburan.


Tujuan Balthis hanya untuk menemukan keberadaan Elov kemudian melengserkan Eiger yang sudah memegang peranan besar di dalam keluarganya.


Tak lupa pula, Eiger memperkenalkan seseorang yang sedari tadi menjadi pusat perhatian. Dia adalah Zoe Diellza yang diperkenalkan sebagai kekasihnya.


Kecantikan gadis itu memang memancar. Tak heran jika beberapa orang sempat tidak percaya bahwa gadis yang baru dilihatnya adalah kekasih dari Eiger.


"Selamat, Tuan Balthis! Kami tidak menyangka akan secepat ini," ucap salah satu tamu undangan.


"Terima kasih, Tuan. Ini juga berkat dukungan kalian semua."


"Nyonya, Anda beruntung sekali memiliki anak sehebat tuan Eiger. Selain cerdas, bertanggung jawab, dan pandai memilih kekasih. Kapan kira-kira pertunangan akan dilangsungkan? Kami sudah tidak sabar!"


Semenarik itukah Eiger di mata semua orang? Banyak para tamu undangan yang selalu memuji kehebatan Eiger. Tak hanya itu, mereka juga mengelu-elukan bahwa Eiger mewarisi Balthis secara keseluruhan.


"Oh, masalah pertunangan. Nanti kami akan mengumumkannya lagi. Kalian juga pasti akan ikut andil di dalam acara spesial itu," jawab Jean.


"Tentu, Nyonya. Kami sangat berharap sekali."


Jean muak dengan kepura-puraannya. Namun, Balthis terus saja membuatnya bersabar sampai Elov ditemukan. Tinggal beberapa langkah lagi, Balthis akan membawa Elov kembali.


Sementara Eiger, Zoe, dan Blerim bergantian menemui para tamu undangan. Beberapa orang mengatakan bahwa Eiger dan Zoe adalah sepasang kekasih yang terlihat cocok sekali.

__ADS_1


"Semoga berjodoh!"


"Jangan lupa undangan pertunangannya!"


"Wah, kalian pasangan serasi!"


Pujian-pujian itu membuat hati Biana semakin murka. Kali ini dia memang tidak bertindak secara gegabah, tetapi mempersiapkan diri untuk memisahkan Eiger dan Zoe.


"Dad, sebaiknya kita pergi sekarang," ajak Biana pada papanya.


"Kenapa, Sayang? Acaranya belum selesai!"


"Biana muak melihat Eiger dan gadis itu. Aku minta tolong Daddy untuk pisahkan gadis itu darinya."


"Daddy tidak bisa melakukan apa-apa. Coba pikirkan cara yang elegan untuk mendapatkan Eiger kembali. Terlebih saat ini dia sudah resmi menggantikan posisi tuan Balthis. Sepertinya ada banyak rahasia besar yang tidak kamu ketahui tentang keluarga Willard, Sayang," ucap Elmer.


"Biana janji akan menjatuhkan mereka satu persatu, Dad. Aku akan memprioritaskan Eiger dan gadisnya itu. Menyebalkan!"


"Wah, ini hebat, Nona!" sahut David yang ternyata sedari tadi mendengarkan pembicaraan anak dan papa yang cukup intens.


"Fokus pada tujuan, Tuan. Bukan orang lain. Kurasa list yang disebutkan putrimu tak sepenuhnya benar. Jadi, kalau mau balas dendam, fokuskan pada tujuan!" pesan David.


Pria itu kemudian membaur dengan para tamu undangan.


"Dad, dia kan uncle David? Kenapa seolah mendukungku?"


"Entahlah, Sayang. Coba nanti kita pikirkan jalan keluarnya."


Sementara Eiger dan Zoe tampak terlihat serasi. Keduanya menuju ke tempat makanan dan minuman.


"Aku tidak menyangka kalau kau sekeren itu," puji Zoe.


"Hemm, benarkah? Kurasa kau terlalu berlebihan."


Zoe mengambilkan puding. Sebenarnya dia bisa mengambilkan makanan yang lain, tetapi menurutnya makanan yang paling gampang hanyalah puding.

__ADS_1


"Apakah setiap makan kau selalu mengambil dessert?" tanya Eiger.


"Tidak juga. Aku hanya mengambil yang dekat saja. Apa kau mau appetizer?"


"Tidak perlu. Ini cukup." Terpaksa Eiger menikmati puding coklat yang diberikan Zoe.


"Hemm, rupanya kalian di sini," ucap Balthis. Dia sengaja datang bersama istrinya.


Zoe tidak tahu siapa orang itu, tetapi menurut cerita Eiger, dialah pria yang berjuluk papa. Zoe tahu saat memberikan sambutan singkat di hadapan tamu undangan.


"Iya. Papa dan Mama mau makan?" tanya Eiger.


"Iya, Eiger. Oh ya, kau gadis yang manis," puji Jean pada Zoe.


"Terima kasih, Aunty."


"Sama-sama, Sayang. Jaga Eiger baik-baik. Setelah acara ini, Aunty dan suami mau pergi berlibur dulu. Makanya buru-buru perusahaan diserahkan pada Eiger," jelas Jean.


Rencana yang disusun Balthis dan Jean sangat mendadak. Keduanya tidak akan pergi dengan David karena adik bungsunya itu memiliki tugas khusus untuk mengawasi Blerim dan Eiger. Dia juga yang akan mengawasi para wanita yang dekat dengan Eiger. Mana yang berpotensi untuk menjadi rekan, maka David akan memberikan support lebih padanya.


"Mama mau pergi ke mana?" tanya Eiger.


"Berlibur ke suatu tempat yang sangat indah. Nanti, setelah Mama pulang. Akan Mama berikan review-nya."


Zoe tidak terlalu menanggapinya. Dia ingat betul dengan kepura-puraan sepasang suami istri itu. Sungguh, mereka kayak mendapatkan apresiasi karena bermain peran dengan sangat baik. Jika Zoe tidak tahu sebelumnya, maka dia akan percaya penuh pada ucapan mereka.


"Kalian di sini semua rupanya," ucap Blerim. Dari jauh dia melihat interaksi yang ditunjukkan oleh Balthis dan istrinya. Selagi mereka berpura-pura dan Eiger aman dari genggamannya, Blerim akan tetap diam. Namun, jika ada hal yang mengganjal, Blerim akan menjadi orang pertama yang akan membelanya.


"Iya, Uncle. Aku baru ingat kalau Mama dan Papa akan bepergian setelah acara ini," jelas Eiger.


"Wah, benarkah?" Blerim terkejut. Dia bahkan tidak tahu dengan rencana mereka itu.


"Iya, Blerim. Titip Eiger dan Zoe, ya! Jaga dengan baik!" pesan Jean.


Blerim menduga ini rencana lain kakaknya. Dia sudah bisa membaca bahwa kakaknya akan pergi mencari keberadaan Elov. Semoga saja mereka pulang membawa kabar baik, tetapi versi Blerim sendiri, Elov sudah tidak ada lagi di dunia.

__ADS_1


__ADS_2