Bukan Penerus Tahta

Bukan Penerus Tahta
Bab 71. Akhir Cerita


__ADS_3

Kehamilan adalah kabar yang sangat luar biasa. Terlebih sekarang Eiger sudah menjadi pemimpin utama perusahaan Willard. Selain itu, saran dari Jean untuk memberikan hadiah untuk Zoe selalu menjadi prioritas.


"Kau tidak pernah bosan memberikan aku hadiah seperti ini, Eiger?"


"Tidak akan pernah bosan karena aku mencintaimu, Zoe."


Ungkapan perasaan Eiger setiap hari selalu diutarakan. Terlebih saat istrinya menjalani kehamilan yang begitu rumit lantaran Zoe mengandung bayi kembar. Rasanya Eiger masih tidak percaya.


Sama halnya dengan Jean. Mungkin dulu dia kehilangan sosok Elov, putra yang seharusnya menjadi kebanggaan tersendiri di dalam keluarganya. Sekarang, Eiger akan memberikannya dua. Sangat luar biasa, bukan?


Jika Eiger bahagia dengan pernikahannya, lain halnya dengan David. Semula keluarga sudah mengetakan bahwa Bianca adalah gadis yang buruk. David sama sekali tidak percaya. Hal itu baru ketahuan saat Bianca menguras habis isi ATM David hingga tersisa saldo beberapa dolar saja. Setelah itu, Bianca menghilang.


"Sudah kukatakan, bukan? Kau itu pria tua. Tidak pantas menikah dengan gadis muda seperti Bianca. Apa kau lupa kalau semua kakakmu sudah mengingatkan? Sekarang, kau bisa apa?" tanya Blerim.


Habis sudah masa depannya. Bahkan, David belum pernah menyentuh istrinya secara langsung. Pernikahannya tidak ada hubungan intim lantaran Bianca terus saja mencari alasan.


"Itulah kalau kau tidak percaya dengan kakak iparmu." Kini giliran Jean mencibir David.


Kalau sudah seperti ini, David tidak memiliki kekuatan untuk melawan Jean. Semua ucapan, tuduhan, dan ketidaksukaan Jean sudah terbukti. Tidak hanya itu, Balthis pun hanya bisa tersenyum memandang keputusasaan sang adik.


"Harusnya kau memilih seperti Blerim. Menyendiri bukan berarti tidak bahagia, bukan?" Balthis menyahut.


David putus asa. Dia sudah memutuskan untuk mengakhiri pernikahannya. Dia menceraikan Bianca dan tidak memberikan kompensasi sama sekali padanya. Semua harta benda milik David memang sudah dikuras habis.


Pasca perceraian David, suasana mansion kembali tenang. Hari-hari mereka sedang menunggu kehadiran dua bayi yang sedang dikandung oleh Zoe. Ya, baby twin yang hanya tinggal beberapa bulan saja akan lahir.


"Kau tahu kan suasana mansion kembali nyaman setelah perceraianmu," ucap Jean.


"Ya, Kakak ipar. Maafkan aku, ya! Aku tidak percaya padamu," lirih David.


Sejujurnya David malas berdebat dengan Jean. Terus berdebat pun, David tetap kalah pada ratu mansion itu. Hari-hari pasca perceraian pun berlalu begitu saja.


Kini, Eiger menunggu kelahiran bayinya. Rasanya begitu cepat saat Eiger memutuskan menikah. Bahkan, saat ini istrinya akan melahirkan. Dokter mengatakan jika kelahiran baby twin normalnya usia 38 minggu, tetapi saat memasuki usia kehamilan 36 minggu, Zoe mengalami kontraksi. Hal itu menyebabkan harus dilarikan ke rumah sakit.


Jean ikut cemas menghadapi kelahiran cucu pertamanya. Dia terus ikut mendampingi ke mana pun Eiger pergi. Rasanya sudah tidak sabar untuk melihat dua bayi laki-laki yang sangat menggemaskan.


"Bagaimana kondisi Zoe saat ini?" tanya Balthis yang baru saja menyusul bersama dengan Blerim.


"Sedang berada di ruang operasi bersama Eiger. Sebenarnya dokter sudah memprediksi akan lahir lebih cepat dari normalnya baby twin pada umumnya." Jean cemas. Semoga saja kedua baby twin itu lahir secara sehat dan sempurna.

__ADS_1


Rupanya menunggu membuat Jean dan semua orang sangat cemas. Sementara di ruang operasi, Eiger terus saja mengecup kening istrinya. Dia memberikan semangat padanya walaupun harus melahirkan secara operasi.


Setelah menunggu dengan sabar, entah di menit ke berapa suara tangis bayi membuat ruangan itu terasa penuh. Tidak lama, bayi kedua pun lahir. Hanya saja dokter memintanya dua bayi itu untuk dimasukkan ke dalam inkubator selama beberapa hari.


"Terima kasih, Sayang. Kau sudah memberikan bayi yang luar biasa itu."


Zoe sangat lemah. Kelahiran bayinya membuatnya hampir kehabisan tenaga. Walaupun tidak mengejan, rasanya bius dan oksigen yang melekat di hidupnya seolah membuat Zoe merasa kehilangan nyawa. Itu hanya halusinasinya saja. Sebenarnya Zoe baik-baik saja.


"Sayang, tolong buka matamu! Dua bayi kita sudah lahir dengan sangat sehat. Hanya saja dokter masih memasukkannya ke inkubator. Sabar, ya!"


Zoe menangis. Air matanya keluar dari sudut matanya membasahi pipi. Eiger terharu melihat perjuangan istrinya.


Sebelum dipindahkan ke ruang rawat, Zoe sendirian berada di ruang operasi. Sementara Eiger, dia keluar untuk menemui orang tuanya.


"Bagaimana, Eiger? Apa bayi kalian sudah lahir?" tanya Jean.


"Sudah, Ma. Dua jagoan kecil."


"Kau sudah memiliki nama?"


Urusan nama sepenuhnya diserahkan pada Zoe. Dia yang lebih berhak atas semua ini.


Semua anggota keluarga setuju. Hanya saja pesan Balthis adalah jangan sampai melupakan untuk menyematkan nama Willard diakhir nama anak-anaknya.


Setelah beberapa jama menunggu, akhirnya Zoe dipindahkan ke ruang rawat. Sementara bayinya masih berada di ruang khusus bayi dan berada di dalam inkubator.


"Bagaimana kabarmu, Sayang?" tanya Jean.


"Baik, Mam. Terima kasih sudah menjadi mama mertua yang baik buatku. Dan, untuk baby twin, aku sudah menyiapkan nama. Semoga ini tidak mengecewakan kalian," jelas Zoe.


Blerim sedari tadi mengamati kebahagiaan Eiger. Dia terus menggenggam tangan istrinya. Sementara Jean dan Balthis berdiri tidak jauh dari keberadaan Eiger.


"Katakan siapa namanya? Aku belum menikah, tetapi sekarang sudah menjadi Grandpa. Sebenarnya apa julukan yang tepat untukku? Singel Grandpa atau apa?" Candaan Blerim saat ini membuat semua orang tertawa.


Zoe agak menahan tawa karena terlihat masih lemas.


"Kalau kau adalah singel Grandpa, maka David adalah Duda Grandpa. Terdengar lucu, tetapi adik bungsu kalian itu pasti akan bertengkar terus denganku," ucap Jean.


Dulu, sebelum David menikah dengan Bianca, hubungan keduanya baik-baik saja. Bianca adalah penyulut perkara yang paling hebat selama ini.

__ADS_1


"Sudahlah. Lupakan David. Lebih baik kita dengar nama kedua cucu kita," kata Balthis.


Semua yang ada di sana pun penasaran. Zoe terus saja tersenyum memandang keluarga barunya.


"Baiklah. Nama bayi pertama yang kuanggap sebagai kakak, namanya Jefferie Willard. Sedangkan adiknya, Jeoffree Willard," jelas Zoe.


"Wow, nama yang keren, Sayang. Jeff dan Jeoff. Aku suka namanya." Eiger setuju dengan pemberian nama dari istrinya.


Begitu juga dengan seluruh anggota keluarga. Mereka menerimanya dengan suka cita.


Hampir dua minggu berada di rumah sakit, akhirnya Zoe diizinkan pulang bersama dua bayinya. Sebenarnya setelah 3 atau 5 hari, Zoe sudah diizinkan pulang. Namun, Zoe ingin berada di sisi bayinya sampai mereka diizinkan untuk pulang.


David bertugas menyiapkan pesta kejutan untuk menyambut kehadiran dua bayi kembar dan seluruh anggota keluarga lainnya. Dia meminta semua pelayan untuk membantunya.


"Ayo, cepat siapkan! Semua sedang bersiap menjemput baby twin J!" seru David.


David sering mendengar cerita dari Balthis dan Blerim jika baby twin J sangat lucu. Hanya saja dia sama sekali belum pernah berkunjung ke rumah sakit.


Seperti yang sudah dijadwalkan, siang hari di mansion sudah sangat ramai sekali. Kamar bayi pun sudah disiapkan Balthis jauh hari untuk menyambut kehadiran cucu pertama keluarganya.


"Selamat datang!" Penyambutan luar biasa ditunjukkan David pada semua orang yang datang.


Dua bayi itu salah satunya digendong oleh Blerim. Sedari dulu, Blerim cukup cekatan merawat bayi. Blerim membawa baby Jeoff, sedangkan Jean membawa baby Jeff. Keduanya sedang tertidur pulas.


"Wah, ini penyambutan luar biasa, Uncle," jawab Eiger dan Zoe bersamaan.


Baby J diletakkan di box bayi. Kemudian mereka menikmati penyambutan ini dengan makan siang bersama. Selain itu, David juga sudah menyiapkan fotografer profesional untuk membuat kenangan mereka semakin terlihat bahagia.


"Zoe, Eiger, terima kasih karena kalian sudah memberikan kebahagiaan keluarga ini dengan sangat sempurna," ucap Balthis.


"Tentu saja, Papa. Kebahagiaanku adalah kalian. Baby J juga kebanggaan kalian," sahut Eiger.


Setelah melewati perjalanan panjang dengan suka dukanya, kini kebahagiaan menyelimuti keluarga Willard. Mereka akan terus bergandengan tangan untuk memajukan perusahaan dan mengurus kedua bayi kembar hingga tumbuh dewasa.


...-END-...


...🌺🌺🌺...


Hai guys, jangan lupa mampir ke karya keren teman Emak. Jangan lupa tinggalkan jejaknya. Thank you ❤️

__ADS_1



__ADS_2