Bukan Penerus Tahta

Bukan Penerus Tahta
Bab 40. Gangguan


__ADS_3

Zoe saat ini berada di hotel merasa bosan. Pekerjaannya untuk membantu Eiger seharusnya sudah selesai. Dia ingin lekas kembali ke kampung halamannya. Namun, saat melewati pintu penjagaan, beberapa bodyguard melarangnya keluar sebelum tuannya kembali.


Zoe sudah mencoba berulang kali menghubungi Eiger, tetapi laki-laki itu tidak menjawab.


"Huft, aku lelah! Memangnya kaum bangsawan selalu dijaga seketat ini, ya?"


Tidak ada telepon masuk dari Eiger, tetapi dia mendapatkan pesan masuk dari lelaki itu. Eiger memintanya untuk bersiap karena malam ini lelaki itu mengajaknya makan malam. Selain itu, Eiger juga berjanji untuk mengajaknya jalan-jalan.


Zoe merasa sangat senang sekali karena lelaki itu mengajaknya keluar. Secepatnya dia mengembalikan ponselnya untuk menyiapkan gaun yang akan dipakainya.


"Hemm, kenapa aku sangat senang? Apa karena aku tidak pernah keluar kamar? Ah, bukan masalah. Yang penting Eiger mau mengajakku keluar."


Sesuai waktu yang dijanjikan, Eiger datang. Dia sangat rapi dan terlihat sekali ketampanannya sebagai seorang bangsawan keluarga Willard.


"Maaf, aku tidak bisa mengangkat panggilanmu. Aku sedang mengerjakan beberapa proyek dengan uncle. Aku tidak mau ada kesalahan sedikit pun."


"Iya. Tidak masalah. Oh ya, memangnya kau mau mengajakku ke mana?"


"Makan malam romantis. Itu pun kalau kau suka."


Zoe tidak bisa menolaknya. Walaupun dia hanya menjadi Cinderella untuk sementara waktu, setidaknya dia sangat menikmati perannya.


"Hemm, baiklah. Oh ya, apa penampilanku mengecewakan?"


Eiger menelisik dari ujung rambut hingga kaki. Tidak ada yang bermasalah. Semuanya sempurna.


"Tidak. Kau cantik malam ini," puji Eiger.


Eiger dan Zoe tidak tahu jika saat ini ke mana pun mereka pergi selalu diawasi oleh beberapa orang. Salah satunya dari orang suruhan Biana yang tidak terima kalau Eiger menjalin hubungan dengan wanita lain.


Sebagai antisipasi, Blerim diam-diam mengirimkan bodyguard untuk keponakannya itu. Setidaknya kalau ada masalah apa pun, semuanya bisa dilewati dengan mudah. Terlebih tanggung jawab Eiger bukan hanya sebagai seorang anak saja. Namun, dia mengemban nama dan tanggung jawab besar.


Kali ini, Eiger menggunakan mobilnya untuk membawa Zoe tanpa pengawalan dari bodyguard yang ada di depan kamar hotel.


"Eiger, apa kamu yakin tanpa pengawalan?"


Zoe merasa ngeri kalau ada sesuatu yang mengancam dirinya ataupun Eiger. Apalagi beberapa hari terakhir ini dia mencoba memantau sosial media bahwa telah terjadi penyerangan antar mafia. Selain itu, beberapa orang juga terlibat dalam penyerangan itu.

__ADS_1


"Kenapa? Kamu takut?"


"Iya, Eiger. Aku sangat takut sekali. Beberapa hari terakhir beritanya mengerikan sekali."


"Itu sudah biasa, Zoe. Dunia bisnis berhubungan dengan dunia mafia. Bukan rahasia umum lagi. Kau takut?"


Zoe tidak bisa membayangkan kalau tiba-tiba perjalanannya terusik dengan suara tembakan atau pertempuran.


"Apakah kamu pernah mengalaminya langsung?"


Eiger mengingatkan kejadian malam itu. Setelah pertemuannya dengan Zoe di danau. Misi menyelamatkan dua pamannya yang disekap mafia.


"Ngeri sekali, ya. Apa kau baik-baik saja, Eiger?"


"Seperti yang kamu lihat. Aku sehat dan baik, bukan?"


Rasa nyaman yang diberikan Zoe pada Eiger memang berbeda. Sedari Eiger menjalin hubungan dengan Biana, tidak seperti saat bersama Zoe. Eiger bisa terbuka dengan gadis ini mengenai semua masalahnya. Eiger tertarik untuk mengenal Zoe lebih jauh.


"Ah, aku tidak bisa membayangkan jika kita berada di posisi seperti itu, Eiger. Aku bisa-bisa syok dan takut untuk melakukan apa pun."


"Hemm, kau tidak percaya padaku?"


Rupanya berbincang dengan Zoe membuat Eiger menyadari satu hal. Zoe merupakan gadis yang cerdas dan memiliki kemampuan luar biasa. Walaupun dia terlihat seperti gadis desa biasa, nyatanya pemikirannya cukup luas. Eiger salut padanya.


"Kamu benar. Apakah kita akan terus mengobrol seperti ini?" tanya Eiger saat mobilnya sampai di sebuah restoran.


Eiger turun untuk membantu Zoe keluar dari mobil. Dia memperlakukan gadis itu layaknya seorang putri.


Eiger sudah menyiapkan tempat yang cukup nyaman. Dia memilih balkon restoran yang sengaja dipesan khusus untuk Zoe. Selain itu, pemandangan indah angkasa yang ada di atas balkon itu terlihat jelas saat malam.


"Eiger, ini terlalu mewah!" seru Zoe.


Sepanjang hidupnya, baru pertama kalinya Zoe menjalani kehidupan yang serba mewah seperti ini.


"Tidak masalah. Kamu baik dan berhak mendapatkan semua ini."


Ada rasa senang dalam nada ucapan Eiger padanya. Itu artinya hubungan pertemanan ini akan berjalan lancar.

__ADS_1


Beberapa makanan terhidang di mejanya. Selain itu, ada beberapa bunga yang sengaja dihias dengan cantik di sana. Tidak hanya itu, ada sesuatu yang spesial dipersembahkan untuk Zoe.


Buket bunga mawar merah yang dipersembahkan Eiger padanya. Bunga itu sengaja disiapkan untuk diberikan pada gadis yang ada di depannya saat ini.


"Eiger, ini terlalu berlebihan."


Eiger menghujani banyak hadiah pada gadis itu. Selain itu, ada sesuatu yang spesial diberikan padanya. Sebuah cincin berlian yang harganya lumayan mahal.


"Eiger, ini untuk apa?"


"Hadiah buat wanita istimewa," jawabnya singkat.


Eiger memang pria baik, terkadang dia sangat misterius. Namun, kali ini dia kelewatan baik menurut Zoe.


"Ini bukan sogokan ongkos aku pulang, kan?" canda Zoe.


"Tidak, Zoe. Kalau kau mau, masih banyak hadiah lainnya."


Zoe tidak serakah. Dia hanya menerima pemberian langsung dari tangan Eiger. Namun, makan malam yang rencananya romantis itu, tiba-tiba datang kekacauan.


Biana mendadak meminta bergabung dengan Eiger. Dia mengancam staf restoran itu supaya mengizinkannya masuk.


Para staf itu kebingungan mencari alasan yang tepat untuk menolaknya, tetapi Biana meyakinkan mereka bahwa Eiger mengundangnya kemari.


"Tuan, kami minta maaf. Acara Anda jadi terganggu seperti ini," ucap salah satu staf.


"Hei, kalau bicara yang benar! Aku juga diundang ke sini. Benar begitu, Tuan Eiger?"


Ya, Zoe juga tahu siapa wanita yang saat ini mengganggu makan malamnya. Menurut cerita Eiger, dialah mantan kekasihnya yang sengaja memutuskan hubungan saat tahu bahwa Eiger adalah laki-laki yang tidak jelas asal-usulnya. Selain itu, tujuan Biana mendekati Eiger hanya untuk kepentingan pribadinya saja.


Eiger kali ini perlu ambil sikap. Dia tidak bisa membiarkan Biana menjadi bayang-bayang masa lalunya.


"Bisa tolong panggilkan penjaga?" tanya Eiger.


"Ehm, bisa Tuan."


Tidak lama, beberapa penjaga sudah berdiri di sana. Bagi Biana, cara yang dipakai untuk mengejar Eiger adalah sangat kampungan sekali. Namun, bagaimana lagi kalau ini adalah cara yang pas untuk merebut kembali cinta Eiger padanya.

__ADS_1


"Tolong seret wanita itu keluar! Aku tidak ada kepentingan dengannya!" ucap Eiger tegas.


Penjaga itu lekas melakukan tugasnya. Biana memberontak. Dia juga mengucapkan kata-kata ancaman yang akan membuat Eiger dipandang sebelah mata.


__ADS_2