Bukan Penerus Tahta

Bukan Penerus Tahta
Bab 62. Susah Move On


__ADS_3

Segala persiapan pertunangan itu sudah berjalan seratus persen. Selain itu, undangan juga sudah disebar. Sebenarnya pihak keluarga Willard tidak setuju, tetapi David tetap ingin bertunangan dengan Bianca.


Tepat hari H pertunangan, keluarga besar Willard sedang bersiap. Eiger juga mengundang Zoe. Dia menjemput dari tempat tinggalnya dibawa ke hotel.


"Uncle langsung ke ballroom hotel saja. Aku akan ke kamar Zoe dulu. Menjemputnya," pamit Eiger pada Blerim.


"Hemm, bagaimana hubunganmu dengannya? Apa tidak ada rencana untuk menyusul Uncle David?"


"Aku tidak tahu, Uncle. Sebenarnya kalaupun dia mau, aku pun mau."


"Kejar dia! Jangan sampai lepas. Kau tidak mau kan kalau Biana masuk ke dalam kehidupanmu lagi? Mansion ini bisa meledak kalau ada dua orang, Biana dan Bianca."


Blerim tahu kalau dua orang itu tipe wanita yang suka sekali keributan. Sementara Zoe, dia bisa cocok dengan Jean karena sama-sama tidak terlalu suka suasana bising.


Balthis memutuskan untuk pergi berdua dengan istrinya, Jean. Sementara David sudah menginap di hotel yang akan digunakan pada acara hari ini.


"Baik, Uncle. Aku nanti akan bicara padanya."


"Bagus. Lekaslah! Jangan sampai lepas."


Eiger berpisah dengan Blerim di mansion. Mereka akan pergi ke hotel menggunakan mobil masing-masing.


Eiger lebih dulu sampai di tempat acara, tetapi dia menuju ke kamar Zoe untuk menjemput gadisnya.


"Sudah siap?" tanya Eiger saat melihat Zoe keluar kamar.


"Sudah. Ayo!"


Mereka turun menggunakan lift menuju ke ballroom. Rupanya para tamu undangan banyak yang sudah hadir. Biana dan papanya juga sudah berada di sana. Biana merasa kesal pada Eiger saat melihat pria itu membawa Zoe. Selain itu, tatapan sinis pada Bianca pun terlihat jelas.


Biana cemburu saat melihat Bianca berdiri di depan bersama pria matang, yaitu David. Penampilan Bianca sangatlah mewah dan berkelas. Terlebih David seolah memanjakan calon tunangannya.


Biana sebenarnya agak malas berhadapan dengan Zoe. Namun, demi mendapatkan Eiger kembali, Biana harus bekerja keras.


"Hai, Eiger. Apa kabar?" tanya Biana.


"Baik. Kau sendiri apa kabar?"

__ADS_1


"Baik juga. Aku harap bisa segera menyusul seperti Bianca," ucap Biana basa-basi.


"Ya, semoga. Aku pun demikian. Ehm, maksudku, kami akan segera menyusulnya," ucap Eiger memberikan kode pada Zoe supaya tidak melakukan protes.


Ada rasa nyeri di dada Biana. Hal itu segera tergantikan saat sebuah suara mengumumkan persiapan pertunangan akan segera dilangsungkan. Tampak Bianca terlihat bahagia sekali. Terlebih dikelilingi keluarga besar calon tunangannya, David.


Orang tua angkat Eiger terlihat gagah dan cantik. Selain itu, salah tau paman Eiger yang belum menikah juga terlihat sangat tampan sekali. Eiger memang pantas berada di tengah-tengah mereka.


Acara demi acara berlangsung dengan lancar. Hingga pada puncak acara, yaitu penyematan cincin pertunangan. David dan Bianca terlihat memamerkan cincin bertahtakan berlian itu pada tamu undangan.


Lagi-lagi Biana merasa kalah dengan saudara tirinya. Papanya pun ikut andil di sana. Terlihat ikut berfoto bersama keluarga besar David.


"Kenapa kau terlihat sangat sedih?" tanya Zoe mencoba mengurai suasana agar kembali menghangat.


"Dia saudari tiriku. Lebih beruntung ketimbang aku," sesal Biana.


"Jodoh sudah ada garis takdir masing-masing. Jadi, bersabarlah!" ucap Zoe menanggapi.


"Kalau aku minta Eiger kembali, apa kau mengizinkan?"


Ini cara ampuh untuk memaksa Zoe melepaskan pria yang masih dicintainya selama ini. Biana harus merebut kembali cintanya. Setelah Zoe mengizinkan, dia akan berbicara dengan Eiger.


Teringat kala itu, Eiger jadi tahu tujuan Biana mendekatinya. Hanya soal harta kekayaan saja yang diincarnya.


Suasana tidak nyaman itu semakin terganggu saat Bianca mendekati mereka. Tujuannya untuk membuat Biana semakin kesal dan bisa lebih dekat lagi dengan Eiger.


"Hai, Eiger. Apa kabar?" sapa Bianca.


"Baik. Selamat, ya! Sebentar lagi kau akan menjadi bagian dari keluarga kami," ucap Eiger.


Tentu saja ini merupakan ucapan yang sangat ditunggu oleh Bianca. Dia juga mendekati Eiger untuk meminta foto bersama. Alasan ini digunakan Bianca agar bisa memiliki foto berdua dengan pria yang dicintainya. David hanya kunci untuk mendapatkan Eiger.


"Tolong jangan terlalu dekat seperti ini!" tegur Eiger.


"Kakak! Kau harus jauh-jauh dari dia!" seru Biana. Rasanya dia semakin kesal sekali pada saudari tirinya.


"Biana, minggir! Eiger sebentar lagi akan menjadi keponakanku. Tidak salah kan kalau aku minta berfoto bersama. Iya kan, Sayang?" Bianca mendapatkan kesempatan bagus saat David mendekat.

__ADS_1


"Iya, Sayang. Boleh saja. Dia kan keponakaku juga," jawab David.


Zoe malah merasa aneh dengan sikap Bianca pada Eiger. Dia seperti menyimpan rahasia besar. Mungkin hanya perasaan Zoe saja.


"Uncle, lebih baik Bianca diajak menemui para tamu undangan. Mereka menunggu kalian. Lihatlah tatapan mata mereka! Tertuju pada Uncle dan calon Aunty kami," jelas Eiger.


Bianca rasanya kesal sekali. Saat dia sudah dekat dengan tujuannya, tetapi dipatahkan oleh Eiger sendiri. Terpaksa dia mengikuti ke mana pun David menyambut para tamunya.


"Wah, selamat, ya!" ucap salah satu tamu undangan.


"Terima kasih. Sebentar lagi akan ada undangan pernikahan dari kami," kata David.


Beberapa tamu sempat penasaran pada David. Mengapa baru sekarang dia memutuskan untuk bertunangan saat usianya hampir setengah abad?


Jawabannya sangat mengejutkan. Baru kali ini David memikirkan pernikahan saat mengenal Bianca. Jiwa mudanya seakan bangkit lagi.


"Wah, sangat luar biasa sekali. Kami tidak menyangka bahwa Nona Bianca mampu meluluhkan hati pria berkharisma seperti Tuan David," jelas salah satu tamu.


"Aku juga tidak akan mau seperti ini kalau bukan untuk mengejar Eiger," ucap batin Bianca.


"Ah, iya. Entah, tiba-tiba saat Tuan David memintaku untuk menjadi calon istrinya seperti terhipnotis. Aku juga tidak bisa menolaknya. Mungkin saja Tuan David memang pria yang ditakdirkan untukku," jelas Bianca. Padahal berucap seperti ini rasanya ingin muntah.


"Wow, romantis sekali! Oh ya, setelah Tuan David, kira-kira siapa lagi dari keluarga Willard yang akan menikah? Apakah Tuan Blerim tidak ingin menikah?" tanya satu tamunya yang lain.


"Kalau aku, lebih baik mendahulukan yang muda," sahut Blerim yang muncul di belakang adiknya.


"Wah, Anda masih betah menyendiri rupanya. Banyak wanita yang ingin mendapatkan pria seperti Anda, Tuan Blerim."


"Hati kakakku masih tertaut pada cinta masa lalunya," sahut David.


Blerim menepuk pundak adiknya. "Kau benar, David."


Blerim memang susah sekali move on dari Lilyana Xaviera. Gadis yang tiba-tiba menghilang dari kehidupan Blerim. Sampai saat ini pun belum ada yang bisa menaklukkan hati Blerim apalagi sampai berencana menikah.


...🌾🌾🌾...


Sambil menunggu update, yuk mari mampir ke karya teman Emak. Jangan lupa baca sinopsisnya. Semoga suka ❀️. Thank you πŸ™

__ADS_1



__ADS_2