Bukan Penerus Tahta

Bukan Penerus Tahta
Bab 66. Kesedihan Biana


__ADS_3

Setelah kejadian memalukan waktu itu, Eiger sangat murka. Dia tidak mau lagi melihat wajah Biana. Terlebih itu sangat memalukan untuk keluarga besarnya.


Seperti kesepakatan yang sudah dibuat, selang beberapa minggu adalah pernikahan David dan Bianca. Resepsi pernikahan mereka akan dijadikan satu dengan Eiger.


Jean benar-benar pilih kasih. Saat pernikahan David, dia tidak ikut mengantar ke kantor catatan sipil. Dia lebih fokus menyiapkan beberapa persiapan Zoe yang sudah tinggal di mansion selama beberapa hari.


Hanya Balthis dan Blerim saja yang mengantarkan David ke kantor catatan sipil.


"Kak, istrimu itu keterlaluan!" protes David.


"Sabar, Vid. Kau tidak tahu saja Jean seperti apa? Yang penting pernikahanmu berjalan lancar dan resepsi pernikahannya beres, bukan?" balas Balthis.


Benar juga. Blerim kali ini bertugas mengemudikan mobilnya. Dia tidak menyangka adiknya akan menikah lebih dulu ketimbang dirinya. Pria yang masih teringat bayang masa lalu dan sulit move on itu.


"Iya, Kak. Tapi, tidak begitu caranya! Sesuka hati kak Jean menjadikan resepsi pernikahanku bersamaan dengan Eiger yang sudah lebih dulu menikah. Pasti para tamu undangan akan fokus pada Eiger ketimbang aku." Lagi-lagi David melayangkan protes.


"Vid, terima saja. Daripada kak Jean marah kemudian membatalkan rencana pernikahanmu. Bagaimana?" tanya Blerim.


Bukannya membenarkan ucapan David, Blerim malah mendukung Jean. Rasanya semakin kesal, tetapi saat sampai di depan kantor catatan sipil dan melihat calon istrinya berada di sana, senyuman David mengembang sempurna.


"Sudahlah, Vid. Lebih baik fokus pada calon istrimu!" pungkas Blerim.


Pernikahan ini hanya dihadiri keluarga saja. Dari pihak David, hanya didampingi kakaknya saja. Sedangkan dari pihak Bianca, ada papa dan juga adik tirinya.


Biana tampak sedih. Eiger benar-benar meninggalkan dirinya seperti yang dilakukan Biana waktu itu. Andaikan saja Biana tidak memandang rendah laki-laki yang dicintainya. Mungkin sekarang keduanya sudah bersatu dan hidup bahagia.

__ADS_1


Bianca yang siap menjalani prosesi pernikahan tampak sangat bahagia. Dia terlihat cantik menggunakan gaun pengantin yang memang sudah dipilihnya sendiri. Mewah dan berkelas. Sebenarnya Jean sudah memintanya untuk menggunakan gaun itu di acara resepsi pernikahannya, tetapi Bianca ngotot pakai gaun itu.


Sempat terjadi perdebatan panjang antara Bianca dan Jean. Namun, David menjadi penengah. Dia akan menyiapkan segala keperluan calon istrinya.


Memasuki ruangan, Bianca semakin senang. Pasalnya, sebentar lagi dia akan masuk ke dalam keluarga besar Willard. Dia akan menjadi wanita berkelas dengan segala kemewahannya. Selain itu, tujuannya untuk mengejar Eiger agaknya sudah memudar. Yang penting baginya saat ini adalah menjadi wanita berkelas.


Setelah momen sakral itu terjadi, keduanya disahkan menjadi sepasang suami istri. Blerim kemudian memberikan satu buah kotak yang berisi cincin pernikahan. David memasangkan cincin itu ke jari manis istrinya. Begitu pula dengan Bianca. Dia melakukan hal yang sama kepada David. Setelah itu, David memberikan ciuman mesra untuk istrinya. Bianca tidak menolak, justru sangat menikmatinya.


"Tidak masalah aku menikahi David. Bagiku, harta sangatlah penting. Biarkan Biana mati mengejar cintanya. Sedangkan aku akan bahagia dengan kehidupan baruku. Ya, walaupun hanya menikahi pria tua," ungkap batin Bianca setelah melepaskan ciuman suaminya.


"Terima kasih, Sayang. Jadilah wanita yang akan melahirkan anak-anak untukku," ucap David.


Bianca tidak pernah berpikir ke arah sana. Malah dia berharap kalau pernikahan ini bukan akhir dari segalanya. Maksudnya, Bianca ingin menikmati pernikahan ini layaknya wanita muda pada umumnya. Kebebasan dan kesenangan yang diinginkan.


"Iya, ya," jawab Bianca ketus.


"Sayang, selamat atas pernikahanmu!" ucap Elmer.


"Terima kasih, Papa. Jadi, Papa tidak perlu susah payah menjagaku, bukan? Jaga saja anak Papa yang manja itu! Kalau perlu nikahkan saja dengan pria yang menurut Papa cocok," ucap Bianca sambil mengejek adik tirinya.


"Awas kau, Bianca! Aku bersumpah bahwa kau setelah ini akan hamil dan tidak akan bisa bertingkah lagi!" balas Biana karena kesal.


Bianca adalah tipe wanita yang tidak mau memberikan komitmen lebih pada pernikahannya. Terlebih permintaan suaminya untuk memberikan anak atau keturunan. Bianca terlihat ogah-ogahan menanggapinya.


"Kalian mau di sini, atau datang ke mansion? Istriku pasti sudah menyiapkan jamuan makan siang sebelum nanti malam resepsi pernikahan digelar. Ehm, Tuan Elmer, Anda bisa datang ke mansion, bukan?" tanya Balthis.

__ADS_1


Biana malah merasa tidak nyaman. Dia pasti akan bertemu dengan Eiger. Laki-laki itu akan menghindarinya lagi.


"Dad, langsung pulang saja. Nanti malam kita akan datang ke pesta pernikahan. Jadi, sebaiknya pulang saja, ya!" Biana memohon. Ini salah satu cara untuk menghindari berhadapan langsung dengan Eiger.


Satu sisi, Elmer ingin mengantarkan putrinya ke mansion suaminya. Salah satu lagi, Elmer harus menjaga perasaan Biana yang semakin hari tambah rapuh karena kesalahannya di masa lalu.


"Sepertinya aku akan mengantar Biana pulang saja. Kebetulan hari ini kami juga membuat perayaan kecil di rumah. Lain waktu saja kami akan datang ke mansion. Tidak apa-apa kan, Sayang?" Elmer mencoba meminta pengertian dari Bianca.


"Ya, Pa. Tidak masalah. Bianca sama suami akan baik-baik saja," balas Bianca seolah menjadi istri sempurna di mata semua orang.


"Jaga dirimu baik-baik, ya! David, aku titipkan Bianca padamu. Tolong bahagiakan dia. Jangan pernah lagi kau sakiti!" Pesan Elmer sangat beralasan, sebab David adalah pria yang sudah cukup umur. Tentunya hal itu akan menjadi kendala hubungannya dengan Bianca.


"Baik, Papa. David berjanji akan menjaga Bianca dengan baik," balas David.


Blerim sebagai kakaknya cuma bisa tersenyum. David yang usianya tidak jauh darinya, terkadang masih labil. Blerim tidak bisa membayangkan suasana mansion saat mereka bersatu.


"Baiklah, Tuan Elmer. Kami langsung pamit. Jean pasti sudah menunggu," pungkas Balthis.


"Silakan, Tuan. Semuanya, sampai jumpa nanti malam di resepsi pernikahan putriku," pamit Elmer saat sampai di tempat parkir.


Biana yang baru saja masuk ke dalam mobil terlihat cemberut. Dia tidak menyangka kehidupan kakak tirinya akan jauh lebih baik ketimbang dirinya.


"Sayang, jangan siksa dirimu seperti itu! Eiger sudah menjadi milik orang lain. Belajarlah ikhlas! Bukankah dulu kau yang sudah melepaskannya? Wajah kalau sekarang dia tidak mau kembali padamu," jelas Elmer.


"Dad, aku cemburu pada Bianca. Uncle David sangat sayang padanya. Dia akan menjadi wanita yang paling bahagia. Sedangkan aku akan terus meratapi kegagalanku karena aku terlalu memandang rendah pada Eiger kala itu."

__ADS_1


"Tidak masalah, Sayang. Belajarlah dari kesalahan! Lebih baik lupakan dia dan carilah pria lain. Lalu, menikahlah!"


Sedih rasanya saat Biana harus menikah dengan pria lain. Terlebih cintanya pada Eiger masih sangat dalam dan belum bisa dihapuskan dari dalam hatinya.


__ADS_2