
Menunggu adalah hal yang paling membosankan sepanjang hidupnya. Ya, Biana sukses merayu papanya supaya pria itu mau datang ke kantor Balthis.
"Biana, ini terlalu cepat, Sayang."
"Dad, look at me! Aku mencintainya. Tidak ada pria sesempurna Eiger. Oke, aku tahu kalau responku terhadap Eiger kala itu terlalu terburu-buru. Tapi, asal Daddy tahu, aku terpaksa melakukan ini untuk membantu Daddy juga, kan?"
Pria mana yang mampu menolak permintaan putri semata wayangnya itu? Apalagi tentang pria yang dicintainya.
"Oke, Daddy akan datang ke kantor tuan Balthis untuk menyelesaikan kesalahpahaman ini."
Akhir yang membahagiakan menurut Biana. Pria yang dipanggilnya daddy itu mau mengurusi putrinya yang sudah dewasa, tetapi terkadang manja itu.
Sampailah di depan front office perusahaan Willard. Daddynya Biana yang bernama Elmer Lazarus itu menemui resepsionis.
"Selamat siang," sapa Elmer.
Ya, dia memang datang ke kantor untuk menemui Balthis. Namun, sayang sekali tanggapan resepsionis itu sangat mengecewakan sekali.
"Maaf, Tuan. Apa ada yang bisa aku bantu?"
"Ehm, bisakah aku bertemu dengan tuan Balthis?"
Resepsionis tampak menelisik wajah pria paruh baya di hadapannya itu. Bukan karena sering bertemu atau apa, tetapi pria itu terlihat sekali baru datang ke kantor hari ini.
"Maaf, Tuan. Apakah Anda tidak mengetahui prosedur untuk bisa bertemu dengan tuan Balthis?"
Elmer sejenak merasa bingung. Ya, walaupun dia bekerja di perusahaan miliknya, tetapi tidak terlihat serumit ini.
"Ini darurat, Nona. Apakah tidak ada pengecualian untukku? Aku Daddy Nona Biana, kekasih tuan muda Eiger," jelasnya.
Memangnya ini perusahaan milik moyangnya? Resepsionis itu tidak mau mengambil risiko sebesar itu. Apalagi untuk menemui Balthis, bos besar di perusahaan itu. Tidak akan mudah.
Elmer hampir menyerah. Apa yang akan dikatakan pada putrinya jika dia tidak berhasil menemui Balthis? Anak gadisnya itu pasti merasa kecewa karena papanya tidak mampu mewujudkan keinginan tersebut.
Seperti mendapatkan sebuah kesempatan, Elmer meninggalkan resepsionis kemudian mengejar Balthis yang baru saja keluar dari lift. Pria paruh baya itu terlihat terburu-buru keluar kantor.
"Tuan Balthis!" panggil Elmer dengan suara yang sedikit lebih keras.
Balthis yang berjalan dengan David pun menoleh. Dia ingat kalau siang ini tidak ada janji temu dengan siapa pun. Mengingat Blerim juga izin untuk tidak ke kantor hari ini. Jadi, Balthis pun merasa terkejut.
"Ya, ada apa?" tanya Balthis.
"Maaf, Tuan. Aku sudah lancang menghentikan Anda," ucap Elmer.
__ADS_1
"David, tunggulah di mobil! Aku hanya sebentar."
David merasa tidak senang dengan kehadiran pria itu. Dia juga sepertinya mengenal, tetapi malas untuk mengingat karena urusan David sendiri sudah cukup banyak.
"Siap, Kak."
"Maaf, Tuan. Apa Anda membuat janji temu sebelumnya?" tanya Balthis.
Selagi posisinya berada di perusahaan, Balthis tidak bisa melanggar aturan yang sudah dibuatnya. Terlebih hal itu pernah kejadian saat Biana datang ke kantor kemudian memaksa masuk ke ruangannya. Sejak saat itu, Balthis menutup akses masuk Biana di manapun berada.
Sebenarnya Balthis tahu kalau pria ini adalah orang tua Biana, tetapi sebagai seorang pebisnis tentunya Balthis harus berpikir ulang untuk membuat pria itu hengkang dari hadapannya.
"Tidak, Tuan. Tetapi, ini urusan penting mengenai keluarga besar Anda."
Sepertinya Elmer memang ingin berbicara penting padanya.
"Kalau begitu silakan ikuti kami ke restoran. Mari makan siang bersama kami," ajak Balthis.
Pria itu tidak akan memberikan kesempatan orang lain untuk mengacaukan peraturan yang sudah dibuatnya. Bergegas Balthis masuk ke mobil yang sudah ditunggu David sedari tadi.
"Mau apa pria itu?" tanya David.
"Entahlah. Mungkin urusan putrinya."
"Kurasa begitu. Sudahlah. Lagi pula kamu akan ada di sana," jelas Balthis.
Ya, setiap pertemuan apa pun, Balthis selalu bersama David. Menurutnya hanya pria itu yang memiliki satu visi misi yang sama. Berbeda dengan Blerim yang terkadang memiliki jalan yang berbeda.
Saat ini, ketiga pria berumur itu sudah masuk ke dalam sebuah restoran. Tempat yang dipilih keluarga besar Willard selalu di dalam ruangan VVIP. Privasi lebih terjamin dan tidak ada seorang pun yang diizinkan masuk tanpa persetujuan.
Bisa dikatakan betapa kayanya keluarga Willard hingga memperlakukan seluruh anggota keluarganya seperti itu.
"Apa yang ingin Anda sampaikan, Tuan?" tanya Balthis.
David sedang menikmati minumannya. Dia sengaja mengabaikan dua orang yang sedang ingin berbincang itu.
"Ini mengenai Eiger," jawabnya.
"Ada apa?"
"Bukankah pria itu menunda pengumuman penerus tahta keluarga Anda karena belum memiliki calon?"
"Ya, lalu?"
__ADS_1
Elmer mencoba menetralisir keraguannya dengan menikmati segelas minuman dingin. Rasanya dingin, tidak sebanding dengan hati dan pikirannya yang gundah itu.
Elmer tidak tahu bahwa alasan Eiger menunda karena menunggu anak kandung keluarga besar Willard ditemukan.
"Bagaimana kalau Eiger bertunangan dengan Biana?"
David terpaku pada ucapan Elmer barusan. Balthis pun tersenyum sejenak. Alasan apa yang akan digunakan untuk menolak permintaan Elmer? Sejujurnya Eiger mengulur waktu hanya untuk mengembalikan posisi Elov seperti semula.
Kalau sampai Eiger sudah bertunangan, itu artinya Balthis tidak bisa mengulur waktu lagi. Maka, kesempatan Elov menjadi penerus tahta sudah benar-benar hilang.
"Kalau soal itu, aku tidak bisa memutuskan, Tuan Elmer. Bukankah Anda juga tahu kalau Biana sudah memutuskan hubungan dengannya? Kurasa Anda terlalu memaksa," jelas Balthis.
Sebagai seorang pria yang sedang berusaha mendapatkan kebahagiaan putrinya, Elmer sampai merelakan harga dirinya direndahkan seperti itu.
"Tidak, Tuan. Itu hanya salah paham. Biana sudah menjelaskan kalau dia menyesal."
"Maaf, lebih baik katakan pada putri Anda untuk tidak mengejar Eiger lagi. Biarkan laki-laki itu dengan pilihannya sendiri," pungkas Balthis. Dia sangat lelah bermain drama. Rasanya ingin mengatakan langsung bahwa Eiger bukanlah putranya.
"Jadi, Anda menolakku, Tuan?" tanya Elmer. Wajah pria itu sudah tersulut emosi. Dia menilai bahwa keluarga Willard sangat sombong.
"Ya, aku menolaknya! Keluarga Willard tidak akan pernah menikah dengan gadis seperti Biana. Walaupun seluruh dunia ini binasa, tetapi keluarga kami tidak akan bisa menerimanya," jelas Balthis.
"Kak?" panggil David. Dia merasa sangat khawatir kalau kakaknya akan bertengkar.
"Anda terlalu sombong, Tuan," ucap Elmer. "Kalau Anda menolak, akan aku pastikan semua rahasia keluarga Anda akan diketahui publik," ancam Elmer. Tidak ada jalan lain selain itu.
"Anda mengancamku?"
"Ya, jika Anda menolak putriku!"
Balthis berdiri. Dia berniat mengusir pria itu dari hadapannya. Tidak anaknya, tetapi papanya juga memiliki perangai yang sama.
"Pergi dari hadapanku! Aku tidak mau melihat wajah Anda lagi." Balthis mengusirnya.
"Oh, jadi ini yang dilakukan oleh keluarga besar Willard yang sebenarnya. Bersikap kasar pada orang yang sudah berbuat baik padanya," ucap Elmer sebelum benar-benar keluar dari ruangan VVIP tersebut.
Balthis kembali duduk. Wajahnya terlihat kesal sekali.
"Kak, apa kamu yakin kalau orang itu hanya gertak sambal saja?" tanya David. Dia yang menyaksikan kejadian itu berlangsung.
"Aku tidak tahu, tetapi kalau sampai dia nekat. Habisi dia!"
Balthis tidak segan berbuat nekat demi keluarga besarnya. Susah payah dia menyembunyikan kenyataan bahwa Eiger bukanlah anak kandungnya.
__ADS_1