Bukan Penerus Tahta

Bukan Penerus Tahta
Bab 45. Terjebak


__ADS_3

Zoe kembali ke kampung halamannya. Balthis dan Jean mendadak pulang sebelum waktunya. David mulai bertingkah aneh meminta Jean untuk mencarikan wanita yang akan dinikahinya.


"Kau serius, David? Hei, ingat! Usiamu mendekati setengah abad. Kau kira ada wanita yang mau dengan perjaka lapuk sepertimu?" Jean ceplas-ceplos mengatakannya.


"Jangan sampai wanita itu datang ke mansion ini, tiba-tiba memilih aku!" sindir Blerim.


Sebagai orang yang sama-sama belum menikah, Blerim suka sekali mengganggu adik bungsunya.


"Wah, kau menantangku, Kak? Baiklah, aku layani apa pun permintaanmu." David selalu saja sentimen terhadap Blerim.


"Uncle, kenapa tiba-tiba kau ingin menikah?" Eiger akhirnya buka suara setelah tidak tahan dengan rasa penasaran yang begitu tinggi.


"Karena Uncle-mu ingin seperti Kak Balthis. Punya keluarga utuh," sahut Blerim.


"Ck, apa kau yakin, David? Siap tanggung jawab dengan sikapmu yang 100 persen egois tingkat tinggi itu? Apa nantinya kau tidak akan bertengkar sepanjang hari?" Rentetan pertanyaan Balthis tiada henti memekakkan telinga David.


Nah, sisi kelam David adalah dia tidak berani menikah karena berulang kali memiliki kekasih, tetapi wanita itu membatalkan rencana pernikahan. Ribuan alasan mereka gunakan untuk menjauhi David, walaupun dia adalah anak bungsu keluarga Willard yang kekayaannya luar biasa.


Ucapan Balthis barusan sangat menggelitik Eiger. Pria itu mendadak menertawakan kelakuan David di masa lalu. Eiger pun menarik kesimpulan bahwa dari ketiga keturunan keluarga Willard, salah satunya tidak ada yang baik-baik saja. Semua penuh misteri.


"Kenapa tertawa?" tanya David ketus. Pria 46 tahun itu tidak merasa dirinya lucu atau apa.


David menghentikan tawanya. "Aku pikir kalau Uncle pernah patah hati karena kehilangan wanita yang dicintainya, ternyata justru mereka kabur karena ulah Uncle sendiri?"


Kali ini semua orang yang ada di sana tidak bisa menahan tawa mendengar ucapan Eiger. Termasuk beberapa pelayan baru yang kebetulan sedang menyiapkan semua kebutuhan di meja makan.

__ADS_1


"Diam kalian! Apa mau aku pecat satu persatu? Aku juga masih memiliki hak penuh atas mansion ini," ancamnya pada penjaga.


Mereka berempat pun ikut menghentikan tawanya seiring kemarahan David pada beberapa pelayan mansion.


"Cukup! Aku pun tidak ingin melanjutkan perbincangan ini. Oh ya, Eiger. Kau sekarang sudah 28 tahun. Itu artinya persiapan menikah sudah di depan mata. Jangan sampai kau menikah di usia lebih dari 30 tahun. Aku tidak suka. Karena usia di atas 30 tahun, fokusmu hanya pada perusahaan. Istri, anak, dan urusan rumah akan menjadi tanggung jawab istri dan pelayan!" tegas Balthis.


Itu artinya Eiger harus segera menikah dalam waktu dekat. Sebenarnya dia berniat menikahi Biana sebelum kejadian itu. Sayang, semua rencananya gugur bersamaan keputusan sepihak yang dilontarkan gadis itu.


Blerim sendiri mencoba mencerna ucapan Balthis, kakaknya. Sekembalinya dari Switzerland, Balthis dan Jean tampak banyak berubah. Mereka juga sudah tidak memusuhi Eiger dengan terang-terangan. Tunggu! Ini bisa jadi adalah sebuah jebakan semata.


"Kak, kurasa hari ini kau salah minum obat! Kita tidak sedang membicarakan rencana pernikahan Eiger, tetapi David. Kenapa Kakak harus melempar masalah pada orang lain?" tegur Blerim.


"Tidak, Blerim. Suamiku sudah memikirkan ini matang-matang. Sambil menunggu kabar mengenai Elov, suamiku ingin di mansion ini diadakan acara pernikahan. Entah itu pernikahan David, ataupun Eiger. Ehm, jika kau juga sudah memiliki calon, kau bisa lebih dulu mengajukan diri untuk menikah. Bukankah kau dan David sama saja? Ck, aku hampir lupa kalau di mansion ini dikelilingi pria-pria singel!" jelas Jean.


"Ck, setidaknya aku punya harga diri untuk tidak menikahi wanita agresif sepertimu, Kak!" balas Blerim cukup menohok.


"What? Apa katamu? Aku wanita agresif?" tanya Jean dengan nada tinggi.


Siapa sangka seorang Jean Claude adalah wanita agresif yang mampu meluluhkan hati Balthis Willard?


Kini giliran David yang menertawakan kakak iparnya. Sungguh, Jean merasa kesal sekali jika sudah berhubungan dengan David. Pria itu selalu menjadi orang pertama yang meledeknya di masa lalu. Itulah sebabnya mengapa David dan Jean begitu dekat. Berbeda dengan Blerim yang lebih suka menyendiri ketimbang membuat huru-hara dengan kakak dan adiknya itu.


Eiger merasa kalau meja makan kali ini jauh lebih hangat daripada biasanya. Dia juga berharap keluarga Willard selalu seperti ini hingga nanti. Apa pun yang terjadi, Eiger akan menjadi orang yang akan berdiri tegak di urutan pertama.


"Tunggu, Uncle David! Seagresif apa Mama Jean waktu itu?" tanya Eiger.

__ADS_1


"Tidak perlu aku jelaskan lagi! Cek di internet. Ketik ciri-ciri wanita agresif! Nah, kau pasti akan menemukan jawabannya." Simpel menurut David.


"David! Kau?" geram Jean. "Aku bersumpah, semoga kau menemukan wanita yang memiliki kelakuan mirip denganku!"


Mereka menggeleng. Balthis tidak bisa membayangkan akan menjadi apa mansion ini jika diisi David dan istrinya yang mungkin memiliki sikap sama dengan Jean? Bisa dipastikan suasana akan selalu ramai.


"Itu tidak mungkin. Karena aku tidak akan menikah dalam waktu dekat. Kalau Kakak mau, lebih baik Eiger yang menikah lebih dulu. Bukankah kalian menginginkan seorang menantu di rumah ini?" tanya David.


Terkadang Eiger merasa kalau keinginan Jean adalah suatu permintaan kepada Eiger supaya segera diwujudkan. Namun, Eiger ragu. Bisa jadi ini salah satu strategi Jean dan Balthis untuk menjebaknya di dalam ikatan pernikahan.


"Aku juga tidak akan menikah dalam waktu dekat, Uncle. Mungkin Uncle Blerim yang lebih dulu menikah. Silakan!" balas Eiger.


"Ucapan David benar, Eiger. Seharusnya kau yang lebih dulu menikah. Bukankah kau juga sudah memiliki kekasih? Ehm, maksudku setelah hubunganmu dengan Biana putus, sekarang kau sudah menggandeng Zoe. Chemistry kalian sangat terlihat sekali," puji Jean.


Nah, sudah Eiger duga. Jean pasti menggiringnya ke arah yang sangat tidak dikehendaki oleh Eiger. Dia tidak mungkin mengakui bahwa hubungan yang terjalin antara keduanya adalah palsu. Jelas Balthis akan lebih marah lagi pada Eiger.


"Nanti aku akan bicara dulu pada Zoe," pungkas Eiger.


Blerim sudah memahami kecemasan yang dirasakan Eiger saat ini. Situasinya serba salah. Blerim pun harus segera menemukan solusinya.


Jean sesekali melirik ke arah David maupun Balthis. Mereka seolah sedang bermain kode. Pasalnya tidak sengaja Jean mengedipkan mata ke arah David seolah ini persetujuan bersama.


"Itu bagus, Eiger. Lekaslah beri kami jawaban supaya bisa mengatur jadwal pertunangan lebih dulu. Kau tahu kan, pertunangan keluarga Willard akan digelar secara besar-besaran. Maka dari itu, aku butuh kepastian," jelas Jean.


Ya, Eiger terjebak dengan permainannya sendiri. Eiger harus memikirkan cara untuk terlepas dari jeratan pernikahan konyol yang direncanakan Jean bersama kroni-kroninya.

__ADS_1


__ADS_2