
Semula Zoe ragu karena pria itu tidak datang langsung ke rumahnya. Namun, jika mama angkatnya sudah melamarnya secara langsung, itu artinya Eiger sudah mendapatkan restu dari seluruh anggota keluarganya.
Padahal yang sebenarnya terjadi adalah pertunangan ini ditolak oleh David. Dia merasa menjadi orang tua yang pernikahannya didahului oleh anak kemarin sore. Namun, dia tidak bisa melawan Jean begitu saja.
"Terima saja, Zoe! Eiger akan bertanggung jawab penuh atas dirimu," ucap Blerim, pria yang tahu betul hubungan yang terjalin antara Zoe dengan Eiger.
Sejak tahu Eiger adalah bukan dari keturunan Willard langsung, Zoe sebenarnya merasa kasihan. Namun, setelah tahu kalau hubungannya dengan orang tua angkatnya semakin membaik, Zoe merasa kalau Eiger memang pria yang baik.
"Apakah ini seperti pertunangan resmi? Mengapa Eiger tidak datang?" cecar Zoe.
"Dia takut kau tolak, Sayang," sahut Jean.
Orang tua Zoe tidak bisa mengucapkan apa pun selain pasrah pada keputusan putrinya. Keluarga yang datang ke rumahnya terlihat bukan orang biasa melainkan dari kota dan sangat kaya raya.
"Baiklah, Aunty. Aku mau menerima pinangan ini, tetapi dengan satu syarat."
Jean tidak masalah mau syarat apa pun yang diajukan asalkan Zoe mau. Memang ini sudah menjadi keinginannya untuk menikahkan anak angkatnya.
"Hemm, katakan syaratnya!" perintah Jean.
Sementara tiga pria itu diam melihat interaksi Jean dan Zoe. Keduanya cepat sekali akrab dan rasanya pantas seperti anak dan orang tua.
"Aku minta pernikahannya dipercepat," ungkap Zoe.
Ada alasan mengapa dia harus mempercepat pernihakannya. Selain karena ada wanita masa lalu yang akan menggangu kehidupan Zoe, dia tidak mau memberikan kesempatan kepadanya untuk merusak kebahagiaan yang sudah tercipta.
Jean merasa senang karena Zoe sepemikiran dengannya. Sementara David semakin kesal. Seolah dia menganggap bahwa ucapan Zoe barusan karena mendapatkan dikte dari Jean.
"Kak, kau bersekongkol dengannya untuk mempercepat pernikahan?" protes David.
"Tidak, David. Dia yang mau. Apa aku salah?" Jean seakan menang selangkah di depan David.
Keputusan tetaplah harus dilakukan. Eiger menjadi orang pertama yang akan menikah lebih dulu ketimbang David. Semua rencana sudah dipersiapkan dengan matang sehingga Zoe pun dibawa langsung ke kota.
__ADS_1
Orang tua Zoe pun ikut dalam rombongan. Segala persiapan dilakukan begitu cepat hingga Eiger terkejut mendengar kabar yang dibawa Blerim.
"Benarkah, Uncle?" tanya Eiger saat melakukan sambungan telepon.
"Iya, mamamu membawanya ke mansion. Kau akan menikah lebih dulu ketimbang uncle David," jelas Blerim saat sedang beristirahat dan jauh dari David.
"Iya. Entah, tiba-tiba mama menginginkan aku menikah lebih dulu."
"Sudah, nikmati saja! Zoe sudah setuju. Dia juga meminta pernihakan dipercepat."
Eiger tidak menyangka bahwa sebentar lagi dia akan menikah. Setelah itu, dia akan memiliki seorang anak.
Perjalanan pun dilanjutkan. Blerim segera memutuskan sambungan telepon. Sementara Eiger merasa bingung harus menyiapkan kejutan apa untuk calon tunangannya itu. Walaupun belum secara resmi, tetapi pertunangan resmi pasti akan mereka gelar.
Malam hari, rombongan mereka baru saja tiba di mansion. Malam ini, Zoe dan keluarganya akan menginap di mansion untuk beberapa malam.
Jean sudah mengisyaratkan agar Eiger menyiapkan segalanya. Terlebih pesta pertunangan tidak akan pernah digelar, melainkan langsung menikah.
"Mama serius?" tanya Eiger saat Jean bertandang ke kamarnya.
Kalau sudah seperti ini, Eiger tidak bisa menolaknya. Bahkan, untuk bernegosiasi pun tidak bisa.
"Terserah Mama asalkan Zoe setuju."
Tentu saja Zoe sudah setuju, tetapi sebelum itu, Eiger diminta untuk menemuinya lebih dulu. Eiger pun lekas keluar dari kamarnya disusul oleh Jean. Rupanya Zoe sudah menunggunya di bangku taman tidak jauh dari kolam renang.
"Sudah lama menungguku?" ucap Eiger yang saat ini berada di belakang punggung Zoe.
Zoe menoleh. "Tidak. Aku baru saja datang. Duduklah!"
"Terima kasih."
Hening. Tidak ada perbincangan sama sekali. Rasanya kaku dan tidak seperti sebelumnya.
__ADS_1
"Apa yang ingin kau bicarakan?" tanya Eiger membuka perbincangan.
"Eiger, apa hubungan kita ini tidak salah? Maksudku, kau berasal dari keluarga kaya. Sementara aku, aku hanya orang beruntung yang kau kenal. Lalu, aku dengan rasa percaya diri tinggi meminta pernikahan dipercepat. Mamamu juga sudah setuju."
Eiger sendiri tidak paham maksud mamanya dengan memintanya untuk mempercepat pernikahan. Dia hanya tahu bahwa sebelum Bianca masuk ke mansion ini, Eiger harus sudah menikah.
"Mamaku tidak mempermasalahkan. Asal aku dan kau sama-sama setuju. Kita jalani saja. Bukankah kau juga meminta pernikahan dipercepat? Kenapa?" Eiger penasaran.
Ada rasa takut yang mendera Zoe. Terlebih dia tahu bahwa mantan kekasih Eiger bukan wanita biasa. Dia begitu cantik dan berasal dari keluarga berada.
"Zoe, katakan! Jangan buat aku cemas atau aku akan terus memikirkan ucapanmu!" pinta Eiger.
"Aku tidak bisa bersaing dengan mantan kekasihmu, Eiger. Makanya aku meminta tolong agar pernikahan dipercepat. Salah satu alasannya karena itu."
Eiger tertawa. Bahkan, dia tidak akan berencana untuk kembali lagi pada mantan kekasihnya. Terlebih saat dia tahu Bianca akan menjadi bagian dari keluarganya.
"Kenapa kau menertawakan aku?"
"Tidak, aku hanya merasa kalau kau cemburu. Dia itu hanya mantan, Zoe. Aku tidak mungkin kembali lagi padanya. Kakaknya saja sudah bertunangan dengan uncle David."
Zoe baru tahu jika Bianca adalah tunangan David. Seharusnya mereka lebih dulu menikah, tetapi sepertinya Jean tidak rela membiarkan wanita itu masuk ke mansionnya.
"Aku tidak cemburu. Aku hanya takut saja kalau wanita itu tiba-tiba datang kemudian mengambilmu kembali."
Alasan apa pun, Eiger tidak bisa menerimanya. Terlalu lucu dengan alasan yang dibuat oleh Zoe.
"Katakan saja kalau kau memang mencintaiku. Tidak masalah, bukan? Sebentar lagi kita menikah dan akan membangun keluarga baru. Jadi, jangan ada rahasia lagi di antara kita."
Sebenarnya Zoe sudah menyukai Eiger sejak pertemuan pertamanya. Namun, dia terlalu takut mengakui bahwa dia memang mencintainya. Terlebih saat dia tahu bahwa banyak wanita yang senantiasa mengejar cintanya.
Penculikan pada malam itu juga membuat Zoe yakin bahwa Eiger adalah pria yang baik. Dia bahkan memperlakukan Zoe sangat sopan dan tidak pernah bertindak layaknya pria yang tidak tahu aturan. Intinya, Eiger adalah pria yang sangat memesona.
"Ck, kau terlalu percaya diri! Bagaimana kalau aku menikahimu karena kasihan? Maksudku, aku kasihan pada aunty Jean yang sudah jauh-jauh datang ke rumahku."
__ADS_1
"Apa pun alasannya atau kebohonganmu, aku tidak peduli. Seminggu lagi kita menikah. Lahirkan anak-anak yang lucu untukku."
Permintaan sederhana Eiger langsung membuat Zoe bergetar hebat. Sebentar lagi dia tidak hanya memiliki hatinya, tetapi juga tubuhnya.