Bukan Penerus Tahta

Bukan Penerus Tahta
Bab 27. Syarat


__ADS_3

Blerim kembali ke ruang keluarga. Di sana masih ada Eiger yang sedang menikmati kopinya. Ditambah lagi, David rupanya baru saja keluar kemudian bergabung dengan mereka.


"Dari mana?" tanya David.


"Ruang kerja kak Balthis. Kenapa?"


"Memangnya ada apa? Tumben kalian tidak melibatkan aku," ucap David.


"Ada detektif swasta yang ingin bertemu dengan kakak. Ya, kebetulan aku ada di sana."


"Apa ini mengenai Elov, Uncle?" tanya Eiger.


"Ya, kamu benar. Detektif swasta itu menjalankan tugas yang diberikan kak Balthis."


David terlihat sumringah sekali. Sebentar lagi keponakannya pasti ditemukan. Cepat atau lambat, Eiger pasti didepak dari mansion ini.


"Kenapa senyam-senyum seperti itu?" tanya Blerim sedikit heran.


"Tentu saja senang. Sebentar lagi Elov kembali. Seluruh keluarga ini juga senang, bukan? Atau, Kakak saja yang tidak suka jika Elov kembali?" Sedari dulu David memang tidak sejalan dengan pemikiran Blerim.


"Jangan senang dulu, David! Detektif itu bahkan tidak bisa menemukan Elov. Lalu, apa yang akan kamu lakukan jika Elov tidak ditemukan?" tanya Blerim.


David terkejut. Itu tidak mungkin. Sebentar lagi detektif itu pasti menemukannya. David harus yakin. Tinggal beberapa bulan lagi semuanya akan kembali normal.


"Oh ya, papa gadismu itu datang ke perusahaan. Dia meminta kamu untuk menikahinya," ucap David pada Eiger.


"Siapa?" tanya Eiger.


"Memangnya siapa lagi kalau bukan gadis manja kekasihmu itu," jawab David ketus.


"Biana?"


"Memangnya kamu punya wanita berapa?" tanya David lagi.


Semenjak tahu kalau Eiger tidak memiliki darah Willard, David ikutan menjauh seperti Balthis dan kakak iparnya.

__ADS_1


"Hanya satu, tetapi semuanya sudah berakhir. Lalu, kenapa papanya datang? Aneh!" umpat Eiger.


Mungkin saja wanita itu merasa menyesali keputusannya saat tahu Eiger datang ke acara malam itu. Dia merasa kalau Eiger sudah membohonginya.


"Bukan. Dia hanya menyesal sudah melepaskan kamu," ucap Blerim.


Eiger mengambil cangkir kopinya. Menyesapnya kemudian mengalihkan pandangan pada seluruh ruangan. Tatapan matanya terpaku pada kehadiran Balthis. Pandangannya beradu sehingga membuat pria itu mendekatinya.


Rupanya pria itu akan bergabung di dalam forum yang saat ini berisi seluruh anggota keluarga lainnya.


"Kenapa kau memandangku seperti itu?" tanya Balthis.


"Tidak apa-apa, Papa," jawab Eiger.


"Kau? Jangan panggil seperti itu pada suamiku!" tegur Jean.


"Aku minta maaf. Tidakkah kalian pikir akan menjadi masalah dikemudian hari jika aku mengabaikan panggilan itu, Mama? Maksudku, sampai Elov ditemukan maka aku akan berhenti memanggilmu dengan sebutan Mama ataupun Papa," jelas Eiger.


Seperti yang sudah dikatakan Blerim padanya. Pulang ke mansion dan ikuti aturan permainannya. Maka semuanya akan beres.


"Kau?" Jean dibuat kesal dengan tingkah Eiger.


Jean melirik ke arah suaminya. Berada di dalam kamar, Jean memang melihat wajah murung Balthis. Namun, dia tidak tahu apa yang terjadi barusan.


"Sayang, kau sedang menyimpan rahasia?"


"Tidak. Sebenarnya aku ingin menyampaikan ini di depan kalian semua. Setidaknya aku juga butuh solusi."


"Apa itu, Kak?" tanya David.


"Aku minta maaf pada kalian semua. Karena kecerobohanku, kami kehilangan Elov. Aku juga minta maaf padamu, Eiger. Kami sengaja memisahkan kamu dari orang tuamu. Setelah aku pikir ulang, sepertinya kamu akan tetap menjadi penerus tahta kerajaan bisnis keluargaku," jelas Balthis.


Semua orang yang berada di ruangan itu sungguh sangat terkejut sekali. Ini bukan Balthis yang dikenalnya. Tatapan mata Jean semakin menampakkan kilatan cahaya kemarahannya. Keputusan sepihak ini jelas diambil oleh Balthis saat posisinya terdesak.


"Sayang, kurasa keputusanmu ini terlalu cepat! Aku tidak mau terkurung selamanya di dalam mansion ini dengan orang asing!" Jean menunjuk Eiger.

__ADS_1


"Iya, Kak. Tolong pertimbangan lagi. Bagaimana kalau Elov kembali? Apa yang akan kita katakan padanya? Saat semua harta ini jatuh ke tangan Eiger." David selalu saja tidak senang jika Eiger mendapatkan kebahagiaan.


"Tunggu, David! Kurasa Kak Balthis punya alasan mengapa ini harus dilakukan. Jelaskan alasanmu, Kak! Tapi, tolong jangan permainkan Eiger untuk yang kedua kalinya. Kalau sampai itu terjadi, akan aku pastikan kalau Elov tidak akan pernah sampai ke mansion ini lagi," ancam Blerim.


Eiger cukup duduk manis, mendengarkan keputusan, dan kemudian menjalankan keputusan itu sesuai kesepakatan pihak keluarga.


"Ya, kamu benar Blerim. Pemikiranmu selalu bisa membaca masa depan. Maka, aku pun belajar darimu. Kurasa untuk mendapatkan kesepakatan ini tidaklah mudah bagi Eiger. Jadi, Eiger ... tanpa persetujuan darimu, maka acara itu akan tetap digelar. Terjadi perubahan karena aku ingin kamu memegang perusahaan secepatnya," jelas Balthis.


Jean sebenarnya tidak sependapat dengan suaminya. Setiap dia mau melakukan protes, Balthis selalu melarangnya. Sepertinya Balthis mempunyai rencana tersendiri untuk anak angkatnya itu.


"Kau yakin, Kak? Ini bukan mimpi, kan?" tanya Blerim. Binar mata bahagia pria itu terlihat nyata. "Lalu, mengenai pertunangan Eiger, tidakkah kalian memikirkan itu?"


Nah, ini juga penghalang. Jangan sampai keluarga lain mengira acara pertama yang gagal itu dikarenakan Eiger yang tidak profesional atau dia sengaja mengulur waktu.


"Sekadar saran, lebih baik kau bawa gadismu itu. Sepertinya papanya sudah ingin sekali menikahkan kalian. Apalagi kamu akan dinobatkan menjadi penerus tunggal. Pasti pria itu setuju," saran David.


Eiger terjepit di antara dua keputusan yang membingungkan. Di antara menerima kesepakatan papanya dan usulan dari David. Eiger juga tidak mungkin kembali kepada Biana. Gadis itu mengejarnya kembali karena ada sesuatu yang ingin dikejar.


"Itu gampang. Aku memiliki solusi yang bagus," ucap Blerim.


"Apa itu, Uncle?" tanya Eiger.


"Nanti kita bicarakan lagi. Oh ya, Kak. Kapan acara ini akan dilangsungkan? Jangan bertindak bodoh dan labil lagi. Sekali kamu membatalkan keputusan itu, reputasimu akan dipertaruhkan." Blerim sengaja menekankan kata reputasi supaya Balthis mengerti. Tidak baik jika mempermainkan Eiger sejauh ini.


"Seminggu lagi, tetapi ini tidak akan diketahui oleh publik. Aku baru akan mengundang beberapa orang mendekati hari H," ucap Balthis.


Blerim sama sekali tidak percaya. Memangnya dia pikir semua orang akan menunggunya?


"Kak, kau gila!" sentak Blerim.


"Kenapa, Blerim?" tanya Jean. "Bukankah ini kesepakatan dan kesempatan yang bagus? Kenapa kamu bersikap seperti itu?"


"Kak, undangan yang baik normalnya diberikan 5 hari sebelum acara berlangsung. Ya, setidaknya supaya mereka bersiap-siap. Kalau dalam jangka waktu 3 hari, kurasa kalian sudah menyalahi aturan!"


Teguran Blerim barusan sengaja ditujukan pada Balthis dan Jean. Dua orang itu seakan hilang dari ciri khas kehidupan bangsawannya.

__ADS_1


"Uncle, biarkan saja! Setidaknya sudah jelas, kan? Aku mau mengikuti semua rencana Tuan Balthis atau Papa, tetapi dengan syarat," ucap Eiger.


Balthis terkejut. Semula dia mengira kalau membuat Eiger menurut sangatlah mudah, tetapi sekarang dia malah mengajukan syarat. Apakah kali ini Balthis akan setuju dengan syarat yang diajukan Eiger? Atau, malah akan membatalkan rencananya yang sudah tersusun hampir 70 persen itu?


__ADS_2