Bukan Penerus Tahta

Bukan Penerus Tahta
Bab 29. Kerinduan


__ADS_3

Balthis tidak pernah mau membuat istrinya semakin sedih ataupun kecewa. Dia tidak bisa bersikap jujur padanya. Kalau sampai Jean tahu, sudah bisa dipastikan wanita yang dicintainya itu akan depresi.


"Sayang, kenapa kamu diam?" tanya Jean lagi.


"Aku tidak bisa mengatakan apa pun. Tunggu saja sampai Elov kembali."


Balthis beranjak dari tempat duduknya. Dia diikuti oleh istrinya menuju ke kamar. Wanita itu belum puas dengan jawaban yang diberikan suaminya.


Sementara Blerim dan David, keduanya masih saling mengolok. David tidak terima kalau Eiger ditetapkan menjadi penerus keluarganya. Dia hanya orang lain yang beruntung masuk ke dalam keluarga besarnya.


"Kak, aku merasa aneh pada sikapmu selama ini. Jujur, aku baru menyadarinya sekarang."


"Kenapa, David? Aku dari dulu memang seperti ini. Apa yang membuatmu menuduhku aneh?"


Sepanjang yang David tahu, Blerim sangat menyayangi keponakannya. Sejak bayi itu datang ke mansion hingga dewasa. Keduanya juga memiliki pemikiran yang sama. Bahkan, terkadang semua orang memandang bahwa Blerim dan Eiger memiliki ikatan.


"Kurasa yang pantas jadi orang tua Eiger itu bukan kak Balthis, tetapi kamu."


Blerim tertawa. David bertingkah sangat lucu sekali. Bagaimana mungkin Blerim mempunyai anak? Dia bahkan belum menikah. Kekasih masa lalunya juga hilang entah ke mana. Tidak ada kata putus, tiba-tiba menghilang. Itulah alasan mengapa Blerim enggan menikah. Dia di ghosting orang yang sangat dicintainya.


"Mana mungkin. Aku tidak pernah menikah. Memangnya bisa pria memiliki anak tanpa menikah?"


Kini, David malah tertawa. "Kak, jangan munafik. Mungkin saja kamu lupa sudah meniduri kekasihmu hingga wanita itu mengandung. Kemudian karena dia takut, bisa saja dia meninggalkan kamu membawa benih penerus Willard."


Blerim tidak pernah menyentuh siapa pun. Jangankan kekasihnya, wanita yang sengaja mengejarnya saja diabaikan.


Memori David memutar kenangan 28 tahun lalu saat tiba-tiba Blerim harus terbaring lemah di brankar pasien. Dia ditemukan oleh teman-temannya dalam keadaan telanjang dan tidak sadar di dalam sebuah kamar hotel. Entah, itu memang jebakan seseorang atau apa. Setelah kejadian itu, kekasih Blerim tidak pernah ditemukan sama sekali.


"Aku hanya ingat satu hal. Kau pernah terbaring lemah di ranjang rumah sakit. Apa kau tidak ingat kejadian sebelumnya? Bukankah kau ditemukan telanjang di dalam kamar hotel?" David mencoba membantu kakaknya untuk mengingat masa lalu itu.


Sebagai keluarga yang memiliki power tertinggi di negaranya, Blerim bisa lepas dari berita miring karena orang tuanya. Mereka meminta pihak terkait untuk melakukan take down semua berita yang beredar di media massa maupun elektronik.

__ADS_1


"Kau? Kau menuduhku melakukan tindakan kriminal?" tanya Blerim.


Blerim berusaha mengingat masa lalu itu. Ya, Lilyana Xaviera, wanita yang sejatinya akan diperkenalkan pada orang tuanya, tiba-tiba gadis itu menghilang setelah Blerim berada di rumah sakit.


"Tidak. Lupakan saja, Kak. Mana mungkin kamu ingat kesalahan 28 tahun lalu. Bahkan, kau sudah melupakan nama wanita itu."


David juga belum tahu siapa nama wanita itu. Blerim tipe laki-laki yang tertutup. Sebelum mendapatkan kepastian dari orang tuanya, Blerim sengaja menutup rapat semua identitas wanita yang dekat dengannya.


Keesokan harinya, Balthis meminta Eiger untuk mempersiapkan diri. Dia belum memberikan kontrak kerja yang akan ditunjukkan pada Eiger. Dia juga belum menyetujui permintaan Eiger mengenai saham yang dimintanya.


"Aku tidak mau!" tolak Eiger. "Sudah cukup Papa membohongi aku. Kalau itu hanya menguntungkan pihak Papa sendiri, lebih baik cari orang lain."


Susah sekali mengendalikan Eiger. Dia selalu membangkang. Selain itu, Balthis sendiri tidak mau rencananya gagal.


"David, siapkan surat-surat sahamnya!" perintah Balthis.


"Apa kau tidak salah, Kak? Ini besar jumlahnya."


"Itu tidak akan mungkin, Mama. Aku hanya mengamankan diriku. Anggap saja aku mendapatkan uang atas jasaku melindungi keluarga ini."


Jean rasanya ingin menampar Eiger secara langsung. Bayi laki-laki yang dirawatnya sedari kecil, kini menjadi musuh di dalam mansionnya sendiri.


Kali ini Eiger tidak ada yang membelanya. Blerim bahkan sudah berangkat ke kantor sedari pagi. Pria itu juga bertingkah aneh. Sama anehnya dengan Eiger.


"Kau?"


"Cukup, Jean! Hentikan!" bentak Balthis.


Baru kali ini suaminya itu membentak gara-gara Eiger. Jean terluka. Dia memilih meninggalkan meja makan kemudian mengurung diri. Balthis pun tidak mengejarnya.


"Kau juga!" Balthis menunjuk Eiger. "Jaga sikapmu di hadapan istriku!"

__ADS_1


"Ya, Pa. Aku minta maaf," ucap Eiger.


Sebenarnya Eiger tidak bermaksud membuat rusuh di dalam keluarga ini, tetapi Blerim selalu memintanya untuk melindungi dirinya sendiri. Ya, Eiger butuh harta benda. Walaupun tidak banyak, setidaknya saat Elov kembali. Eiger tidak akan menjadi pria miskin yang terbuang.


Selama 27 tahun terkurung dalam mansion mewah, kemudian dalam satu hari didepak. Itu bukan sesuatu yang menyenangkan, tetapi menyedihkan.


"Kak, tumben Blerim tidak menunggunya?" bisik David.


"Dia akan berangkat sendiri. Blerim sudah pamit padaku," jawab Balthis.


"Ooo." David hanya ber o ria saja.


Eiger meneruskan sarapan paginya. Dia bersikap biasa saja kali ini karena semua keinginannya sudah terjawab. Siang ini David akan menyelesaikan surat-surat sahamnya.


Mereka pasti terlihat sibuk. Siang ini saatnya menemui Blerim, meeting dengan pemegang saham, dan tanda tangan penyerahan saham.


"Maafkan aku. Aku tidak bermaksud mengacaukan kehidupan keluarga ini. Aku juga bukan tipikal pria yang gila harta apalagi merampas hak orang lain. Hanya saja, aku harus tetap tegas menghadapi kebohongan dan pembodohan terhadapku. Kurasa uncle Blerim benar. Aku harus mengikuti semua permainannya sampai aku menjadi pemenang. Jika Elov kembali, aku juga tidak akan serakah. Aku akan membaginya dengan pria yang entah di mana rimbanya saat ini," ucap Eiger dalam hati.


"Eiger! Hei, kenapa malah melamun?" tanya David. Sedari tadi dia memanggil Eiger, tetapi nampaknya tidak merespon sama sekali.


"Oh, aku minta maaf. Aku hanya mencoba mengingat orang tua kandungku," ucap Eiger beralasan.


"Hari ini rapat penting pemegang saham. Kau juga harus hadir. Jangan sampai membuat orang lain curiga. Ingat itu!"


David mengatakan seperti itu dengan alasan bahwa belum resminya Eiger menjadi penerus tahta Willard. Selain itu, dia seharusnya akan mewarisi 50 persen saham dan seluruh kekayaan Willard sebelum orang tuanya meninggal. Kalau sampai meninggal, maka sudah dipastikan akan dibagi lagi dengan dua saudara laki-laki papanya.


"Siap, Uncle."


Balthis memutuskan untuk berangkat lebih dulu bersama David. Eiger akan menyusul setelahnya. Keduanya tidak lagi berpamitan pada Eiger. Ya, dia dianggap orang asing sampai kapan pun.


"Mama, sebenarnya di mana kamu? Aku rindu. Kalaupun kamu sudah tiada, setidaknya tunjukkan di mana makammu?" ucap Eiger dalam hati. Langkahnya gontai menuju ke tempat parkir mobilnya. Dia sudah kembali seperti semula, menjadi Eiger yang dulu.

__ADS_1


__ADS_2