
Arka terbangun pukul setengah enam sore. Dipandangnya Nira yang masih tertidur di sampingnya dengan kepala yang bersandar di lengannya. Ditariknya hidung mancung milik istrinya karena gemas.
Dengan perlahan Arka memindahkan kepala Nira ke bantal lalu menarik tangannya, bahkan istrinya itu tak terusik sama sekali.
"Dasar tukang tidur." cibir Arka sambil tersenyum.
Arka lalu turun dari ranjang dan menuju kamar mandi. Setelah beberapa saat membersihkan tubuhnya, Arka lalu keluar dan melihat Nira yang masih terlelap diposisi semula. Dia lalu keluar kamar menuju dapur karena merasa sangat lapar setelah melakukan kegiatan panas yang menguras tenaganya.
"Tuan, Tuan Rey mencari Anda." kata pak Rahmat.
"Suruh dia ke sini!" perintah Arka sambil menunggu bi Ijah membuatkan spaghetti untuknya.
Rey datang dan langsung duduk di samping tuannya. "Tuan, ini yang Anda minta." Rey menaruh laptop di atas meja makan dan tangannya mengotak-atiknya, tak lama muncullah video rekaman cctv yang dia ambil dari restoran, tempat di mana saat tuannya memergoki nonanya sedang bersama Bayu.
Ya, setelah dokter Fara memberitahu kondisi Nira saat di rumah sakit, Arka menyuruh Rey untuk mencari tahu apa yang telah dimakan atau diminum oleh Nira yang sampai membuat istrinya itu bermasalah lambungnya dan opname beberapa hari di rumah sakit.
"Lihatlah, Tuan!" kata Rey sambil menyodorkan laptop miliknya dengan wajah serius.
Arka yang hampir menyantap spaghetti pun gagal dan lebih memilih untuk melihat isi dari video yang diperlihatkan oleh Rey.
__ADS_1
"Apa yang diminum Nira itu?" tanya Arka sambil mendekatkan wajahnya ke layar laptop.
"Itu lemon jus, Tuan." jawab Rey.
Arka menautkan kedua alisnya. "Hanya lemon jus, kenapa lambung istriku bisa bermasalah?" Arka merasa heran.
Rey yang juga sedang menatap layar laptop, kini beralih menatap tuannya.
"Kenapa melihatku seperti itu?" tanya Arka tanpa melihat Rey.
"Sepertinya Anda sangat perhatian pada Nona." jawab Rey sambil tersenyum.
"Kebetulan aku bertemu dengan pelayan yang melayani Nona Nira. Yang dipesan oleh Nona Nira itu lemon jus super asam dan tanpa gula." jelas Rey. "Dan Anda tahu berapa yang dipesan oleh Nona?" tanya Rey.
Arka lalu menatap Rey. "Berapa?" Arka balik bertanya pada Rey.
Jari tangan Rey menunjuk deretan gelas yang ada di depan Nira dan membuat Arka geleng kepala. "Pantas saja! Gara-gara ulahnya, aku harus menanggung rasa yang sangat menyakitkan." gerutu Arka dan masih didengar oleh Rey.
"Maksud, Anda? Apa Anda juga merasakan sakit di lambung Anda?" tanya Rey tapi hanya dijawab sebuah lirikan tajam dari tuannya.
__ADS_1
"Sebenarnya istriku ada masalah apa?" tanya Arka.
"Mana aku tahu?" jawab Rey sambil mengangkat kedua bahunya.
"Kau.."
"Tuan, ada yang perlu Anda lihat lagi. Tapi Anda harus menahan emosi dengan kenyataan yang sungguh di luar dugaan Anda." potong Rey agar tuannya tidak memarahinya. "Anda harus janji!" Rey mengacungkan jari kelingkingnya.
"Mau tahu tidak?" tanya Rey lagi saat tuannya itu tak menanggapinya justru dengan enaknya menyantap spaghetti yang membuat air liurnya hampir menetes. Karena jujur saja Rey belum sempat makan dari siang sampai sekarang karena sebuah tugas dari tuannya yang harus ia selesaikan.
"Tuan, apa Anda tidak menawariku? Tega sekali Anda ini." sindir Rey.
"Apa yang mau kau perlihatkan padaku lagi? Kalau sudah tidak ada, kau bisa pulang sekarang!" usir Arka, tanpa menggubris sindiran Rey.
"Anda sungguh mengusirku? Anda yakin tidak mau melihat ini?" tanya Rey sambil mengklik file lainnya dan menampakkan sebuah video di mana Nira sedang bertengkar dengan seorang wanita dan pria.
"Coba kau perbesar, agar wajah kedua orang yang itu terlihat jelas. Berani sekali dia mendorong istriku seperti itu!" geram Arka. Dia akan membalas pada setiap orang yang berani menyakiti atau hanya menyentuh keluarganya, tak terkecuali Nira.
Rey menuruti perintah tuannya dan memperbesarnya sampai kedua wajah orang itu nampak jelas.
__ADS_1
"Ini, Tuan." Rey menyerahkan sebuah berkas pada Arka setelah tuannya mengenali wajah keduanya. Arka lalu membuka berkas yang berisi semua informasi tentang sepasang kekasih yang bertengkar dengan Nira saat di restoran. Setelah selesai membacanya, raut wajah Arka pun berubah sambil tangannya terkepal erat.