Bukan Suami Pilihanku

Bukan Suami Pilihanku
67. Menghamili wanita lain


__ADS_3

Arka duduk di kursi panjang sambil terus memandangi pintu kaca yang masih tertutup rapat. Tak dapat ditutupi raut kekhawatiran dan kesedihan di wajah tampannya.


Pandangan Arka dan Rey langsung tertuju pada pintu yang terbuka dan nampak Fara keluar dari sana.


Arka lalu berdiri menghampiri Fara yang juga sedang berjalan ke arahnya. "Bagaimana keadaannya? Apa lambungnya bermasalah lagi?" tanya Arka.


Fara menghela nafasnya kasar lalu menarik tangan Arka. "Ikut aku!" ajak Fara dengan galaknya, memotong pertanyaan dari Arka yang akan dilontarkan padanya. Dia mengajak Arka menjauh dari Rey dan memilih tempat yang sepi.


Fara berdiri berhadapan dengan Arka dan menatap tajam sepupunya itu, tatapannya lebih tajam dari pisau bedah. Dia menarik kerah kemeja Arka dan sedikit mengguncangkan tubuh tegap itu. "Kau melakukan kesalahan lagi? Apa kau tidak berkaca dari masa lalumu?" cecar Fara lalu mendororong tubuh tegap yang lebih besar darinya tentunya.


"Fara.."


Fara tak memberi celah bagi Arka untuk bicara dan membela diri. "Aku sungguh tidak tahu denganmu, Arka. Bagaimana kalau Tante Sovi tahu masalah ini? Kau akan mengecewakan keluarganmu lagi?" tanya Fara sangat frustasi sambil berjalan mondar-mandir. "Kau benar-benar gila! Berbuat tanpa berpikir panjang dulu."


Sedangkan Arka, dia hanya menatap Fara tanpa berkata apa pun. Percuma mau bicara, mengingat sepupunya itu sulit dikalahkan dalam urusan berdebat.


"Sudah?" tanya Arka saat melihat Fara kini diam. "Sekarang jelaskan padaku, kenapa kau marah-marah tak jelas padaku?"


"Oh my God." Fara mengusap wajahnya kasar dan rasanya dia ingin teriak sekencang-kencangnya di depan wajah sepupu tampannya itu. "Kau itu sadar atau tidak kalau telah menghamili wanita..."

__ADS_1


"Menghamili siapa?" tanya mami Sovi yang sedang berjalan ke arahnya, dia baru saja sampai di bandara dan mendapat kabar kalau Nira masuk rumah sakit. Tanpa istirahat, dia dan suaminya langsung menuju rumah sakit untuk memastikan keadaan menantu kesayangannya. Tapi apa yang mama Sovi dapat, dia mendengar kalau Arka menghamili wanita lain. Dia tak menyangka putranya berbuat kesalahan untuk kedua kalinya.


"Arka! Katakan pada Mama! Wanita mana lagi yang kau hamili lagi?" tanya mama Sovi dengan amarah di wajahnya yang membara. Dia memukuli lengan Arka dengan tas branded yang ia tenteng di tangannya. Memukuli tanpa ampun dan tak menghiraukan putranya yang meringis menahan sakit.


"Ma,,"


"Diam!" bentak mama Sovi lagi tanpa mau mendengarkan penjelasan dari putranya. "Kau sudah mengecewakan keluarga Wiratama untuk kedua kalinya. Mau sampai kapan kau akan seperti ini?" tanya mama Sovi dengan suara tingginya. Dan akhirnya air matanya tak mampu ia bendung lagi. Sungguh dia sangat kecewa pada Arka. "Kesalahan apa yang pernah Mama perbuat dulu?"


"Mama, duduk dulu!" tuan Handi mendudukkan tubuh istrinya di kursi tunggu yang ada di sampingnya.


Plakkk....


"Apa ini sambutan yang kau berikan atas kepulangan papamu? Sambutan yang sangat mencoreng nama baik keluarga?" tanya tuan Handi dengan tatapan tajamnya dan suara tegasnya, dia menarik kerah baju Arka lalu melepaskan dengan kasar sampai punggung Arka membentur dinding di belakangnya. "Mau ditaruh di mana wajah papamu ini, haa?" bentak tuan Handi. Bagaimana kalau berita ini sampai terdengar keluar.


Arka melirik pada Rey dan Aksa yang berdiri tak jauh darinya. Tatapan matanya mengisyaratkan agar dua orang itu membantunya keluar dari situasi yang sulit atau sebuah masalah yang dia sendiri tidak tahu di mana letak kesalahannya. Arka juga tak paham dengan segala tuduhan yang dilayangkan padanya, membuatnya hanya diam saat dikeroyok oleh Fara, mama dan papanya. Bahkan saat ini dia tengah memegangi pipinya yang terasa perih akibat tamparan dari papanya.


Namun sungguh sial, kedua pria kampret itu serempak melambaikan kedua tangan dan terlihat keduanya menahan tawa melihat Arka ditindas. Apalagi Rey, dia sangat bahagia karena biasanya tuannya itu yang menindasnya. Sekarang dia melihat dengan mata kepalanya sendiri bagaimana tuannya yang tak berkutik di hadapan tuan besar dan nyonya besar.


Kini Arka menatap Fara dengan tatapan yang sulit diartikan. "Fara, kau jangan asal bicara dan menuduhku! Aku sama sekali tidak pernah meniduri wanita lain!" Arka membela dirinya sendiri.

__ADS_1


"Tapi kenyataannya seperti itu! Dulu kau mau meracuninya, sekarang kau membuatnya celaka sampai mengalami pendarahan." tuduh Fara, dia tak mau kalah dari Arka demi membela hak seorang wanita yang saat ini tengah terbaring lemah.


"Kau.." Arka hendak menjambak rambut sepupunya itu, bahkan kalau perlu sampai rontok semua. Beraninya Fara bicara omong kosong di depan kedua orang tuanya.


"Tante, aku takut." adu Fara pada mama Sovi dan bersembunyi di balik punggung tantenya.


"Arka!" teriak mama Sovi yang mampu memekakkan telinga semua orang yang ada di sana.


"Kau bilang apa tadi, Fara? Arka hampir meracuni dan sekarang membuat celaka wanita itu?" tanya mama Sovi dan dibalas anggukan cepat Fara.


Seketika suasana di sana menjadi hening, sibuk dengan pemikirannya sendiri-sendiri.


.


.


.


Maafkan ntor yang baru up sayang-sayangku semua. Biasalah kalau udara mulai dingin, gigi ini nggak bisa diajak kompromi. Senut-senut gimana gitu.... 😒😒😒😒

__ADS_1


Salam sayang dari emak-emak satu ini..😘😘😘


__ADS_2