Bukan Suami Pilihanku

Bukan Suami Pilihanku
74. Itulah kenyataannya


__ADS_3

Nira memutar badannya dan berjalan dengan cepat menuju mobil yang sudah beberapa saat menunggunya dan Arka. Dia lalu masuk tanpa mempedulikan Arka yang masih berdiri di sana dengan kakaknya. Nira menatap suami dan kakaknya dari balik kaca mobil. Terlihat suami dan kakaknya sedang berbicara dan bersitegang.


"Kenapa jadi seperti ini?" gumamnya lalu bersandar sambil menarik nafas beberapa kali untuk merelekskan perutnya yang sedikit kram. "Jadi Kak Mira adalah ibu kandungnya Geo? Kenapa aku tidak tahu itu? Pantas saja Geo ada sedikit kemiripan denganku." pikirannya kembali menerawang ke masa lalu dimana saat itu keluarganya sedang berkunjung ke Jerman untuk menemui Mira yang tak juga pulang ke tanah air. Tapi yang mereka dapati saat itu, Mira tengah berbadan dua. Saat ditanya, Mira tak mau menjawab siapa yang menghamilinya dan membuat tuan Hendra marah besar lalu berkata tak menganggap Mira sebagai anak lagi. Setelah itu, mereka tak tahu menahu tentang kabar dan kehidupan yang dijalanani oleh Mira lagi.


Dan hal yang tak pernah disangka oleh Nira, ternyata ayah dari anak yang dulunya dikandung oleh Mira adalah suaminya.


Di sisi lain, Arka tampak sedang bersitegang dengan Mira alias Livia. "Bagaimana, Arka? Aku tidak sabar menunggu pernikahanmu yang akan segera hancur!" ucap Mira pada Arka yang hampir melangkahkan kakinya. Karena Mira meyakini, Nira akan marah dan kecewa pada Arka dan berbuntut dengan perceraian.


Arka kembali membalikkan badannya. "Asal kau tahu Miranda Olivia! Pernikahku akan selalu baik-baik saja! Justru yang aku tunggu adalah kehancuranmu!" tegas Arka.

__ADS_1


"Jadi kau sudah tahu siapa aku?" tanya Mira sedikit kaget. Pasalnya Arka tahu dia sebagai Livia.


"Apa yang tidak bisa aku ketahui?" balas Arka dengan sengitnya. "Aku juga tahu, kau yang sudah merayu calon suami dari adikmu sendiri." imbuh Arka dengan tangan bersedekap di dada. "Tapi aku mengucapkan terima kasih padamu. Karenamu, aku bisa menikahi adikmu." Arka menarik sudut bibirnya lalu meninggalkan Mira yang terlihat mengepalkan kedua tangannya.


Mira menyesal karena dulu tidak meminta Arka untuk menikahinya. Dia lebih menuruti apa kata kekasihnya untuk memeras uang Arka dengan alasan anak yang dikandungnya. Dia begitu dibutakan oleh cintanya pada kekasihnya yang ternyata hanya memanfaatkannya saja. Dia juga patuh pada kekasihnya untuk memberikan bayinya pada Arka setelah ia melahirkan. Uang hasil memeras Arka nyatanya dibawa lari oleh kekasihnya. Membuatnya terkatung-katung di negeri orang. Sampai akhirnya dia harus menjual tubuhnya untuk biaya hidup dan akhirnya dia bisa kembali ke Indonesia.


"Kita lihat saja nanti! Akan ada kejutan untukmu, Arka!" ucap Mira dengan seringaian tipis di bibirnya.


"Jalan, Pak!" perintah Arka pada sopir dan dibalas anggukan oleh sopir.

__ADS_1


Diraihnya jemari tangan istrinya. "Sayang, aku bisa jelaskan." ucap Arka, tapi Nira tetap bergeming. Menolehnya saja tidak.


"Sayang, bicaralah! Jangan hanya diam saja!" pinta Arka saat istrinya mendiamkannya. Arka sungguh tidak sanggup kalau didiamkan. Lebih baik Nira memarahinya dari pada terus diam.


"Sekarang, kau sudah tahu kan siapa ibu dari Geo?" tanya Arka sambil menggeser duduknya semakin mendekati istrinya dan merangkul pinggang Nira. Tapi Nira tetap bungkam.


"Bukan maksudku untuk menyembunyikannya darimu. Aku juga baru tahu kalau dia adalah kakakmu." jelas Arka dan teringat saat Rey memberinya informasi saat Nira berada di sebuah restoran sedang bertengkar dengan seorang wanita dan pria. Nampaklah Livia di sana. Setelah Rey menyelidikinya, ternyata Livia adalah Mira, kakak dari Nira. Dan itu mampu membuat Arka terkejut.


Karena merasa tak dihiraukan oleh Nira, Arka menangkup kedua pipi istrinya dan membawanya agar berhadapan dengannya. Ditatapnya sangat dalam wajah Nira yang jelas terlihat gurat kesedihan di sana. "Bukankah aku sudah pernah bilang, kau harus percaya padaku! Jangan dengarkan apa kata orang lain, termasuk kakakmu itu!"

__ADS_1


Arka pun menceritakan semua kisah masa lalunya itu pada istrinya tanpa ada yang ia tutup-tutupi, berharap Nira akan percaya dan memahaminya.


"Aku sudah menceritakan semuanya. Dan asal kau tahu, sejak awal aku sama sekali tidak mengenal kakakmu. Dia yang telah menjebakku dan setelah itu dia terus memerasku." jelas Arka. Nira hanya diam dan mendengarkan sambil menatap kedua manik hitam suaminya, mencari sebuah kebohongan di sana. Tapi yang ia lihat, sumaminya memang berkata jujur.


__ADS_2