Bukan Suami Pilihanku

Bukan Suami Pilihanku
73. Ibu kandung Geo


__ADS_3

Wanita itu berdiri menghadap Arka yang membelakanginya. "Waw! Ternyara seorang Arka Wiratama bisa sangat romantis? Ahh, hatiku jadi meleleh." ucap wanita itu.


"Hei, kenapa buru-buru sekali?" wanita itu menahan Arka yang hendak berjalan. "Perkenalkan dulu, siapa wanita beruntung yang mampu mencuri hatimu?" tanyanya sambil melirik wanita yang berada dalam gendongan Arka, karena wajah wanita itu tidak nampak dari belakang dan membuatnya sangat penasaran. Seperti apa sosok ibu sambung yang begitu dielu-elukan oleh Arka.


"Bukan urusanmu!" sentak Arka.


Nira yang dari tadi nyaman di dalam persembunyiannya, akhirnya mengangkat wajahnya untuk melihat wanita yang sedang berbincang dengan suaminya.


Deg..


Tubuhnya membeku di tempat saat melihat wanita itu. Lidahnya terasa kelu. Berbagai macam pertanyaan timbul di benaknya. Apa wanita itu kenal dengan suaminya karena sepertinya wanita itu nampak akrab.


"Turunkan aku!" bisik Nira pada suaminya, dan dengan sangat pelan Arka menurunkan Nira.


Wanita itu pun tak kalah terkejutnya melihat siapa yang digendong Arka tadi. Tak hanya Nira, pikiran wanita itu juga dipenuhi berbagai macam pertanyaan.

__ADS_1


"Nira."


"Kak Mira?" Nira menatap tak percaya. Bukan karena dia jarang melihat kakaknya. Melainkan kenapa kakaknya bisa mengenal Arka, suaminya.


"Apa yang sedang Kak Mira lakukan di sini?" tanya Nira mencoba seramah mungkin. Walaupun sebenarnya dia masih marah pada kakaknya yang dengan tidak tahu malunya main belakang dengan calon suaminya. "Kenapa Kak Mira sendiri? Di mana, Saka? Kenapa tidak menemanimu? Apa kau juga dikhianati, seperti dia mengkhianatiku dulu?" sindir Nira.


"Kenapa aku di sini?" Mira balik bertanya. "Itu adalah hakku, ke mana aku mau pergi!" jawabnya tanpa menanggapi pertanyaan Nira tentang Saka.


"Arka, kenapa tatapanmu seperti itu?" tanya Mira, saat menyadari Arka sedang menatapnya sangat tajam. Sedangkan Arka tak menggubrisnya, dia hanya diam tanpa mau meladeni wanita itu.


"Ish, Arka. Wajahmu yang seperti itu, semakin menambah kadar ketampananmu." goda Mira tanpa mempedulikan keberadaan Nira di sana.


"Kalian saling kenal?" tanya Nira yang tak mau larut dalam segala macam dugaannya.


Mira menyeringai tipis saat melihat wajah adiknya yang nampak bingung dan bodoh menurutnya. "Jelas kenal lah! Mana mungkin aku tidak kenal dengan.." ucapan Mira menggantung saat mata Arka yang bagaikan ujung pisau mampu memporak porandakan tubuhnya itu sedang menatapnya.

__ADS_1


"Kenapa tidak dilanjutkan?" desak Nira karena sangat penasaran.


"Ayo pulang!" ajak Arka sambil meraih pergelangan tangan istrinya.


"Sebentar!" tolak Nira dan masih berdiri berhadapan dengan kakaknya.


"Bagaimana aku tidak mengenal sosok pria yang tak lain adalah ayah dari anakku." jelas Mira sambil menatap Nira yang masih diam membeku, mencoba mencerna setiap kata yang diucapkan kakaknya tadi. Cukup lama dia terdiam sampai dia tersadar kembali dan kini menatap suaminya.


Sedangkan Arka yang ditatap hanya memperlihatkan ekspresi datarnya. Arka memang sudah bisa menebaknya. Dia tak akan bisa berlama-lama menyembunyikan sosok ibu dari Geo karena Nira pasti akan tahu dari mulut kakaknya sendiri mengetahui seberapa licik kakaknya itu. Ingin sekali dia mencekik leher Livia yang tak lain adalah Mira.


"Ap,, apa maksud Kak Mira tadi?" Nira bertanya sendiri.


"Apa benar kau yang dimaksud oleh Kak Mira? Kau ayah dari anaknya Kak Mira?" tanya Nira. "Dan jangan bilang kalau anak kalian itu adalah...." Nira tak bisa melanjutkannya.


"Ya, Geo adalah anak kami." sela Mira yang seolah tak sabar ingin melihat kehancuran Nira. Adik tiri yang tak pernah ia sukai. Adik tiri yang telah mengambil semua miliknya, termasuk kasih sayang ayahnya. Niralah yang membuatnya memilih pergi ke luar negeri dari pada harus tinggal satu atap dengan orang yang sangat dibencinya. Dia sudah berjanji pada dirinya sendiri untuk menghancurkan Nira. Dan dia sudah berhasil mengambil Saka dari adiknya. Tak hanya itu, dia menyusun rencana sedetail mungkin agar Nira hancur tepat di hari pernikahannya.

__ADS_1


Tapi, tanpa dia sangka ada seseorang yang mengancurkan rencananya. Orang yang tiba-tiba mau menikahi adiknya. Dan yang membuatnya syok, dia bisa melihat dengan jelas saat ini, siapa lelaki itu. Arka Wiratama, pria kaya yang dulu menjadi incarannya yang telah menikahi adiknya.


Iri dan tak terima, sudah pasti itu yang dirasakan Mira. Apalagi dia melihat dengan jelas bagaimana Arka memperlakukan Nira dengan begitu lembutnya membuat kebenciannya pada Nira semakin bertambah.


__ADS_2