
Dae Gu dan Aurel menaiki lift menuju apartemen Dae Gu. Sesampainya di apartemen Aurel langsung merebahkan tubuhnya di sofa.
"Lelah sekali, rasanya tulang ku remuk semua", racau Aurel
"Apa kau lelah?, tanya Dae Gu menghampiri Aurel.
"Iya, mungkin karena ini pertama kali aku melakukan nya. Aku merasa sedikit lelah", jelas Aurel
"Besok kau bisa beristirahat saja dirumah", ujar Dae Gu
"Kenapa oppa, aku tidak apa apa kok. Aku ikut saja", balas Aurel
"Bukan begitu, besok jadwal ku hanya menghadiri rapat untuk membahas proyek terbaru kedepan. Jadi aku hanya pergi sebentar", jelas Dae Gu
"Ooh baiklah, kalau begitu aku akan menunggu di rumah saja".
Aurel dan Dae Gu kembali kekamar masing masing, mereka mengistirahatkan tubuhnya yang lelah setelah seharian beraktivitas.
* * *
Drtttttt drtttttt drrtttttt
"Iya halo",
"Aurel kamu jadi anak nggak berbakti banget ya!! udah mama kasih izin liburan malah nggak kasih kabar ke mama", Oceh Mama Widya yang tak lain ialah mama Aurel, saat telponnya sudah tersambung pada Aurel
"Maaf Mah, Aurel lagi sibuk. Jadi belum sempat hubungi mama lagi, balas Aurel memelas
"Kamu sibuk ngapain? palingan cuma jalan jalan sambil nyari tu oppa kamu kan? lanjut mama
"ya eng-gaklah lah Mah, balas Aurel gugup.
"Oh iya Nak, gimana disana? Cowok nya ganteng ganteng nggak?", tanya Mama Widya
"Ih mama apaan sih, kepo deh", balas Aurel kesal
"Aduh Aurel sayang, mama itu cuma khawatir. Masa iya udah umur 22 tapi anak mama belum pernah pacaran sih. Nanti kelamaan jomblo jadi karatan loh", ujar mama Widya
"Aduh mah, kan Aurel kesini buat liburan bukannya cari jodoh Mah", balas Aurel
"Ya kali aja kan ada cowok gitu yang kecantol sama kamu, oppa tukang parkir juga boleh", celetuk mama Widya
"Enak aja, masa iya udah jauh jauh kesini malah pacaran sama tukang parkir sih mah, kan nggak lucu juga, gerutu Aurel.
"Siapa yang bilang lucu sih Rel, kan mama cuma ngasih saran doang", balas Mama Widya
"Saran sih saran Mah, tapi nggak gitu juga, masa iya jauh jauh kesini dapatnya Oppa tukang parkir", lanjut Aurel dengan suara memelas
"Iya bisa aja kan kamu frustasi karena kelamaan jomblo, terus kecantol deh sama Oppa parkiran. Ujar Mama Widya terkekeh
"Mama ih, kok sama anak sendiri ngomongnya gitu banget sih"!
"Yang mama bilangkan fakta Rel", balas mama Widya
"Ya udah deh terserah Mama aja, Aurel capek ni. Aurel mau istirahat dulu ya Mah", Ujar Aurel
"Oke sayang, kamu hati hati ya disana, jangan lupa kabarin Mama. Jangan macam macam disana ya, nanti uang jajan bulanan kamu bisa mama potong loh ", Ancam mama Widya
" Iya mama sayang, aku nggak bakalan aneh aneh kok. Oke mah aku tutup dulu ya. Salam sama Papa, See You mah", balas Aurel seraya memutuskan sambungan telpon nya.
__ADS_1
"Aduh kalau mama tau aku tinggal sama Oppa gimana ya? nggak kebayang deh.
Aurel menyembunyikan fakta bahwa ia sekarang menjadi asisten Dae Gu bahkan tinggal bersamanya, Aurel hanya tidak mau semuanya tambah runyam. Apalagi kalau mamanya tau Aurel tinggal bersama seorang pria, pasti mama nya akan langsung terbang ke Korea dan menikahkan Aurel. Hanya memikirkannya saja membuat Aurel bergidik ngeri.
* * *
Tok tok tok
Aurel, kamu didalam? tanya Dae Gu
Tidak mendapat sahutan Dae Gu kembali mengetuk pintu kamar Aurel. Hingga akhirnya Aurel membukakan pintu.
"Maaf oppa, aku tadi sedang mandi jadi tidak mendengar suara oppa.
"Mata Dae Gu terkesiap saat melihat Aurel keluar dengan piyama berwarna pink dengan motif Hello Kitty, rambutnya di dibiarkan tergerai dengan air yang masih menetes dari rambutnya.
" kenapa dia begitu cantik dan manis sekali, dia begitu menggemaskan", batin Dae Gu
"Oppa, oppa!!!" , panggil Aurel lagi disat ia tidak mendapat jawaban dari Dae Gu, bahkan laki laki itu hanya diam mematung.
"Ah iya, kenapa?" tanya Dae Gu saat kesadarannya sudah kembali
"Tadi Oppa kenapa memanggilku?", tanya Aurel lagi
"oh i-itu, a-aku ingin mengajakmu makan malam", jawab Dae Gu gugup
"Kalau begitu tunggu sebentar ya Oppa, aku ingin mengeringkan rambut dulu".
"Baiklah, aku tunggu di meja makan", balas Dae Gu berlalu meninggalkan Aurel
"Ya ampun hampir saja, kenapa jantungku seperti ini. Apa kesehatanku sedang bermasalah? besok aku harus konsultasi ke dokter", Ujar Dae Gu seraya memegangi dadanya.
"Oppa kenapa belum makan?", tanya Aurel saat ia mendudukan tubuh nya di kursi.
"Hm tadi masih ada beberapa hal yang harus ku urus", jawab Dae Gu berkilah
"Baiklah, ayo kita makan", Ujar Aurel bersemangat
Mereka berdua makan malam dengan tenang.
"Aurel, kamu sudah berapa hari berada di Korea?" tanya Dae Gu membuka percakapan di sela sela makan.
"Hmm hari ini adalah hari ke empat aku disini", balas Aurel dengan mulut yang terisi makanan.
"Jadi saat kita bertemu kau baru sampai disini?" tanya Dae Gu kaget
"Iya oppa", Aurel mengangguk
"Berarti selama disini kamu belum pernah jalan-jalan?" tanya Dae Gu lagi
Aurel hanya menggeleng
"Astaga! maafkan aku Aurel, gara gara aku kau jadi tidak bisa menikmati liburan mu", Ujar dae Gu menyesal
"Tidak apa apa Oppa, aku bisa jalan jalan bulan depan. Sebelum aku kembali ke Indonesia", Jelas Aurel
"Tidak, itu terlalu lama, aku berjanji jika ada waktu luang aku akan mengajak mu jalan jalan", ujar Dae Gu
"Tidak usah Oppa, aku tidak mau menambah masalah lagi untuk Oppa", balas Aurel
__ADS_1
"Kau tenang saja kali ini aku akan hati hati, dan kita juga bisa mengajak Sun Bin dan yang lainnya, agar tidak menimbulkan rumor lagi", jelas Dae Gu
"Kalau begitu baiklah, aku setuju Oppa", balas Autel tersenyum
"Sebenarnya aku tidak butuh jalan jalan lagi Oppa, karena tujuan ku ke Korea hanya untuk bertemu dengan mu, sekarang aku sudah bertemu denganmu bahkan menjadi asistenmu, walau hanya satu bulan tapi aku sangat bahagia jadi aku tidak butuh apapun lagi", batin Aurel
"Oh iya Oppa, apa besok aku bisa izin keluar sebentar?" Tanya Aurel saat ia sadar dari lamunannya.
"Kau mau pergi kemana?" tanya balik Dae Gu
"Aku mau pergi ke hotel tempat aku menginap untuk mengambil semua barangku yang tertinggal disana, karena tidak mungkin setiap hari Oppa harus membelikanku pakaian", Jelas Aurel
"Aku sih tidak keberatan, karena membelikanmu pakaian tidak akan membuat ku bangkrut, ujar Dae Gu tersenyum
"Iya aku tau tapi itu mubazir sekali Oppa, lebih baik uang itu disumbangkan saja, balas Aurel tersenyum
"Aku hanya bercanda, kamu boleh pergi tapi harus ditemani oleh Jie Hyuk", ujar Dae Gu
"Kenapa harus pergi bersamanya Oppa? dia kan bodyguard Oppa bukan aku", balas Aurel bingung
"Bukankah aku sudah bilang bahwa tidak semua manusia itu baik, jadi lebih baik kamu pergi bersama Jie Hyuk agar ada yang menjaga mu," jelas Dae Gu
"Tapi....." Ucapan Aurel menggantung saat Dae Gu memotong ucapannya
"Tidak ada tapi tapian pergi dengan Jie Hyuk atau tidak sama sekali",ujar Dae Gu tegas
"Baiklah aku akan pergi bersamanya", balas Aurel pasrah.
"Anak pintar!", Ujar Dae Gu seraya mengacak rambut Aurel.
* * *
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Author
Hai readers, jika ada alurnya yang kurang kalian suka aku mohon maaf, karena seperti yg aku bilang aku benar benar penulis pemula. Silahkan berikan dukungan untuk karya ku dengan cara like dan komen, mohon beri saran dan komentar yang membangun ya, jangan yang menjatuhkan, karena banyak teman teman aku yang trauma nulis karena baca komen yang negatif.
__ADS_1
Terimkasih readers 🙏 selamat membaca 😉