
Drtttt drtttttt drtttttttt
"Iya halo?",
"Aurellllll", teriak diseberang ketika Aurel menjawab ponselnya
"Aduh mika, kenapa kamu teriak sih, telingaku sakit nih", gerutu Aurel
"Kamu sih, giliran udah di Korea pesan sama telpon dari aku di abaikan", rengek Mika
"Iya maaf Mika, aku kemarin sibuk berberes, jadi aku belum sempat untuk nelpon kamu. Orang tua ku juga belum aku telpon".
"Iya deh, jadi kamu kapan pulang?", tanya Mika
"Aku kan baru pergi sehari, kenapa kamu malah nanya aku kapan pulang", balas Aurel terkekeh
"Aku bosan Rel, nggak ada kamu nggak seru".
"Salah kamu sendiri, kenapa pas aku ajakin nggak mau ikut",
"Maunya ikut sih Rel, tapi kan kamu tau sendiri kalau orang tua ku nggak kasih izin pergi kemana mana sampai aku sidang skripsi".
"Yaudah bawel, kapan kapan kita pergi berdua ya. Yaudah aku mau telpon mama papa ku dulu. Nanti mereka khawatir".
"Oke deh, see you Rel", balas Mika memutuskan sambungan telpon nya.
Setelah menelpon Mika, Aurel langsung menghubungi Mama nya, mengabari bahwa ia akan liburan di Korea selama Satu bulan. Awal nya Mama nya menolak, tapi karena Aurel memohon dan berjanji setelah pulang akan menyelasaikan skripsi nya. Akhirnya Mama nya pun mengizinkan.
* * *
Dae Gu menikmati waktu istirahat siangnya untuk menonton tv.
Aurel berjalan melewati Dae Gu, ia ingin kembali kekamarnya, tapi suara Dae Gu menghentikan langkah nya.
"Kau mau kemana?",
"Aku mau kembali kekamar",
"Apa kau tidak bosan terus terusan dikamar? Kemarilah menonton bersamaku", ujar Dae Gu
"Ah tidak apa apa Oppa, lebih baik aku dikamar saja", balas Aurel
"Kau tidak usah sungkan, ayo sini duduk bersamaku", Balas Dae Gu seraya menarik tangan Aurel
Mereka berdua menonton bersama, dengan duduk saling berdekatan. Dae Gu terlihat asik menonton sedangkan Aurel, jantungnya berdegup dengan sangat cepat.
"Jantung aku kenapa ni, apa aku kena serangan jantung", batin Aurel seraya memegangi d*da nya.
"Aurel, kamu kenapa?" , suara Dae Gu mengejutkan Aurel
"Ha!! Aa-aku tidak apa apa Oppa", balas Aurel gelagapan
Tapi muka kamu merah, apa kau demam? Tanya Dae Gu seraya meletakan tangan nya di dahi Aurel
__ADS_1
Tidak Oppa , mungkin aku hanya kepanasan. Aku mau cari udara sebentar ya. Balas Aurel berlalu meninggalkan Dae Gu
Panas?? Aku tidak merasa panas, lagian ac nya juga hidup, ujar Dae Gu menghernyit heran.
Aurel dengan cepat berjalan menuju taman apartemen.
Aurel mendudukan tubuh nya di kursi taman.
"Mati aku , kelaman disamping dia bisa bisa serangan jantung mendadak ni", racau Aurel
Setengah jam berlalu Aurel pun kembali kedalam Apartemen.
Ia berjalan mengendap endap, agar tidak ketahuan oleh Dae Gu. Ia berusaha menghindari idola nya itu.
"Kau sudah kembali?",
Suara Dae Gu mengejutkan Aurel hingga membuat nya kaget dan hampir terjatuh. Beruntung Dae Gu langsung menyambut nya.
Aurel mematung, ia terpaku sambil menatap lekat wajah Dae Gu.
Aku tau aku tampan, tapi jika lama menopang mu seperti ini, pinggang ku bisa patah, Ujar Dae Gu
Op--ppa, ma--afkan aku, aku tidak bermaksud membuat pinggang mu patah, balas Aurel gelagapan seraya berdiri dari topangan Dae Gu.
Lain kali hati hati, coba saja tadi tidak ada aku. Bisa bisa kepala mu sudah membentur lantai. Ujar Dae Gu
Iya, lagian kan aku hampir jatuh gara gara oppa mengagetiku.
Aku mengagetimu??
Bukan begitu, aku hanya tidak ingin mengganggu oppa.
Ya sudah, lain kali hati hati
Iya, balas Aurel dengan mengerucutkan bibirnya
Dae Gu hanya tersenyum melihat tingkah Aurel
* * *
Ting tong ting tong
Terdengar seseorang sedang memencet bel Apartemen.
Dae Gu melihat siapa yang datang, ternyata yang datang ialah Kim Sun Jun managernya,
"Selamat datang hyung", sambut Dae Gu tersenyum.
"Si*al*n, kau tau bagaimana khawatirnya aku. untung saja berita ini bisa dengan cepat diatasi", cercah Sun Jun
"Hyung, tenang saja. Yang penting semuanya sudah baik baik saja".
"Iya baik baik saja, tapi semua jadwal kita harus diatur ulang lagi dari awal", balas Sun jun cemberut
__ADS_1
"Semangat Hyung, mulai saat ini aku berjanji akan bekerja lebih keras lagi", ujar Dae Gu tersenyum
Kim Sun Jun dan Dae Gu duduk di sofa, Aurel berjalan melewati mereka.
"Hei kamu siapa?", Tanya Sun Jun dengan sedikit berteriak
"Aku Aurel, kamu siapa?" tanya Aurel dengan wajah tanpa dosa.
"Aku managernya, jadi kamu penyebab semua rumor ini?", balas Sun Jun sengit
"Bukan", Balas Aurel tak kalah sengit
"Sudahlah hyung, ini bukan salah nya". Ujar Dae Gu menghentikan perdebatan mereka berdua.
"Tapi kenapa dia masih disini, kenapa kau tidak mengusirnya saja".
"Apa hyung lupa, kalau mulai sekarang hingga satu bulan kedepan dia menjadi Asisten pribadiku".
"Ah, menyebalkan, jadi aku harus bertemu dengan gadis nakal ini setiap hari", gerutu Sun Jun
"Aku juga malas sekali jika harus bertemu om om menyebalkan seperti mu, balas Aurel.
"Aduh, kok jadi kalian yang bertengkar". Semua masalah yang terjadi tidak ada hubungannya dengan siapa pun. Ini murni kesalahpahaman. Jadi kalian berdua jangan bertengkar". Oke???. Ujar Dae Gu
Hening........
"Ayolah hyung, jangan keras kepala. Aurel, tolong berdamailah". Mohon Dae Gu
"Baiklah, kita berdamai". Aurel tersenyum mengulurkan tangannya.
"Baiklah", balas Sun Jun tersenyum menerima jabatan tangan Aurel
"Begini kan bagus, jadi kita bertiga bisa bekerjasama dengan nyaman". Ujar Dae Gu tersenyum lega.
Mereka bertiga pun duduk di sofa membahas rencana kegiatan Dae Gu untuk keesokan hari nya.
"Dae Gu, besok kita sudah mulai syuting drama lagi lalu lanjut syuting Iklan untuk produk X", Jelas Sun Jun
"Oke Hyung, aku akan mempersiapkan diri".
"Dan kamu Aurel, kamu siapkan baju Dae Gu serta peralatan lain nya dari sekarang ya. Karena besok kita akan berangkat pukul 07.00 pagi".
"Oke Om", balas Aurel.
"Jangan panggil aku Om, memang nya kamu kira aku sudah Om Om".
"Jadi aku harus memanggil apa? haruskah memanggil Pak?",
"Ah mengerikan, aku masih muda umurku hanya beda satu tahun dari Dae Gu. Jadi panggil aku Oppa". Ujar Sun Jun seraya melipat tangan nya di atas d*da.
"Malas sekali mulutku yang suci ini memanggilmu Oppa", gerutu Aurel yang masih terdengar oleh Dae Gu dan Sun Jun.
"Apa yang kau katakan?", balas Sun Jun.
__ADS_1
"Ti-tidak, aku hanya bilang baiklah", ujar Aurel
Dae Gu hanya bisa menghela nafas dan tersenyum melihat tingkah kedua manusia didepannya.