Cinta Beda Negara

Cinta Beda Negara
Kamu tidak menganggapnya serius kan?


__ADS_3

"Aku sudah selesai! Ken ayo kita kembali ke kelas!" ujar David yang entah Kenapa hatinya panas mendengar Tasya yang mengajak seorang pria pacaran secara terang-terangan.


David berdiri dari tempat dia duduk, dan langsung pergi tanpa ada basa-basi lagi.


"Kenapa dengan dia?" bisik Tasya pada telinganya sendiri sambil menatap punggung David yang lama-kelamaan menjauh


Kendrick mengembuskan napasnya dan ikut berdiri untuk menyusul David.


"Aku duluan ya!" ucap Kendrick .


"Aku ikut kamu, Ken!" Kendrick menyurutkan langkahnya, ketika mendengar ucapan Naura.


"Ya udah, ayo!" ujar Kendrick


"Naura, kenapa kamu harus ikut pergi? kamu tidak kangen padaku?" Jordan berusaha untuk menahan Naura.


"Hmm, aku ada urusan penting dengan Kendrick, Jo. Jadi kapan-kapan aja ya. Ayo, Ken!" Naura menarik tangan Kendrick sebelum Jordan buka suara lagi.


ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ


"Emang kita ada urusan penting apa, Ra?" Kendrick berhenti melangkah setelah agak jauh dari Jordan dan Tasya. Kedua tangannya juga dia masukkan ke dalam saku celananya dengan tatapan yang meminta penjelasan.


Naura bergeming untuk sepersekian detik sambil menggigit bibirnya. Kemudian dia, mengembuskan napasnya dengan sekali hentakan.


"Ken, apa aku bisa minta tolong padamu?"


"Mau minta tolong apa?" tanya Kendrick dengan wajah datar.


"Hmm, bisa tidak sekarang kamu yang berpura-pura jadi pacarku, di depan Jordan?" Naura menatap Kendrick dengan tatapan memohon.

__ADS_1


"Kenapa? apa kamu tidak menyukainya? bukanya kalian sudah lama saling mengenal?" Kendrick tidak langsung menjawab 'iya', karena cukup penasaran dengan bagaimana perasaan Naura pada pria yang membuatnya panas dingin itu.


"Perasaan sayangku padanya hanya sebatas sahabat, tidak lebih dari situ." ujar Naura.


"Hmm, bagaimana kalau dia juga beranggapan hal yang sama sepertimu? yang hanya mengganggap dirimu hanya sebatas sahabat? Dia belum terang-terangan ngungkapin perasaannya,kan? kalau seperti itu, akan sia-sia rasanya kalau kita berpura-pura pacaran di depannya."


"Aku sangat yakin kalau dia memiliki perasaan lebih walaupun dia tidak mengungkapkannya. Dan aku rasa kamu pun bisa merasakannya, Ken. Dari tatapan dan perlakuannya jelas sangat berbeda di antara kami bertiga."


Kendrick menganggukkan kepalanya, setuju dengan ucapan Naura.


"Please kamu harus menolongku, Ken. Aku mau, dengan dia tahu kalau aku memiliki hubungan istimewa denganmu, dia akan mengerti dan membuang perasaannya jauh-jauh." Naura menangkup kedua tangannya di depan wajah Kendrick.


"Kenapa harus aku yang kamu minta untuk berpura-pura? kenapa tidak David saja? Apa tadi kamu sempat mengaku-ngaku kalau aku ini pacarmu, makanya dia ada niat untuk mencari tahu siapa aku tadi?" tukas Kendrick, dengan senyuman smirknya.


"A-aku sama sekali tidak ada mengaku-ngaku. Aku meminta tolong denganmu karena aku yakin kalau kamu pasti mau, bagaimanapun aku pernah berpura-pura jadi pacarmu di depan Jane, ingat? Sedangkan David, aku rasa dia tidak akan mau." Naura mengeluarkan jurus pamungkasnya dengan membawa-bawa alasan 'balas budi'


Kendrick mendegus, merasa Naura sangat pintar memanfaatkan kesempatan.


"Terima kasih, Ken!" Senyum Naura mengembang dengan sempurna, merasa bahagia.


"Sekarang ayo kita jalan lagi!" Naura tanpa sadar langsung menggandengnya tangan Kendrick, mengajak pria itu meninggalkan tempat mereka berdiri, membuat Kendrick seketika merasa grogi dan jantungnya berdetak dua kali lebih cepat dari detak jantung normal.


"Oh, jadi selama ini, kalian berdua ternyata pura-pura pacaran di depanku? aku sudah sangat yakin, Ken, kalau kamu tidak mungkin bisa secepat itu melupakanku?" tiba-tiba Jane muncul dan dengan percaya dirinya meraih tangan Kendrick.


"Apa maksud kamu?"Ken langsung menepis tangan Jane dan menatap sinis ke arah mantan kekasihnya itu.


"Ken, aku tahu kalau kamu pasti masih mencintaiku. Kamu hanya pura-pura mengacuhkanku, karena ingin membalas dendam kan? Kamu berhasil Ken. Tapi, aku berjanji kalau kamu balik lagi padaku, aku akan setia dan tidak mengulangi lagi perbuatanku." ujar Jane dengan raut wajah yang terlihat sungguh-sungguh.


"Oh ya? kamu serius?" ucap Ken dengan suara yang sangat lembut sambil mendekatkan wajahnya ke wajah wanita itu.

__ADS_1


"Iya, Ken. Aku sangat serius, karena aku sangat mencintaimu," jawab Jane tak kalah lembut.


Naura menatap interaksi dua orang yang pernah menjadi pasangan kekasih itu, dengan tatapan sendu. Dirinya merasa kalau keduanya sebentar lagi pasti akan kembali menjalin hubungan seperti dulu. Naura menghela napasnya dengan sekali hentakan, kemudian memutar tubuhnya hendak berlalu pergi meninggalkan sepasang insan itu. Akan tetapi, sebelum dia benar-benar melangkah, tangan Kendrick tiba-tiba menarik tangannya dan merangkul pundak Naura dengan erat.


"Sayangnya, apa yang kamu pikirkan tidak benar sama sekali. Aku tidak mencintaimu lagi, justru aku jijik bila mengingat aku pernah memiliki seorang kekasih sepertimu. Dan jika ada yang menyuruh untuk menuliskan daftar nama mantan, aku tidak akan sudi untuk menuliskan namamu." ucap Kendrick dengan manik mata yang berkilat-kilat menatap Jane.


"Dan satu hal yang tidak bisa aku tolerir, kamu pernah memfitnah mamaku dan hampir membuat hubungan kami sebagai ibu dan anak hancur." sambung Kendrick kembali tanpa melepaskan rangkulannya di pundak Naura.


Jane terhenyak, tidak percaya kalau Kendrick sanggup mengucapkan kata-kata sekejam itu pada dirinya. Ingin rasanya dia menganggap kalau pria itu tidak sungguh-sungguh mengucapkan kata-kata itu. Tapi, mata pria itu menunjukkan kalau mantan kekasihnya itu sungguh-sungguh.


"Kalau begitu, aku akan membocorkan pada pria Indonesia itu, kalau kalian berdua hanya berpura-pura pacaran." ancam Jane, dengan wajah angkuhnya.


Kendrick mendengus seraya tersenyum miring, mendengar ancaman Jane. Siapa bilang Kami berdua pura-pura? Di depanmu sekarang, aku mau mengatakan, kalau aku dan Naura resmi menjadi sepasang kekasih,"


Mata Jane semakin membesar dan mulutnya terbuka mendengar ucapan Kendrick. Bukan hanya Jane yang kaget, Naura juga sama. Dia sontak menatap ke arah Kendrick dengan penuh tanda tanya.


"A-apa maksudnya ini?" gumam Naura yang masih tertangkap jelas di telinga Kendrick.


Kendrick meletakkan kedua tangannya di pundak Naura dan menatap dalam-dalam ke manik mata wanita itu.


"Ya, Naura. Aku mau kamu menjadi kekasihku. Kamu mau kan?" bagai terhipnotis Naura menganggukkan kepalanya, mengiyakan.


"Terima kasih, Naura!" Kendrick mendaratkan bibirnya mengecup kening Naura, yang langsung tidak bisa bergerak lagi, seperti patung.


"Brengsek!" umpat Jane sambil memutar tubuhnya, meninggalkan Kendrick dan Naura sambil menghentakkan kakinya.


Kecanggungan seketika terjadi untuk beberapa saat di antara Kendrick dan Naura selepas kepergian Jane. Kendrick bahkan sampai menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


Tiba-tiba sesuatu hal kembali mengganggu pikirannya yaitu prinsipnya selama ini. Dia pun menatap ke arah Naura yang kebetulan juga tengah menatapnya balik.

__ADS_1


"Naura, maaf ya, tadi aku hanya bercanda. Kamu tidak menganggapnya serius kan?"


Tbc


__ADS_2