
"Kenapa aku harus tidak merestui hubungan mereka,Om? apa karena dia bukan darah Indonesia?" tanya Bayu masih dengan nada suara biasa.
"Aku rasa kamu pasti sudah tahu kan jawabannya," sahut Surya dengan sudut mata yang masih melirik ke arah Kendrick.
Bayu menarik napas dan menyelipkan senyum di bibirnya. "Aku tidak mempermasalahkan masalah itu sama sekali, Om. Yang terutama bagiku dan istriku, adalah kebahagiaan Naura. Selama Naura bahagia l, ya kami welcome saja. Untuk masalah culture Indonesia, Kendrick bisa akan belajar dan aku juga yakin walaupun Naura menikah dengan orang luar, dia tidak akan pernah melupakan tanah airnya," terang Bayu panjang lebar.
Surya terdiam. Pria tua itu Seketika merasa kalau Bayu tengah menyindirnya secara halus.
"Tapi, menurutku rasanya tetap beda,Bayu. Kalau aku jadi kamu, aku akan berpikir ulang untuk membiarkan Naura untuk menjalin hubungan dengan orang di luar Indonesia. Apalagi Naura itu anak perempuanmu dan dia juga satu-satunya,"
Bayu kembali tersenyum menanggapi ucapan pria tua itu. Jangan lupakan wahai Jendri berubah semakin memerah.
"Aku percaya pada anakku, Om. Sebagai seorang ayah aku hanya ingin melihat kebahagiaan putriku. Kalau dia memanggil ditakdirkan bahagia hidup bersama dengan pria luar, tugasku hanya mendoakannya agar bahagia. Belum tentu jika dia berjodoh dengan pria Indonesia, hidupnya akan bahagia kan? tidak ada yang bisa menjaminnya. Aku juga hanya tidak ingin menjadi seorang ayah yang egois," senyum Bayu tidak pernah memudar saat mengucapkan ucapannya.
"Apa kamu sedang menyindirku?" Surya menatap Bayu dengan tatapan yang sangat tajam dan nada yang sangat dingin.
"Oh, tidak sama sekali, Om! aku tidak bermaksud seperti itu. Aku hanya mengutarakan sesuai apa yang aku pikirkan, untuk menanggapi perkataan Om tadi," sangkal Bayu dengan cepat, sebelum pria tua itu murka.
"Kakek, sudahlah. Aku tidak mau membantah Kakek. Tapi satu yang aku pastikan, kalau rasa cintaku pada negri ini tidak akan pernah berkurang kalau aku berjodoh nanti dengan pria di luar Indonesia. Karena bagiku,yang bisa membuat kita bahagia bukan dilihat dari negaranya tapi dari hatinya. Seperti yang dikatakan Papa tadi, pria Indonesia sekalipun tidak bisa menjamin kalau kita akan bahagia," Naura yang dari tadi hanya diam saja, kini memberanikan diri untuk buka suara. Wanita itu seakan menegaskan kalau biarlah urusan kebahagiaannya adalah urusan dirinya sendiri sebagai pemilik tubuh.
Mendengar ucapan Naura,Surya terdiam, sedangkan Kendrick tersenyum samar.
"Oh ya, Kek aku mau ke taman belakang. Boleh kan?" Naura memperlihatkan kembali sisi cerianya untuk mencairkan suasana tegang yang sempat tercipta.
Naura langsung menarik tangan Kendrick untuk berdiri setelah Surya menganggukkan kepala mengiyakan.
"Ayo, Ken kita ke belakang! di sana rasanya adem!" ucap Naura yang tentu saja dengan sengaja menggunakan bahasa Inggris.
"Apa aku bisa ikut dengan kalian berdua?" Kimberly buka suara merasa tidak nyaman kalau ditinggal sendiri.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
__ADS_1
Naura, Kendrick Kimberly mendaratkan tubuh mereka duduk di sebuah ayunan besi yang terasa sangat adem, karena berada di bawah pohon yang rindang.
"Sebenarnya aku merasa tidak enak berada di antara kalian berdua. Aku seakan menjadi penjaga nyamuk. Tapi kalau masih tetap bertahan di dalam sana, auranya sama sekali tidak nyaman," Kimberly buka suara.
Naura tidak menjawab sama sekali. Wanita cantik itu hanya tersenyum, karena dia bisa merasakan apa yang dirasakan oleh kakaknya Kendrick itu.
"Ternyata,Kakek Surya seegois itu ya? seandainya tidak ada kamu tadi yang berusaha menenangkanku, mungkin amarahku sudah meledak dari tadi," kali ini Kendrick yang buka suara.
"Bisa nenek bergabung dengan kalian bertiga?" tiba-tiba terdengar suara wanita yang tidak lain adalah Daryanti.
Ketiga orang itu sontak berdiri dan menoleh ke arah datangnya suara.
"Boleh dong, Nek!" sahut Naura dengan cepat.
Daryanti mengayunkan kakinya melangkah menghampiri tiga orang itu dan ketika berdiri tepat di depan Kendrick dan Kimberly, tanpa bisa menahan diri lagi, wanita tua itu seketika langsung memeluk dua orang itu.
Kendrick dan Kimberly saling silang pandang, dengan tatapan yang sama-sama kebingungan.
"Da-dari mana Nenek tahu?" tanya Kendrick terbata-bata.
"Aku bisa merasakannya. Aku yakin kalau kalian berdua adalah cucu-cucuku. Iya kan?"
Kendrick dan Kimberly sama-sama terdiam.
"Aku pernah melihat photomu yang dikirimkan oleh Naura," ucap Daryanti lagi ketika tidak mendengar suara dua cucunya itu.
Kendrick sontak menoleh ke arah Naura untuk meminta penjelasan. Wanita yang dia cintai itu tidak menjawab sama sekali, tapi hanya tersenyum sembari menganggukkan kepala, membenarkan ucapan nenek Daryati.
Daryanti melerai pelukannya dan menatap ke arah Kimberly.
"Kamu sudah 3 tahun tinggal di Indonesia, tapi kenapa kamu sama sekali tidak pernah mengunjungi nenek?" protes Daryanti.
__ADS_1
Kimberly tersenyum, dan kembali memeluk wanita tua itu. "Maaf,Nek! kalau aku ke sini kan harus ada alasannya juga. Kalau aku mengaku putrinya mama Dewi,aku yakin aku pasti akan langsung diusir," sahut Kimberly.
Sementara itu, wajah Kendrick terlihat pucat dan karena sedang khawatir. Dan perubahan wajah itu bisa dirasakan oleh Daryanti.
"Kamu tidak perlu khawatir, aku tidak seperti kakekmu yang egois dan keras kepala itu. Nenek benar-benar telah kehilangan putri kesayangan nenek, karena keegoisan kakek kalian," ucap Daryanti yang mengerti apa yang dirasakan oleh Kendrick.
Kendrick mengembuskan napas lega dan tersenyum.
"Mama kalian apa kabar? dia baik-baik saja kan di sana? apa dia tidak ada niat untuk kembali ke Indonesia lagi? apa dia tidak mau melihat mamanya yang sudah tua ini dan bahkan sewaktu-waktu bisa dipanggil oleh Tuhan kapan saja?" tanya Daryanti kembali dengan beruntun. Air mata wanita itu karena merembes keluar.
"Mama baik-baik saja Nek. Mama sangat ingin kembali ke negara ini. Nenek tidak tahu,dari kecil aku selalu melihat mama menangis jika mengingat tanah airnya. Tapi, setiap kali papa mengajaknya untuk pulang, mama selalu menolak karena katanya dia tidak punya rumah untuk pulang," terang Kendrick.
"Kata-kata kakek kalian ternyata sangat menyakiti hati mama kalian,"
"Dan aku juga sudah melihat sendiri batunya hati kakek. Sebenarnya kalau bukan karena tidak menjaga perasaan Om Bayu dan Tante Nani,Ken pasti sudah meluapkan amarah Ken tadi,Nek," ucap Kendrick dengan wajah memerah.
"Bagaimana Nenek bisa bertahan dengan sifat kakek yang seperti itu?" Kendrick kembali bertanya.
"Kakek kalian sangat mencintai Nenek. Dia selalu memanjakan Nenek. Nenek juga bertahan bukan hanya karena itu, tapi Nenek selalu mengingat janji nikah kami dulu makanya Nenek berusaha untuk bertahan. Kesalahan Kakek kalian hanya satu walaupun memang cukup besar, yaitu memisahkan nenek dengan mama kalian. Tapi Nenek benar-benar tidak bisa berkata-kata untuk menentang keputusan kakek kalian. Bahkan paman kalian berdua juga sudah berusaha untuk membujuk kakek untuk menerima pernikahan mama kalian,tapi hati kakek benar-benar sudah seperti batu," jelas Daryanti dengan mata yang kembali berair.
"Ma, ternyata kamu ada di sini? pantas saja aku cari-cari tidak ada," tiba-tiba orang yang mereka bicarakan muncul. Siapa lagi dia kalau bukan Surya. Ya, tadi wanita tua itu permisi sebentar dengan alasan ingin ke toilet, tapi karena dia tidak kembali cukup lama, Surya akhirnya memutuskan untuk mencari istrinya itu.
Daryanti sontak menyeka air matanya, takut ketahuan oleh sang suami. Namun, apa yang dia lakukan sudah terlanjur dilihat oleh Surya, sehingga membuat pria tua itu curiga.
"Ada apa? kamu sepertinya menangis? apa ada yang membuatmu sakit hati dan apa dua orang ini yang membuatmu menangis?" Surya menunjuk ke arah Kendrick dan Kimberly.
"Jangan asal menuduh. Kami tidak melakukan apapun yang membuat nenek menangis," celetuk Kendrick dengan rahang yang mengeras.
"Kamu bisa bahasa Indonesia?" mata Surya terlihat membesar, terkesiap kaget begitu mendengar Kendrick yang menggunakan bahasa Indonesia.
Sementara itu Naura menggigit bibirnya, seketika merasa takut kalau -kalau Kendrik keceplosan mengatakan kalau dia adalah putranya Tante Dewi atau cucu dari kakek Surya itu sendiri.
__ADS_1
Tbc