Cinta Beda Negara

Cinta Beda Negara
Menjadi Asisten Pribadi


__ADS_3

Keesokan hari nya, agensi Dae Gu langsung mengadakan konferensi pers, mereka langsung mengklarifikasi mengenai rumor yang beredar.


" Selamat siang semuanya, terimakasih kepada semua media yang telah hadir. Saya disini hanya ingin menyampaikan bahwa semua rumor yang beredar mengenai artis kami Eun Dae Gu tidak benar. Dan yang kalian lihat bersamanya di apartemen adalah asisten pribadi nya."


"Tapi jika itu asisten nya, kenapa Dae Gu terlihat menggendongnya?", sergah salah satu reporter


"Itu kemarin karena asistennya sedang sakit dan sempat pingsan, maka dari itu Dae Gu menggendongnya". Balas agensi Dae Gu


"Tapi kenapa harus Dae Gu? kan masih ada pengawalnya yang bisa ia suruh untuk mengangkatnya?", sergah reporter lainnya


"Kalian tau sendiri bagaimana watak Dae Gu, dia tidak suka menyusahkan orang lain. Dan dia tidak akan tega melihat seorang wanita sedang kesusahan, meskipun itu hanya seorang asistennya", jelas Agensi nya


"Baiklah karena semua nya sudah jelas, maka saya meminta agar tidak ada lagi yang menyebarkan berita hoax tentang artis kami, jika itu terjadi kami tidak akan segan untuk membawa kejalur hukum," lanjutnya.


* * *


Aurel mengerjap membuka matanya, menyesuaikan cahaya yang masuk di celah jendela. Ia langsung kekamar mandi membersihkan diri. Setelah itu ia keluar kamar.


"Oh kau sudah bangun?", tanya Dae Gu yang saat itu sedang membuat sarapan didapur.


"Iya," balas Aurel tersenyum


"Duduklah, aku sudah menyiapkan sarapan untuk kita," lanjut Dae Gu


Aurel menarik kursi untuk duduk.


"Wah kelihatan nya enak," mata Aurel berbinar saat Dae Gu meletakkan piring piring yang berisi makanan diatas meja,


"Apa ini semua oppa yang memasak?", tanya Aurel.


"Tidak semua, beberapa makanan ini dikirim oleh ibu ku, balas Dae Gu tersenyum tipis.


Mereka berdua makan dengan tenang, sejenak hening, sampai Aurel memutuskan membuka percakapan.

__ADS_1


"Oppa, bagaimana masalah yang kemarin? apa sudah selesai?", tanya Aurel


"Hmm, iya tadi agensi ku sudah mengklarifikasinya. sekarang semua nya sudah beres". Balas Dae Gu tersenyum tipis


"Syukurlah", Aurel menghela nafas lega.


Hening ...


"Op-pa", panggil Aurel lagi, ia sedikit ragu untuk bertanya.


"ada apa Aurel?", balas Dae Gu seraya menatap mata Aurel.


Deg deg deg


Jantung Aurel berdegub kencang, saat tiba tiba matanya beradu pandang dengan mata laki laki didepannya.


"ya tuhan, kenapa dia begitu tampan", batin Aurel


Aurel, Aurel !! Panggil Dae Gu


"i-iya oppa", balas Aurel gelagapan


"kau kenapa melamun?",


"tidak oppa",


"tadi kenapa memanggilku?", tanya Dae Gu


" itu, aku ingin bertanya, apa aku sudah boleh pulang?", tanya Aurel.


Dae Gu sejenak terdiam,


"maaf Aurel, karena rumor kemarin baru selesai, sebaiknya kamu masih menginap disini. Aku yakin, para reporter itu masih akan terus mengawasiku". jelas Dae Gu

__ADS_1


"Dan juga".... ujar Dae Gu menggantung


"Dan juga apa oppa"?


"Begini, tadi agensiku menjelaskan bahwa kau adalah asisten pribadiku. Jadi mau tidak mau, untuk sementara waktu kau harus berada disampingku". Jelas Dae Gu


"ha?", mata Aurel membulat dengan sempurna


"Hanya satu bulan, aku harap kau bersedia menjadi asisten pribadiku.", lanjut Dae Gu


Aurel terdiam,


"Sebulan? berarti aku akan tinggal bersamanya sebulan, ya tuhan terimakasih. Tapi bagaimana menjelaskan ke orangtua ku, dan skripsiku gimana?, bodoh amat lah, nanti kalau sudah pulang baru deh aku lanjutin lagi skripsi", batin Aurel


Aurel, bagaimana? tanya Dae Gu


"Hm baiklah aku bersedia", ujar Aurel tersenyum


"Syukurlah, nanti aku akan memberitahumu apa saja yang akan kamu lakukan. Kamu hanya akan bekerja bila ada orang lain di antara kita", jelas Dae Gu


Aurel mengangguk pelan pertanda mengerti.


Setelah selesai makan, Aurel membersihkan meja dan memindahkan piring kotor ke tempat cuci piring.


"Biar aku saja, kau istirahat saja", ujar Dae Gu seraya mengambil alih piring kotor dari tangan Aurel


"Tidak oppa biar aku saja. Aku sudah terlalu banyak merepotkanmu".


"Tidak masalah, aku tidak merasa direpotkan sama sekali".


"Baiklah kalau begitu kita membersihkan nya bersama saja, ujar Dae Gu


"Oke", balas Aurel semangat

__ADS_1


Mereka mencuci piring berdua, dan dilanjutkan dengan membersihkan seluruh rumah. Sebenarnya Dae Gu memiliki pelayan untuk membersihkan rumahnya, tapi karena Aurel disini, ia mengatakan kepada pelayannya untuk tidak datang kerumah nya dalam waktu satu bulan. Karena ia tidak mau menambah rumor yang tidak jelas.


Dae Gu sekali kali tersenyum dan bahkan tertawa melihat tingkah Aurel, karena bagimanapun Aurel adalah anak yang ceria dan polos. Ada saja tingkah nya yang membuat Dae Gu tersenyum.


__ADS_2