Cinta Beda Negara

Cinta Beda Negara
Akhirnya


__ADS_3

Kendrick begitu bahagia setelah papa mertuanya menghubunginya pagi ini yang memberikan izin padanya untuk melakukan seperti yang biasa dilakukan oleh suami istri pada umumnya. Tapi tetap dengan syarat tertentu. Tentu saja Kendrick tidak menolak syarat yang dikemukakan oleh mertuanya, bahkan pria itu dengan cepat menyetujuinya.


Pagi ini dengan diantar oleh Edward dan David, Kendrick mendatangi rumah sakit yang kebetulan sangat dekat dengan tempat penginapan mereka untuk melakukan suntik hormon.


"Bagaimana, apa sudah selesai?" tanya Edward begitu Kendrick keluar dari dalam ruangan.


"Sudah! ayo kita pulang. Aku yakin kalau ketiga wanita itu sudah khawatir kalau kita hilang," sahut Kendrick sembari senyum-senyum.


"Kamu sih, pagi-pagi sekali sudah memaksa kita ke sini sampai-sampai kita lupa bawa handphone. Kamu kirain sepagi itu sudah ada dokter? alhasil kita harus menunggu lama kan," protes David sembari melihat arlojinya yang ternyata sudah menunjukkan pukul sebelas pagi menjelang siang.


"Sudahlah! ayo kita pulang sekarang sekaligus cari makan. Aku sudah sangat lapar!" seru Edward menghentikan perdebatan.


"Ini mah kita sarapan, sekaligus makan siang namanya," David masih tetap menggerutu.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


"Kalian bertiga dari mana sih? kami khawatir kalian hilang!" cecar Naura dengan raut wajah yang terlihat jelas terlukis kekhawatiran di sana.


"Tanya saja suamimu itu! kami dipaksa menemaninya ke rumah sakit," David yang buka suara menjawab pertanyaan Naura. Terlihat jelas kalau kekesalan kekasih Tasya itu belum reda.


"Ke rumah sakit? emangnya kamu kenapa Honey?" Naura terlihat semakin khawatir. Wanita itu bahkan sampai membolak-balik tubuh Kendrick untuk memastikan kalau suaminya itu baik-baik saja.


"Aku baik-baik saja, Honey. Aku ke rumah sakit untuk melakukan persiapan perang saja," sahut Kendrick ambigu dan senyum misterius.


Naura dan dua sahabatnya, mengrenyitkan kening, bingung. Hanya Edward dan David yang berdecih karena mereka mengerti apa maksud ucapan Kendrick.


"Persiapan perang? siapa yang mau perang?"tanya Naura yang diangguki kepala oleh Tasya dan Chika.

__ADS_1


"Nanti juga kamu akan tahu. Sekarang sebaiknya kita makan dulu. Kami sudah sangat lapar,"


"Lapar? apa kalian belum sarapan juga?" kali ini Chika yang bertanya.


Ketiga pria itu hanya menggelengkan kepala, dengan raut wajah memelas yang ditunjukkan pada kekasih masing-masing.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Naura kini sudah selesai membersihkan tubuhnya setelah seharian berjalan-jalan menikmati keindahan pantai labuan Bajo.


Sekarang dia duduk dengan jantung yang berdetak hebat, sedikit merasa takut dengan apa yang akan terjadi malam ini.


Ya, Kendrick tadi sudah menjelaskan kalau papanya sudah mengizinkan mereka menunaikan kewajiban sebagai suami istri. Kendrick juga menjelaskan alasan kenapa dia pergi ke rumah sakit.


"Apa malam ini Kendrick benar-benar akan melakukannya? kalau iya, aku harus bagaimana? aku gak ngerti sama sekali,bagaimana melakukannya.Bagaimana kalau dia kecewa, melihat aku yang masih kaku? dengar-dengar juga akan terasa sakit. Bagaiman ini ya, Tuhan?" Naura berjalan mondar-mandir,dengan mengigit-gigit ujung jari jempolnya. Ekor matanya berkali-kali melirik ke arah pintu kamar mandi,untuk memastikan,kalau Kendrick belum selesai mandi.


"Astaga! haruskah aku melakukan hal itu? menjijikan sekali." Naura menatap jijik pada layar ponselnya di mana si wanita sedang melakukan oral pada tongkat sakti milik si pria.


Suara decitan pintu yang dibuka seseorang membuat Naura tersentak kaget, hingga dia langsung menyembunyikan ponselnya di bawah bantal.


"Honey, kamu kenapa? kenapa wajahmu terlihat tegang seperti itu?" Kendrick mengrenyitkan keningnya.


"Emm,si-siapa yang tegang? kamu itu salah lihat," sangkal Naura dengan suara bergetar.


"Oh seperti itu? kamu benar, mungkin aku yang salah lihat," Kendrick mulai merangkak naik ke atas ranjang. Sementara jantung Naura semakin berdetak kencang tak terkendali.


"Suara apa itu?" Kendrick memicingkan matanya sambil menajamkan pendengarannya ke arah sumber suara.

__ADS_1


Naura yang panik langsung berusaha menekan bantal,agar suara dari dalam ponsel tidak terdengar keluar. "Sial kenapa videonya lupa aku matikan ya?" batin Naura panik.


Tapi sepertinya, usaha Naura sia-sia, suara itu tetap bisa didengar,dan justru sekarang suara kedua manusia yang sedang bermain di dalam ponsel itu, semakin keras.


"Apa kamu sembunyikan itu, Honey?" Kendrick menautkan kedua alisnya.


"Hmm, ti-tidak ada, S-sayang." Naura terlihat semakin gelagapan.


"Hmm,kamu kira aku percaya?" Kendrick berusaha menyingkirkan tubuh Naura yang juga tetap berusaha tetap menekan bantal itu.


Akan tetapi,tenaganya kalah dengan tenaga Kendrick,sehingga tubuhnya pun tidak bisa lagi menghalangi suaminya itu untuk mengangkat bantal.


"Hahahahaha! ternyata kamu lagi melihat video begituan!" ledek, Kendrick yang membuat wajah Naura memerah saking malunya. Seandainya bisa, ingin sekali dia membenamkan wajahnya,ke kedalaman tanah yang paling dalam,agar Kendrick tidak bisa lagi melihat wajahnya.


"Itu berarti sekarang kamu sudah siap, untuk mempraktekkan apa yang sudah kamu pelajari barusan." Kendrick tersenyum smirk sembari mengedipkan matanya. Pria itu kemudian mencondongkan tubuhnya ke arah Naura yang tanpa aba-aba juga langsung memundurkan tubuhnya.


"S-siapa bilang kalau aku lagi belajar? A-aku cuma___"


Kendrick tiba-tiba menangkap tubuh Naura dan membenamkan bibirnya ke bibir wanita itu, hingga membuat Naura berhenti bicara.


"Kamu tenang saja,kamu tidak perlu belajar,karena kita akan tahu dengan sendirinya,bila sudah dipraktekkan." bisik Kendrick sembari memberikan gigitan lembut di telinga Naura.


Tubuh Naura seketika mulai meremang, mendengar bisikan Kendrick. Kendrick kemudian kembali membenamkan bibirnya ke bibir Naura dan menyesapnya dengan sangat lembut. Kendrick mulai menggigit sedikit bibir Naura sehingga tanpa sadar Naura, membuka mulutnya, dan tidak Kendrick tidak mau menyia-nyiakan kesempatan. Pria itu langsung menyergap dan membelit lidah Naura. . Ciuman keduanya benar-benar payah tapi sanggup membuat tubuh mereka bergetar. Tidak menunggu lama, tubuh keduanya kini sudah polos tanpa sehelai benangpun yang menempel di tubuh keduanya.


Kendrick cukup lama memberikan setruman-setruman nikmat pada istrinya itu, dan sekarang dia sudah bersiap mengarahkan senjatanya yang sudah siap dari tadi,ke bagian inti istrinya yang sepertinya sudah siap untuk menerima serangannya.


Tidak lama kemudian rintihan kesakitan Naura terdengar sampai-sampai membuat Kendrick memberikan sebuah kain untuk Naura gigit. Naura kini akhirnya menyerahkan dirinya seutuhnya pada Kendrick suaminya. Rasa sakit yang semula Naura rasakan lambat laun kini berubah menjadi erangan nikmat,apalagi ketika dia akan mengalami pelepasan yang bersamaan dengan suaminya Kendrick.

__ADS_1


Tbc


__ADS_2